
Setelah lama arin berdiam diri di teras masjid. Arin memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai sore. Arin yang kuang fokus saat berjalan tanpa sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari mobil.
Brukk
"Awu! ", pekik arin sambil mengusap bahunya.
" Maaf! ", kata arin sambil menunduk.
"Ia gak papa! ", kata pria muda itu sambil menampilkan senyum termanisnya.
" Saya permisi tuan! ", pamit arin dan berlalu pergi.
" Cantik dan juga manis! ", gunam pria itu memuji arin dan masih memperhatikan kepergian arin.
" Semoga kita bisa bertemu lagi girl! ", lanjutnya sambil berjalan menuju masjid.
Di rumah utama
" Eyang istirahat lagi ya! Wisnu mau mandi dulu! ", Wisnu mengecup pipi mariyam sebelum bangkit dari duduknya.
" Kamu harus menepati janji mu! ", kata mariyam.
" Ia ", jawab wisnu singkat dan keluar dari kamar mariyam.
Sesampainya di kamar Wisnu menghubungi arin lagi. Wisnu mondar mandir karena handphone arin tetap tidak aktif.
Wisnu: "halo yan! "
Riyan: " Ya ada apa? "
Wisnu: " Gw butuh bantuan lu untuk cari keberadaan arin sekarang juga!
Tut...
Wisnu memutuskan telfonnya sepihak sebelum mendapat jawaban dari Riyan.
Di gedung apartemen
"Baru aja rebahan sudah dapat tugas lagi! ", gerutu Riyan namun tangannya berselancar di ponselnya. Tentu saja Riyan akan menyuruh orang-orang nya untuk mencari arin.
" Untung ya lu sahabat sekaligus bos gw! Kalau bukan udah pasti gw pites lu! ", maki Riyan .
Riyan mengambil jaket kulit nya dan segera keluar untuk mencari arin.
" Harus cari kemana gw? Arin kan di sini gak ada yang dia kenal! Mana hujan lagi! ", gunam Riyan dalam mobil.
Arin berjalan menyusuri trotoar. Arin memang sengaja tidak naik angkot atau taksi. Arin hanya ingin mengukur waktu nya agar tidak cepat sampai ke rumah yang bak istana itu.
Arin berlari saat tiba-tiba hujan turun.
__ADS_1
Namun setelah itu arin menikmati hujan itu. Arin berjalan santai di tengah guyuran hujan yang deras itu. Ajakan Wisnu untuk menikah kontrak itu selalu menari nari di otaknya. Membayangkan itu semua, Arin berpikir bagaimana caranya agar tidak melakukan nikah kontrak. Arin memutuskan untuk pulang dan akan bernegosiasi dengan Wisnu. Dan semoga Wisnu mau mengabulkan permintaan nya.
Jujur saja arin sebenarnya cemas jika hutangnya akan di tambah berkali-kali lipat. Itu artinya arin tak bisa lepas dari Wisnu dan semua pekerjaan yang akan Wisnu berikan. Tapi jika dia menikah dengan Wisnu itu tidak mungkin, karena arin masih menjalin hubungan dengan arif, ya walau belum pernah bertemu.
Hujan masih turun membasahi bumi, arin berjalan lebih cepat lagi sambil mengosok- ngosokkan kedua tangan nya, untuk mengurangi rasa dingin.
Saat arin asik berjalan di kagetkan dengan suara lakson mobil.
Arin mengusap wajahnya yang basah, kemudian arin menajamkan matanya untuk melihat siapa gerangan yang ada dalam mobil itu. Karena baru kali ini arin melihat mobil itu.
"Hay... Girl! ", sapa laki-laki itu saat menurunkan kaca mobilnya.
" Apa yang kamu lakukan! Ayo naik! ", teriak laki-laki itu.
Arin langsung pergi karena merasa tidak mengenali laki-laki itu . Arin berjalan cepat sambil menengok ke belakang. Arin berlari karena mobil itu terus mengikuti arin dari belakang.
" Apa dia lupa dengan ku! ", gunam laki-laki itu dari dalam mobil.
Arin berhenti saat mobil itu menghalangi jalannya.
" Apa yang kamu lakukan! "
"Lihat ini hujan semakin deras! ", kata laki-laki itu yang sudah turun dari mobil nya.
" Ayo aku antar pulang! ", laki-laki itu menarik tangan arin.
" Lepas! ", arin menepis tangan laki-laki itu.
