TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
79. Mencari Arin


__ADS_3

Wisnu kembali di buat panik dengan hilangnya Arin lagi. Wisnu berlari menuju resto di mana semua team masih ada di sana.


"Perhatian semuanya! "


"Tolong bantu saya mencari Arin! SEKARANG JUGA! CEPAT! " Wisnu menggebrak meja makan.


"Baik bos! " Semua team langsung berhamburan meninggalkan meja makan , kecuali Eva yang masih duduk dengan santai.


"Lu harus sabar dong! Jangan kaya gitu! Lihat mereka semua jadi takut! " Ucap Riyan sambil menepuk bahu Wisnu.


"Gue gak bisa sabar Yan! Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Arin! gue harus bilang apa sama keluarganya ? Terutama sama anaknya, Yoga! " Ucap Wisnu.


"Ohh... Jadi calon istrimu itu janda? " Ucap Eva dengan nada sinis.


"Apa kamu dalang di balik hilangnya Arin? " Tanya Wisnu.


"Jangan asal nuduh ya Nu! Aku dari tadi stay di lokasi kamu juga tau itu kan! " Eva membela diri.


"Iya bro, jangan asal nuduh! Lebih baik kita cari dulu Arin! " Ucap Riyan.


"Was aja kalau bohong! " Ucap Wisnu sambil pergi.


"Kenapa sih Nu lu gak bisa percaya sama gue? " Eva berusaha mengejar Wisnu.


"Karena kelakukan lu di restoran waktu itu, sudah membuktikan jika lu gak suka dengan Arin! " Ucap Wisnu dengan rahang mengeras .


"Emang ia gue gak suka lu dekat dengan dia! Apa lagi dia hanya seorang janda! " Sahut Eva.


"Tutup mulut mu! " Bentak Wisnu " Kalau kenapa kalau dia janda? "


" Kalau dia bisa milih, dia juga gak ingin jadi janda! " Lanjut Wisnu.


"Kenapa sih lu gak bisa buka hati lu untuk gue lagi! " Eva menunjuk-nunjuk dada Wisnu dengan jari telunjuknya.


"Kenapa lu lebih milih dia ketimbang gue? " Tanya Eva dengan berteriak.


"Karena gue CINTA sama dia! " Jawab Wisnu yang entah itu dari lubuk hatinya atau hanya menggertak Eva, agar tidak lagi mendekati nya lagi.


"Perasaan gue sama lu gak lebih dari teman! Oke, dulu kita memang pernah pacaran! Tapi itu dulu! Setelah lu putusin gue, saat itu juga gue udah gak respect sama lu! " Jelas Wisnu.


Eva mematung mendengarkan penjelasan Wisnu. Sedangkan Wisnu setelah memberi penjelasan kepada Eva, ia segera pergi untuk mencari keberadaan Arin.


"Lu mau cari Arin ke mana? " Tanya Riyan yang mengekor langkah Wisnu.

__ADS_1


"Gue mau cek CCTV di hotel ini! Hanya itu petunjuk satu-satunya! " Sahut Wisnu yang mempercepat langkahnya.


Setelah mendapatkan izin dari pihak hotel, Wisnu dan Riyan kini berada di ruangan khusus monitor. Wisnu mengamati dengan jeli, nampak jelas di situ Arin sedang masuk ke lobby hotel. Dari rekaman itu tidak ada ke janggalan apapun.


"Kenapa gambarnya bisa ilang begitu saja? " Tanya Wisnu yang tiba-tiba di menit terakhir tidak ada rekaman sama sekali.


"Maaf tuan, kebetulan CCTV yang ada di lantai itu sedang rusak! " Jelas penjaga monitor.


"Kok bisa sih! Hotel sebagus ini CCTV rusak gak segera di benerin! " Maki Wisnu.


"Sabar bro! " Riyan mencoba menenangkan Wisnu.


"Gue gak bisa sabar Yan! " Sahut Wisnu.


"Kita coba cari di posisi Arin terakhir tertangkap CCTV! Siapa tau kita bisa menemukan petunjuk dari situ! " Riyan memberi ide.


"Tolong mas play posisi terakhir teman kami ada di mana mas! " Perintah Riyan pada penjaga monitor.


"Baik tuan! " Ucapnya yang langsung menotak - atik komputer yang ada di depannya.


"Terakhir teman anda ada di lantai satu, sebelum lif! " Jelasnya.


"Terimakasih banyak mas! " Ucap Riyan.


"Tolong.... Siapapun tolong buka pintunya! " Arin terus bergunam minta tolong dengan sura lemahnya, berharap ada yang mendengarnya.


Sura Arin semakin tak terdengar dan saat itu juga Arin sudah tak sadarkan diri.


"Terakhir di ada di sini! " Ucap Riyan sambil mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk berikutnya.


