TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
96.kejahilan Wisnu


__ADS_3

Wisnu menyusul Arin yang sedang meninabobokkan Yoga.


"Sudah tidur Rin? " Tanya Wisnu pelan.


"Sudah mas! " Arin mengubah posisi nya menjadi duduk.


"Mas Wisnu mau aku ambilin baju ganti? " Tawar Arin saat melihat Wisnu membuka kancing kemejanya.


"Boleh " Sahut Wisnu.


Arin langsung beranjak dari duduknya dan mengambilkan baju ganti untuk Wisnu.


"Ini mas bajunya! "


"Taruh situ dulu! Aku mau mandi gerah " Ucap Wisnu yang langsung menuju kamar mandi.


Setelah kepergian Wisnu ke kamar mandi, Arin membuka media sosial yang berlogo F. Arin menyudahi nya saat Wisnu keluar dari kamar mandi.


Wisnu keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya.


"Baju ku mana? Tanya Wisnu .


" Ini mas " Arin menyerahkan baju Wisnu. Arin tak berani melihat Wisnu terlalu lama, ia membuang pandangan nya ke arah jendela.


Dengan posisi tangan yang masih mengulur, sehingga Wisnu mempunyai ide jahil untuk mengerjai Arin.


Wisnu tak mengambil bajunya, ia malah menarik tangan Arin dan menempelkannya ke dadanya yang masih basah.


Arin tersentak kaget, dengan cepat Arin menarik tangannya. Secepat kilat pula Wisnu menahan tangan Arin agar tetap menempel di dadanya.


"Mas! " Ucap Arin.


"Kenapa? " Sahut Wisnu tanpa ekspresi.


"Lepas dong mas! " Cicit Arin.


"Memangnya kamu gak pengen pegang ini! Dan ini! " Wisnu mengarahkan tangan Arin ke perutnya yang seperti roti sobek.


"Mas! " Arin menatap tajam Wisnu.


"Auw" Pekik Wisnu saat perutnya di cubit oleh Arin. Sehingga Wisnu melepaskan tangan Arin.


"Enak kan? Buruan pakai baju! " Tatih Arin.


Wisnu pun terkekeh melihat wajah Arin yang sudah seperti udang tebus.



Bang Wisnu setelah mandi 🤭😁


Malam pengantin mereka sangat berbeda dengan pengantin pada umumnya. Pada umunya para pengantin baru akan menghabiskan malam pertamanya. Namun tidak dengan mereka berdua. Selain karena ada perjanjian yang telah mereka sepakati bersama, Yoga juga berada di kamar itu.


Arin tidur di samping kiri Yoga dan Wisnu di samping kanan Yoga.


Arin pura-pura memejamkan matanya saat Wisnu menatapnya tanpa berkedip.

__ADS_1


"Rin! " Wisnu menoel lengan Arin.


"Heemm" Sahut Arin.


"Rin! " Wisnu mencubit hidung Arin.


"Apa mas? Buruan tidur sudah malam? " Ucap Arin dengan mata yang pura-pura terpejam .


"Boleh ya! " Ucap Wisnu.


Ucapan Wisnu itu mampu membuka mata Arin. Arin pun membuka matanya lebar-lebar.


Wisnu tertawa pelan saat melihat wajah panik Arin.


"Aku tau kamu hanya pura-pura tidur" Ucap Wisnu sambil mengubah posisinya yang awal mula miring, kini berubah menjadi telentang dengan kedua tangannya di jadikan bantal.


"Iseng banget sih kamu! " Umpat Arin.


"Kamu sudah lihat rumah di depan sana? " Tanya Wisnu.


"Rumah yang masih tahap pembangunan itu? " Sahut Arin.


"Iya, gimana? Kamu suka gak? " tanya Wisnu.


"Maksud mas Wisnu apa? "Arin balik tanya.


"Rumah itu untuk mu! Aku sudah menepati janji ku kan!"ucap Wisnu.


"Tapi rumah itu terlalu besar mas untuk kami tinggal berdua" sahut Arin.


"Aku juga ingin ngerasain tinggal di rumah itu "ucap Wisnu lagi.


Arin hanya diam tak bisa membalas ucapan Wisnu. Sebenarnya Arin juga merasa berat hati jika pernikahannya yang ke dua ini harus berakhir dengan perceraian.