"Saya tidak kenal dengan anda jadi biarkan saya pergi! ", arin melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun dengan cepat tangannya di tarik oleh laki-laki itu.
" Lepaskan! ", maki arin dengan tatapan tajam nya.
" Kamu gak ingat saya siapa? ", tanya laki-laki itu.
" Tidak! ", jawab arin ketus.
" Lepas atau saya akan teriak! ", kata arin.
" Teriak saja! Gak akan ada yang denger!kamu bisa lihat kan jalanan sangat sepi begini! ", kata laki-laki itu.
" Lepas! Saya gak kenal anda! "
"Biarkan saya pulang! "
"Tolong jangan menambahi masalah saya! ", kedua telapak tangan arin tangkupkan di depan dada memohon agar di izinkan pergi oleh laki-laki itu.
" Tolong biarkan saya pulang! Saya minta maaf jika saya punya salah! ", imbuh arin dengan mata berkaca-kaca.
" Kamu benar-benar tidak mengingat ku? ", tanya laki-laki itu.
__ADS_1
Arin hanya menggeleng sambil menatap wajah tampan laki-laki itu.
" Kita baru ketemu tadi sore di pelataran masjid! ", kata laki-laki itu sambil mengamati wajah arin yang mencoba mencoba mengingat.
" Sudah ingat? ", tanya nya lagi.
" Maaf tadi saya tidak sengaja menabrak anda tuan! ", jawab arin sambil tertunduk.
" Oke! Sebagai tanda maaf kamu harus mau saya antar pulang! Lihat jalan sangat sepi dan hujan juga belum reda. ", kata laki-laki itu.
" Tidak tuan! Biar saya pulang sendiri. Nanti majikan saya akan marah jika saya pulang di antar oleh orang asing! ", bohong arin.
" Baiklah! Sebagai gantinya siapa nama kamu? "Tanya laki-laki itu sambil mengulurkan tangan.
Dasar orang aneh!, batin arin .
" ARIN", jawab arin yang mengabaikan tangan laki-laki itu.
"Kenalin gw marchel! ", kata laki-laki itu.
Arin hanya mengangguk dan pergi meninggalkan marchel.
marchel hanya tersenyum melihat kepergian arin. setelah itu ia kembali masuk dalam mobil ingin mengikuti arin dari belakang. namun ia urungkan niatnya karena marchel merasa kedinginan karena kehujanan. akhir nya marchel membelokkan mobilnya ke arah lain.
"kita pasti akan bertemu lagi girl! ", gunam marchel sambil tersenyum.
Arin mempercepat langkahnya sesekali ia menoleh kebelakang. Saat mengetahui jika tidak lagi di ikuti arin membuang nafas kasarnya.
Arin tiba di rumah sudah jam setengah sepuluh malam. Ruamah itu terlihat sepi . Arin membuka pintu dengan hati-hati agar penghuni rumah tidak mengetahui kedatangan nya.
Saat arin akan menaiki tangga menuju kamarnya di kejutkan oleh suara yang tidak asing bagi arin.
"Dari mana saja kamu? ", tanya Wisnu mendekati arin.
" Jawab jangan diam saja! Dari mana? ", tangan Wisnu memutar tubuh arin yang masih membelakangi Wisnu.
" Kamu!! ", mata Wisnu membulat sempurna saat melihat kondisi arin yang menggigil kedinginan.
" Bi...biarkan sa..saya ga..nti ba..ju ter..lebih di.. Dulu! ",kata arin dengan bibir bergetar.
Wisnu mengangguk , karena kasihan melihat arin yang sudah pucat karena kedinginan.
" Cepat ganti baju! Ada yang harus kita bicarakan! ", kata Wisnu.
arin mengangguk dan pergi menuju kamarnya.
Sedangkan Wisnu memilih pergi ke dapur untuk membuatkan coklat panas untuk arin.
Biasanya Wisnu akan di layani oleh arin, namun kali ini Wisnu gantian yang melayani arin. Wisnu bisa saja menyuruh art nya untuk membuatkan coklat panas. Tapi berhubung sudah malam Wisnu tak ingin menggangu waktu istirahat para art nya.
__ADS_1
Tanpa Wisnu sadari mariyam telah memperhatikannya dari tadi. Dari pertama Wisnu menegur arin sampe saat ini. Mariyam tersenyum melihat perhatian Wisnu terhadap arin. Mariyam yakin bahwa Wisnu akan hidup bahagia dengan arin, wanita pilihannya sendiri. Karena mariyam belum tau jika mereka berdua hanya sandiwara.