TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
38. Keputusan mariyam


__ADS_3

Sebelum Wisnu turun dari kamarnya, mariyam sudah memutuskan untuk segera menikah kan Wisnu dengan arin. Dengan begitu mariyam juga bisa pensiun dari urusannya di kantor. Di usia mariyam yang hampir kepala enam itu memang harus lebih banyak beristirahat dan tidak terlalu memikirkan beban pekerjaan. Rencananya setelah Wisnu menikah nanti semua bisanis yang di kelola mariyam akan berpindah tangan ke Wisnu.


Sebenarnya mariyam kurang suka dengan arin. Selain tidak selevel dengan keluarganya, dan tak luput dari setatus arin yang janda. Mariyam juga bernafas lega saat mendapatkan informasi adri orang suruhannya jika arin wanita dari keluarga sederhana dan baik.


Arin sudah bergabung di meja makan. Hening dan hening.


Wisnu asik menghabiskan rotinya. Arin masih diam tak menyentuh sarapan nya.


Akhirnya mariyam mulai bersuara.


" Eyang mau kalian cepat menikah! ", cicit mariyam.


Wisnu yang sedang minum itu langst tersedak saat mendengar permintaan konyol dari neneknya. Arin yang sedari tadi menunduk langsung mendongakkan kepalanya, memberanikan diri melihat Wisnu.


" Uhuk. Uhuk. Uhuk...


"Apa Wisnu tak salah dengar eyang? ", Wisnu memastikan lagi ucapan mariyam.


" Engak ! Eyang mau kalian segera menikah dalam waktu dekat ini! ", ucap mariyam.


" Eyang jangan bercanda ya? ", kata Wisnu.


" Kenapa juga eyang harus bercanda! "


"Kamu lupa atau pura pura lupa dengan perjanjian kita? "


"Dan batas waktu yang eyang kasih sudah hampir habis, kurang dua minggu lagi! ", jelas mariyam.


"Itu artinya kamu harus segera menikah dengan wanita pilih an mu itu! ", mariyam menunjuk arin dengan dagunya.


" Maaf eyang! Tapi saya tidak bisa menikah dengan mas Wisnu! ", jelas arin lirih dengan kepala terunduk.


" Ya... Betul itu eyang! ", tambah Wisnu yang menyukai penjelasan arin.


" Kenapa? Apa alasannya? ", tanya mariam dengan nada yang tinggi.


" Maaf!! ", hanya itu yang keluar dari mulut arin.


" Eyang tidak mau tau alasan kalian! Pokoknya harus menikah dalam waktu dua minggu ini! Tidak ada penolakan! ", kata mariyam yang langsung bangkit dari duduknya.


" Eyang! Jangan begitu dong! Kasih waktu buat Wisnu! ", bujuk Wisnu yang ikut berdiri.

__ADS_1


" Tidak ada tawar menawar! "


"Arin ! Katakan ke pada orang tua mu jika kami akan datang untuk melamar mu besok! ", kata mariyam.


" Maaf eyang! Saya benar-benar tidak bisa menikah dengan mas Wisnu! Dan saya juga tidak bisa menyampaikan ini ke pada orang tua saya! ", kata arin dengan mata berkaca kaca


" Kenapa? Apa kamu hanya memanfaatkan kekayaan Wisnu saja? ", tanya mariyam dengan emosi.


" Tolong eyang jagan begini! Kita duduk dulu ya! Tolong Terima alasan arin! ", kata Wisnu.


" Eyang tetap akan pergi menemui orang tua kalian berdua! ", tatih mariyam.


" Jangan eyang! Walaupun eyang ke rumah orang tua saya, saya jamin tetap tidak bisa menikah dengan mas Wisnu! Karena saya belum mendaftarkan perceraian saya ke kantor agama! ", jelas arin dengan menutup matanya untuk menutupi rasa takutnya.


" Itu masalah gampang! Eyang akan menghubungi pengacara eyang agar segera di bereskan! ", kata mariyam.


