TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
39. Teman tak ada akhlak


__ADS_3

Riyan dan Wisnu berteman dari kecil. Jadi tidak heran jika perubahan sikap Wisnu yang sekecil apapun itu bisa terbaca oleh Riyan.


Begitupun dengan Wisnu. Mereka bukan sekedar sahabat, bahkan seperti saudara kakak adik. Saking deketnya mereka punya ikatan batin walaupun di lahirkan dari rahim yang berbeda.


It's Oke! Katakan ada apa? ", tanya Riyan yang ikut duduk di sebelah Wisnu.


" Eyang nyuruh gw nikahin arin! ", kata wsinu singkat.


" Kok bisa? ", tanya Riyan yang kaget.


" Bisa lah!"


"Ini semua gara-gara lu gak pecus cari sifa ! "


"Coba saja lu bisa segera nemuin keberadaan dia! "


"Mungkin ini gak akan terjadi! "


"Lu bayangin aja gw harus nikah ma itu janda! "


"Gw juga pengen ngerasain yang masih ori! ", jelas Wisnu.


" Jadi ini to masalahnya? "


"Tenang saja gw pasti bantu lu! "


"Sebenarnya gw sudah tau keberadaan sifa tapi....


" Lu sudah tau? Kenapa lu gak kasih tau gw? Katakan dimana dia sekang? Gw akan temui dia sekarang juga! ", kata Wisnu yang memotong omongan Riyan.


" Ett.. Dah ini anak ! "


"Dengerin dulu gw ngomong jangan asal nyerobot bae! "


"Dengerin nih gw ngomong! ", kata Riyan sedikit kesal.


Wisnu sangat antusias untuk mendengarkan penjelasan Riyan. Akhirnya dia akan segera menemukan pujaan hatinya kembali. Wisnu menggeser kan tubuhnya agar lebih dekat dengan Riyan.


" Cepat katakan! ", perintah Wisnu yang sudah di landa rasa penasaran.


" Ia gw udah tau dia selama ini di mana?"


"Gw tau dari orang ku jika dia melihat sifa berada di sebuah desa yang terletak di Jawa Tengah! "


"Tapi saat gw pastiin sendri ke sana, tempat tinggal itu sudah kosong tak ada lagi yang menghuni "

__ADS_1


"Padahal orang-orang gw selalu mengawasi gerak gerik setiap orang yang tinggal di rumah itu! "


"Gw pikir memang ada yang sengaja menyembunyikan sifa, entah dengan tujuan apa! "


"Lu lihat ini! ", Riyan menyodorkan ponselnya. Disitu melihat kan beberapa foto yang di kirim oleh orang suruhan Riyan.


" Gw merasa pernah lihat mobil ini! Tapi gw lupa dimana! Mungkin lu mengenali mobil ini? ", tanya Riyan.


" Gw juga gak tau! ", jawab Wisnu mencoba untuk mengingat - ingat.


" Terus orang-orang lu belum memberi info terbaru lagi? ", tanya Wisnu yang masih fokus melihat foto di ponsel Riyan.


" Belum! ", jawab Riyan


" Tapi lu tenang saja gw pasti bantu lu menemukan sifa mu itu! ", imbuh Riyan.


" Lalu gimana dengan gw dan arin? "


"Gw gak bisa nikah sama dia! ", tanya Wisnu dengan lesu jika mengingat permintaan neneknya.


" Lu ajak arin nikah kontrak aja! "


"Tentunya dengan perjanjian hitam di atas putih"


"Gimana? ", tanya Riyan.


"Dia saja belum mendaftarkan perceraian nya di kantor pengadilan agama! ", kata Wisnu.


" Lu taukan istilah the power of money? Jadi jangan di persulit! "


"Lu tinggal cari pengacara untuk proses perceraian arin dan suaminya, atau lu kasih dia uang untuk mengurus sendiri! ", jelas Riyan.


" Ia nanti gw coba bicara sama dia! "


"Coba saja tadi pagi eyang tidak memergoki gw sedang berci u m an sama arin! Pasti gak akan di paksa nikah! ", kata Wisnu yang keceplosan.


" Apa lu bilang? Ciuman? "


"Wah gila lu! "


"Jangan - jangan....


" Jangan mikir yang enggak - enggak ya!"


"Itu pun juga terjadi satu kali tadi pagi saat gw lagi mimpi gituan! ", kata Wisnu entah keceplosan lagi atau sengaja ingin memberi tau Riyan yang sebenarnya.

__ADS_1


" Ha-ha-ha! ", Riyan tertawa terbahak - bahak saat Wisnu menyebut mimi gituan.


" Fix... Lu harus segera nikah! Biar lu gak mimi gituan lagi! "


"Gimana ... Nyesek gak? Nyesek lah! Masak enggak! "


"Gw gak bisa ngebayangin se frustasi apa lu saat hasrat lu yang belum tuntas itu sudah kena razia nenek lu! "


"Hahahha"


Riyan kembali tertawa setelah meledek Wisnu.


"Dasar teman gak akhlak lu! ", Wisnu berdiri dari duduknya dan menonyor kepala Riyan .


" Ha-ha-ha "


"Lalau gimana urusan lu ma arin? ", tanya Riyan setelah puas tertawa.


" Lu urus aja surat -surat perjanjian nya! "


"Nanti gw akan coba bicara dengan arin ", kata Wisnu.


" Oke! Siap! ", jawab Riyan.


Sedangkan arin membantu intan untuk menyiapkan tempat dan segala keperluan untuk meeting.


Dikit demi sedikit atin mulai belajar dari intan yang menjabat sebagai sekretaris Wisnu.


Intan juga tak pelit ilmu. Dengan telaten mengajari arin.


" Intan sudah siap semua? ", tanya Wisnu.


" Sudah bos! Mereka juga sudah datang hanya menunggu bos aja! ", jawab intan.


Arin pura - pura sibuk saat Wisnu mendekati meja kerja intan. Arin tak berani melihat Wisnu , entah malau atau takut, aku pun juga tidak tau.


" Arin! Nanti setelah selesai meeting kamu ikut saya! ", kata Wisnu yang tau jika arin hanya berpura-pura sibuk.


" Ia... Pak! ", jawab arin singkat dan tetap tidak melihat ke arah Wisnu.


Acara meeting berjalan dengan lancar.


Rencana Wisnu setelah selesai meeting akan mengajak arin makan siang untuk minta maaf dan juga membicarakan tentang ide yang di sarankan oleh Riyan.


Namun rencana Wisnu gagal karena para rekan bisnis nya mengajak untuk makan siang bersama . Tentu saja Wisnu tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


Wisnu mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia menulis pesan untuk arin, jika dia harus menemani rekaman bisnis nya untuk makan siang.


__ADS_2