Arin sadar diri, ia gak berharap banyak. Arin sangat sadar dengan setatusnya hanya istri kontrak dari Wisnu. Hari-hari Arin lalui bersama Wisnu dan itu mampu menciptakan percikan api cinta di dalam hati Arin.


"Gimana kabar Sifa? Apa sudah di temukan? " Arin pura-pura tidak tau jika Sifa sudah di temukan .


"Sudah" Jawab Wisnu singkat.


"Kalau sudah kenapa pernikahan ini masih di lanjutkan? "tanya Arin.


"Riyan baru mendapatkan kabar tadi setelah kita ijab qobul" jelas Wisnu.


"Jadi itu yang membuat kak Riyan pulang lebih dulu? "tanya Arin.


"Iya, Riyan harus memastikan sendri jika itu benar-benar Sifa " jawab Wisnu.


"Lalu kenapa mas Wisnu gak ikut pulang dengan kak Riyan? "Arin kembali bertanya.


"Menurut mu apa pantas jika aku pergi di malam pengantin kita? "


"Pantas saja! Aku bisa beri alasan sama keluarga ku , jika kamu sedang ada acara penting di kantor. Pasti mereka semua tak akan curiga " Jelas Arin..


"Apa kamu mengusir ku? " Wisnu memiringkan kembali badannya.

__ADS_1


"Tidak! " Ucap Arin yang bergetar karena menahan rasa sesak di dada.


Wisnu bangkit dari tidurnya, ia melangkah menghampiri Arin. Wisnu duduk berjongkok di samping tempat tidur.


"Maafkan aku! " Ucap Wisnu.


"Kamu gak salah mas, jadi jangan mengucapkan kata maaf! " Sahut Arin yang masih dengan posisi tidur menyamping.


Kamu gak salah mas! Tapi aku yang salah, perasaan ku terhadap mu yang salah. Aku telah mengingkari janji ku, karena perasaan ini tiba-tiba ada begitu saja. Batin Arin.


"Tidur lah mas ini sudah larut malam! " Ucap Arin.


"Boleh aku minta sesuatu dari mu?"


Arin pun menoleh ke Wisnu, " Apa? " Tanya nya.


"Selama kita masih terikat dengan pernikahan, kamu jangan pernah dekat dengan laki-laki mana pun termasuk Marchel "


"Iya mas aku tau itu! Di surat perjanjian kita juga ada kok, dan aku tak mungkin lupa " Arin mengusap sudut matanya yang basah.


"Terimakasih " Wisnu melabuhkan kecupan singkat di kening Arin.


"Tidur lah! " Tatih Wisnu.


"Mas mau ngapain? " Tanya Arin saat merasakan gerakan di belakang nya.


"Tidur lah " Sahut Wisnu.


"Iya aku tau! Tapi kenapa harus di sini? " Arin menengok ke belakang dan benar saja Wisnu sudah berbaring di belakangnya.


"Anggap saja ini malam pengantin kita! Aku janji tak akan melanggar janji kita. Tapi jangan salahkan aku juga jika aku khilaf " Wisnu pun terkekeh.


"Mas! " Ucap Arin.


"Bercanda! Sudah ayo tidur! "


Grep


Wisnu memeluk Arin dari belakang tanpa izin.


"Mas kondisikan tangan mu! " Arin memberontak pelukan Wisnu.


"Diam lah! Aku janji tak lebih dari ini! " Ucap Wisnu lirih.


"Tapi mas... "


"Diam lah atau dia akan menerkam mu! "


Arin langsung terdiam tak lagi bergerak , Arin takut jika Wisnu khilaf, karena Arin merasakan ada yang hidup di bawah sana . Apa lagi Wisnu menggesekkan benda hidup itu dengan pelan di bokongnya.


Mudah-mudahan aku gak khilaf Rin! Batin Wisnu sambil tersenyum saat merasakan jika Arin sedang gugup.


Awas ya bang nanti jadi khilaf beneran 🤭


Jangan lupa dukung karya author ini dengan cara like👍, komen✍ dan favorit kan💙

__ADS_1


Beri vote dan juga hadiah 🌹buat author agar semangat buat bab baru lagi😉🤭🤗


__ADS_2