
"Maaf" Ucap Wisnu yang berbisik di telinga Arin. Namun, Arin tak bergeming.
Karena tak menyahutnya Wisnu ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk Arin dari belakang.
Arin tak peduli lagi dengan ulah Wisnu, toh semua sudah terjadi.
Arin mencoba memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Baru akan memejamkan mata ponsel Wisnu berdering.
"Halo" Ucap Wisnu.
"Lu bisa kembali ke kantor sekarang? Ada hal penting yang harus kamu ketahui ! " Ucap Riyan dari sebrang telfon.
"Hemm... Baiklah aku akan kembali ke kantor " Setelah mengucapakan itu Wisnu menutup telfonnya.
Sebelum beranjak dari tempat tidur Wisnu terlebih dulu mencium kening Arin, "maaf akan Rin yang telah memaksa mu " Ucap Wisnu lirih agar tidak mengusik Arin yang terlelap.
Setelah membersihkan dirinya di kamar mandi, Wisnu pun keluar dengan mengunakan handuk yang melilit di pinggangnya.
Karena di kamar Arin tak ada baju gantinya sehingga Wisnu terpaksa keluar dari kamar Arin hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi pinggang sampai atas lutut.
Wisnu bergegas masuk ke kamarnya .
Bi Sumi mengulum senyum saat melihat Wisnu hanya menggunakan handuk.
"Kalau Retno melihat pemandangan ini pasti dia sudah heboh " Gumam bi Sumi yang teringat akan teman seperjuangannya.
"Semoga Nyonya besar segera punya cicit " Doa bi Sumi.
"Bik! " Ucap Wisnu yang menghampiri bi Sumi ke dapur.
"Iya Den? "
"Bik, nanti jangan pulang dulu ya kalau aku belum kembali! Tolong siapakan makan juga untuk Arin! "
__ADS_1
"Baik Den! " Sahut bi Sumi.
"Aku tinggal dulu bik! " Ucap Wisnu.
♡´・ᴗ・`♡
Riyan sedang menunggu Wisnu, dengan berbincang dengan Intan.
"Rajin bener lu Tan! " Ucap Riyan.
"Iya lah pak! Biar dapat bonus dari si bos ! Kan lumayan buat tambah-tambah biaya nikah nanti! " Sahut Intan .
"Lu udah yakin mau nikah? "
"Yakin lah pak!
" Terus lu akan berhenti dari kantor ini? "
"Enggak dong pak! Calon suami ku ngasih ijin saya untuk tetap kerja kok pak! "
"Ehh.. Tau gak pak? Pacar bos tadi ke sini ngemis-ngemis kerjaan! Mana mau gantiin posisi saya lagi! " Adu Intan.
"Terus kamu nurut aja? "
"Ya enggak lah pak! Saya akan tetap mempertahankan posisi saya sebagi sekretaris pak Wisnu! " Ucap Intan dengan penuh keyakinan.
"Kamu tenang aja! Dia tak akan pernah bisa menggantikan posisi mu sebagai sekretaris Wisnu! "
"Serius pak? " Tanya Intan yang mendapat anggukan dari Riyan.
"Itu pak Bos " Ucap Intan yang melihat Wisnu berjalan ke arahnya.
"Dari mana dia? Sudah ganti baju aja! " Gumam Riyan lirih.
"Pasti habis bercocok tanam ! " Sahut Intan yang mendengar ucapan lirih Riyan.
__ADS_1
Riyan menoleh ke Intan untuk menjelaskan apa maksud dari ucapannya. Sayang sekali Intan menutup rapat mulutnya karena bos nya sudah semakin dekat.
"Ada hal penting apa? " Tanya Wisnu.
"Kita bicara di dalam! " Ucap Riyan.
Setelah sampai di ruangan Wisnu. Riyan langsung menunjukan ponselnya.
Wisnu melihat rekaman itu dengan serius, tangan kirinya mengepal menandakan jika dirinya begitu marah saat melihat video itu.
"Lu harus hati-hati jika bersama dengan dia ! " Ucap Riyan memperingatkan Wisnu.
"Simpan bukti-bukti ini! Dan bilang sama orang - orang mu untuk terus mengikuti mereka! " Tatih Wisnu.
"Lu mau ke mana? " Tanya Riyan saat Wisnu bangkit dari duduknya.
"Gue mau ketemu pengacara " Jawab Wisnu singkat.
"Lu serius mau akhiri sandiwara ini? " Tanya Riyan yang tak percaya dengan keputusan Wisnu.
"Aku tak ingin membuat Arin semakin terluka! " Sahut Wisnu.
Riyan menggeleng, "gue gak bisa menghalangi keputusan mu! " Ucap Riyan.
"Gue tinggal dulu! " Wisnu menepuk pundak Riyan.
"Semoga semua lekas berakhir dan gue juga menemukan tambatan hati gue " Gumam Riyan.
Wisnu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, menikmati perjalanan untuk mengurangi beban hati nya.
"Benar apa kata Riyan gue terjebak dalam permainan yang telah gue buat! " Gumam Wisnu .
Bersambung.....
jangan lupa like dan komen ya!
__ADS_1