"Lihat di sini bersih gak ada apa-apa! " Ucap Wisnu dengan cemas.


Lu kemana sih Rin! Jangan bikin gue khawatir kaya gini dong! Wisnu hanya bisa membatin dalam hati.


"Apa mungkin om Aji yang nyulik Arin lagi? Tapi buat apa? " Ucap Riyan.


"Enggak! Gak mungkin om Aji nyulik Arin lagi! Kalau itu sampai terjadi! Gue sendri yang akan buat perhitungan sama si manusia serakah itu! " Wisnu mengepalkan tangannya, rahangnya pun mengeras.


"Apa kita minta bantuan pihak hotel saja, untuk ngecek semua kamar yang ada di hotel ini! Siapa tau Arin salah masuk kamar mungkin! " Ucap Riyan.


"Lu kalau ngomong suka ngacau ya! Mana mungkin dia salah masuk kamar! Dia bukan anak kecil lagi Yan! " Ucap Wisnu.


"Kan gue tadi bilangnya MUNGKIN! "Ucap Riyan yang menekankan kata mungin .

__ADS_1


" Ya udah kita coba minta bantuan pihak hotel! " Wisnu berjalan mendahului Riyan.


Semua pegawai hotel di kerahkan untuk mengecek seluruh kamar, dengan di bekal foto Arin . Wisnu dan Riyan pun ikut turun tangan. Dari kamar satu ke kamar satunya, begitu terus .


"Wah... Gila tuh orang! Udah tua masih aja doyan yang muda - muda! " Ucap Riyan sambil geleng - geleng kepala, saat melihat penghuni kamar yang mereka kunjungi sedang asik bercocok tanam.


"Kenapa? Lu pengen? " Sahut Wisnu dengan sinis.


"Gue laki-laki normal wajar kalau pengen! Lagian tuh cewek kok mau sih ma aki-aki? " Ucap Riyan.


Wisnu tak lagi menanggapi ucapan sahabat nya itu, ia fokus mencari Arin. Wisnu ke sana - ke mari, bertanya kepada setiap orang yang ia jumpai.


"Permisi! Apa anda lihat wanita ini? " Wisnu menunjukan foto yang ada di ponselnya.


"Tidak! " Jawabnya singkat .


Wisnu terus mencari keberadaan Arin, hingga larut malam.


"Mending kita istirahat dulu! Kita lanjut pencarian besok pagi! " Ucap Riyan.


"Gue gak bisa nunggu sampe besok Yan! Arin tanggung jawab gue! " Ucap Wisnu.


"Iya gue tau dia tangung jawab lu! Tapi lu gak kasihan tuh sama orang-orang kita! Dia juga butuh istirahat! " Sahut Riyan.


Wisnu terdiam sejenak, "kalian istirahat lah! " Perintah Wisnu dengan datar. Setelah memerintah temannya untuk istirahat, Wisnu kembali keluar dari hotel. Eva diam-diam mengintip di balik pilar yang berukuran besar , ia tersenyum puas karena Wisnu dan seluruh team tidak bisa menemukan Arin. Tak ingin ketahuan Eva segera kembali ke kamarnya.


"Lu mau cari kemana lagi? Kita udah bolak-balik pantai, hotel! Mending lu istirahat dulu , simpan energi lu buat besok! " Ucap Riyan.


"Gue tetap mau cari Arin sampai ketemu! Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang untuk ke dua kalinya ! " Tanpa sadar Wisnu mengakui perasaannya terhadap Arin.


"Lu sudah jatuh cinta sama Arin? " Tanya Riyan, " Gue ikut seneng jika lu akhirnya bisa move on dari sifa. " Lanjut Riyan.


"Entah lah! Gue gak tau perasaan yang seperti apa! Yang jelas gue mau kehilangan Arin! " Ucap Wisnu yang mendudukkan bokongnya di pasir pantai.


Riyan menghela nafas panjang, "sekarang lu istirahat ! Jika besok pagi tetap tidak adak kabar dari Arin, kita lapor ke kantor polisi! "Riyan menepuk bahu sebelah Wisnu.


" Lun kembali aja ke hotel sendri! Gue masih mau di sini! " Wisnu menoleh ke Riyan sekilas.


Wisnu membuka ponselnya, ia berusaha menghubungi Arin kembali. Lagi - lagi suara operator yang Wisnu dengar. Kemudian Wisnu membuka galeri foto, di lihatlah foto Arin yang tersenyum manis. Lu ke mana sih Rin! Kenapa nomor lu gak aktif? Please jangan tinggalin gue! Wisnu membatin dalam hati, matanya pun mulai berembun. Riyan hanya menggelengkan kepala melihat Wisnu yang berusaha menahan air matanya supaya tidak jatuh.


Jangan lupa like 👍


Komen ✍

__ADS_1


Favorit kan karya ini 💙


__ADS_2