" JANGAN!!! "


Jawab mereka berdua kompak.


"Lalu mau kalian apa? Haa? "


"Aduh ", mariyam memegangi kepalanya yang tiba tiba berdenyut.


" Ini semua gara kamu! Apa susahnya menuruti keinginan eyang! ", mariyam berjalan meninggalkan Wisnu dan arin di meja makan dengan kepala yang masih berdenyut.


" Eyang mari saya bantu! ", tawar arin.


" Gak usah! Minggir! " , mariyam menepis kasar tangan arin.


Ceekk...


Wisnu berdecak sambil menjambak rambutnya sendiri.


Arin kembali duduk, arin tak berani melihat Wisnu yang sedang mondar-mandir memikirkan sesuatu.


"Ayo berangkat! ", ajak Wisnu yang melihat jam sudah hampir pukul delapan pagi.


Tanpa menjawab arin langsung mengikuti langah Wisnu.


Dalam perjalanan menuju kantor mereka sama sekali tidak terlibat dalam pembicaraan. Suasana di dalam mobil sangat hening. Hingga sampai di kantor pun mereka berdua masih saling diam. Tidak seperti biasanya, jika mereka sedang bersama ada saja yang di bicarakan, tentu saja arin dulu yang selalu menemukan bahan untuk menjadi topik pembicaraan mereka. Walaupun Wisnu menjawab dengan singkat.

__ADS_1


"Pagi bro! ", sapa Riyan saat melihat Wisnu berjalan menuju ruangannya.


" Cekk....


"Hemm... Pagi! Ini masih di kantor dan masih jam kerja! Tolong profesional ! ", kata Wisnu dan berlalu meninggalkan Riyan.


Kening Riyan mengkerut saat mendapat jawaban dari bos sekaligus sahabat nya itu , merasa aneh dengan sikap Wisnu. Biasanya Wisnu tak masalah jika sahabatnya itu memangil dirinya dengan sebutan non formal.


" Aneh! ", gunam Riyan.


Riyan langsung menyusul ke ruangan Wisnu.


" Lu ada masalah apa? ", tanya Riyan yang sudah ada di dalam ruangan Wisnu.


Wisnu tak langsung menjawab pertanyaan Riyan. Wisnu menatap tajam ke arah Riyan.


Riyan yang sudah tau jika mood Wisnu pagi ini tidak bagus, langsung melarat ucapan nya.


" Oke... Oke, sory! Maksud saya maaf Pak! Ada masalah apa? Mungkin saya bisa membantu! ", tanya Riyan.


" Kamu bisa kerja gak sih? "


"Sudah lima tahun kamu aku tugaskan untuk mencari satu orang saja tidak pecus! "


"Kalau tidak sanggup katakan saya bisa menyuruh orang lain! ", kata Wisnu dengan serius dan mimik muka yang terlihat sedang marah.


" Tunggu-tunggu ! Ini ada apa? ", tanya Riyan .


Wisnu tak menjawab pertanyaan Riyan. Mata Wisnu melirik ke arah arin yang sedang sibuk membersihkan meja Wisnu. Karena salah satu tugas arin juga membersihkan ruangan Wisnu. Itu pun juga atas perintah Wisnu padahal kantornya juga mempunyai cleaning servis yang cukup.


Riyan mengikuti arah mata Wisnu, dan ia pun segera menghampiri arin.


"Rin...! Tolong kamu keluar dulu ya! Ada yang mau saya bicarakan dengan Wisnu! "


"Kamu bisa bantu intan untuk menyiapkan meeting sebentar lagi! "


"Ia kak! ", arin segera keluar dari ruangan Wisnu .


Riyan mendekati Wisnu yang menyangga kepala nya dengan tangannya.


Riyan menepuk bahu Wisnu.

__ADS_1


" Sorry! ", kata Wisnu.


"It's Oke! Katakan ada apa? ", tanya Riyan yang ikut duduk di sebelah Wisnu.


__ADS_2