
"Lebih cepat lagi yan! " Perintah Wisnu pada Riyan.
"Ia.. Ini juga udah cepat ", kata Riyan.
" Kita bawa ke rumah sakit atau apartemen? ", tanya Riyan yang tetep fokus pada jalan.
" Apartemen saja! Dugaan ku dia hanya pingsan biasa ", kata Wisnu.
Perjalanan menuju apartemen membutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam.
Saat hampir sampai arin tersadar. Arin mencoba membuka matanya. Wisnu yang menyadari pergerakan arin sudah sadar itu langsung melihat ke arah arin dan reflek tangannya menyentuh pipi mulus arin.
" Kamu sudah sadar? ", tanya Wisnu dengan sorot matanya bertemu dengan mata arin.
Deg
Jantung arin seolah berhenti sejenak saat di tatap Wisnu.
" Aa... A.. Aku... "
"Kamu sudah aman sekarang jangan takut lagi! ", kata Wisnu menyela omongan arin.
" Tidur lah sebentar lagi sampai apartemen! ", kata Wisnu yang lupa akan posisi arin sekarang.
" Ta.. Tapi?", kata arin dengan gugup.
"Tapi apa? ", tanya Wisnu.
" Tapi saya tidak yaman begini! Saya mau duduk saja ", kata arin dengan menahan malu dan tak enak hati. Ya posisi nya arin tengah tiduran dengan kedua paha Wisnu sebagi bantalnya.
Wisnu langsung membantu membangunkan arin saat mendengar omongan yang keluar dari mulut arin. Seketika suasana dalam mobil menjadi canggung.
Sedangkan Riyan yang jadi penonton itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Yan kamu bisa pulang duluan! Aku akan pulang sendiri nanti ", kata Wisnu saat mobil yang mereka tumpangi sampai di plataran gedung apartemen tempat arin tinggal.
" Oke! Gw duluan "
"Ingat kata-kata gw ! ", kata Riyan sambil menaik turunkan aliasnya dan terseyum mengejek sahabatnya itu dan meninggal kan Wisnu.
" Aku bantu! ", kata Wisnu yang melihat arin masih lemas.
" Saya bisa jalan sendiri pak? ", tolak arin yang tetep memaksa jalan sendiri dan tak butuh waktu lama tubuhnya oleng, arin segera berpegangan dinding agar tidak terjatuh.
" Aku bantu! Ayo! ", kata Wisnu sambil mengambil posisi memapah arin.
Sesat arin merasa kagum dengan ketampanan yang Wisnu miliki, karena jarak yang sangat dekat arin jadi bisa mengamati setiap inci wajah Wisnu.
__ADS_1
Wisnu yang merasa di lihatin arin langsung mengeluarkan suara.
" Baru tau ya kalau saya ganteng? ", kata Wisnu dengan senyum samar.
" Haa.... GR amat sih bapak! "
"Amat aja gak GR tuh ", kata arin yang langsung memalingkan wajahnya.
Karena tertangkap basah sudah memandangi bosnya.
" Udah ngaku aja kalau kamu terpesona kan? ", ledek Wisnu.
" ENGGAK!! ", kata arin singkat.
Wisnu hanya tersenyum mendengar jawaban arin. Wisnu hanya bertujuan menggoda arin supaya tidak terlalu sedih dengan apa yang baru dia alami.
" Duluk lah! Aku akan mengambilkan minum ", kata Wisnu yang langsung menuju dapur.
Arin membaringkan tubuhnya di sofa karena kepalanya masih terasa berdenyut. Saat arin akan memejamkan matanya terdengar suara Wisnu dari arah dapur.
" Ini minumlah mumpung masih hangat! ", Wisnu menyodorkan gelas berisi teh hangat.
" Trimakasih! ", arin mengambil gelas yang Wisnu bawa dan meminum nya.
" Kalau sudah merasa enakan lebih baik segera mandi! Aku akan pesan kan makanan ", kata Wisnu yang mengotak atik ponselnya.
" Untuk malam ini saya akan menemani mu! ", kata Wisnu yang tetap fokus ke ponselnya.
" Tapi saya sudah tidak papa pak! ", kata arin yang tidak enak telah merepotkan bosnya.
Wisnu menghirup oksigen dalam-dalam
" Sudahlah lebih baik kamu mandi saja dulu biar gak kelihatan kusut kaya gitu! ", kata Wisnu yang memperhatikan penampilan arin.
" Ia... Ia... ", arin menyeret langkahnya menuju kamar.
Di tempat lain
Aji tampak geram saat gagal dalam misinya untuk menguasai perusahaan PT mahardika grup.
" Sial... Sial.... Sial.... Berbagai macam cara sudah aku lakukan agar perusahaan itu jatuh di tangan ku ", aji menghempaskan semua benda yang ada di atas meja.
" Apa perlu kita habisi itu bocah? ", tanya anak buah aji.
" Tidak! Aku punya rencana untuk membuat dia hancur! ", kata aji dengan senyum liciknya.
" Aku akan kembali ke rumah! Ingat jangan sampai ada yang mencurigai tempat ini! " , kata aji saat pergi meninggalkan bangunan itu.
__ADS_1
Setelah arin selesai mandi ia mengambil ponselnya untuk menghubungi keluarga tercinta nya. Awalnya arin ingin melakukan panggilan vidio namun diurungkan niatnya arin takut tidak bisa menahan rindu nya saat melihat wajah yoga yang menggemaskan.
"Asalamualaikum bu? ", sapa arin saat telfonya terhubung.
" Waalaikumsalam nduk! Piye kabar mu?"
"Alhamdulillah baik bu! Gimana kabar keluarga bu? "
"Semua sehat-sehat nduk! "
"Dimana yoga bu? "
"Yoga sudah tidur! Kamu selama dua hari tidak ada kabar apa pekerjaan mu di situ sanggat banyak? "
"Haa... Tidak bu! Aku baru saja ikut majikan ku pindah tugas, dan asal ibu tau majikan ku pindah di ibu kota jadi aku bisa pulang saat libur"
"Benarkah? Ibu senang mendengarnya, kamu hati-hati ya di sana jangan menyusahkan majikan mu! "
"Ia bu, kalau gitu aku tutup dulu telfonnya. Asalamualaikum". Arin mengakhiri telfonya saat pintu kamarnya di ketuk.
ini visual fersi aku
Wisnu putra mahardika
30thn
CEO di PT mahardika grup
Riyan wicaksono
31thn
tangan kanan Wisnu
ariani dewi
26thn
__ADS_1
single parents