TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
61. Trio Cogan


__ADS_3

Riyan, Wisnu dan juga arin jalan beriringan menuju parkiran mobil. Hari ini Wisnu dan Riyan pulang lebih awal karen semua pekerjaan telah selesai. Karena masih sore mereka memutuskan untuk nongkrong di kafe terlebih dulu.


Awalnya arin menolak dengan alsan Wisnu baru saja sembuh. Tapi berada dengan Wisnu yang mengiyakan ajakan Riyan itu. Akhirnya arin pun mengikuti kemauan mereka berdua. Sebenarnya sih arin juga gak nolak kalo di ajak nongkrong. Bahkan jiwa mudanya meronta-ronta ingin nongkrong dan ber Selfy ria seperti teman-temannya.


"Kamu masuk duluan rin! Aku mau ke toilet sebentar! ", kata Wisnu yang sudah berada di luar mobil.


" Kak Riyan... "


"Sebentar nanti aku nyusul! ", sela Riyan yang sibuk menelfon .


Arin berjalan masuk ke sebuah kafe yang lagi ngehits itu. Banyak pemuda pemudi yang asik duduk manis sambil bercengkrama di sana.


Arin memilih di bangku sudut kafe itu. Sambil menunggu kedatangan Wisnu dan Riyan, arin memesan minuman boba.


Arin memainkan ponselnya , ia berselfie dengan menampilkan senyum manisnya. Kemudian arin mengunggah foto nya di medsosnya. Arin juga nampak menikmati lagu yang di bawakan oleh band pengisi di kafe itu.sebuah lagu yang pernah populer di tahun 2009 .Seakan tersihir dengan suara merdu sang vokalis, arin pun ikut bersenandung.


"Saat pertama ku dekati dirimu


Menuruti semua inginmu


Dan tiba waktumu 'tuk beri jawaban


Ternyata kau anggap aku hanya teman", arin menggerakkan bibirnya mengikuti syair lagu, dengan matanya tak teralihkan dari benda pipih di tangannya.


"Bawalah aku ke dalam mimpimu


Aku takkan kecewakan kamu


Walaupun itu semua hanyalah sebatas mimpi


Jadikan aku kekasih hatimu


Aku menginginkan kamu


Sungguh-sungguh merasa ku jatuh cinta", arin semakin asik dan menikmati lagu yang di bawakan oleh pemain band itu. arin tersenyum saat mengingat kenangan semasa sekolah dulu sering menyanyikan lagu sama dengan teman-temannya di saat jam kosong ataupun istirahat.


"Telah berbagai cara 'tuk dapatkan hatimu


Tetap saja kau anggap aku hanya teman", arin mengatakan ponselnya ke mini panggung itu, ia mengabadikan pemain band itu lewat vidio. sambil merekam arin juga terus mengikuti syair itu .


Arin mengedarkan pandangannya saat mendengar kasak kusuk dari pengunjung cafe .


Lihat dia cakep banget!


Mau dong kenalan!


*udah ada yang punya belum sih? kalau sudah ada yang punya mau dong jadi yang kedua.


jadi simpanannya gw juga gak nolak*.


Wah trio cogan itu jalan ke arah kita!


Gw yang tengah!

__ADS_1


Gw kiri!


Gw yang kanan!


Bener-bener mahluk ciptaan Tuhan yang menyejukkan mata.


Arin memutar bola matanya saat tau siapa yang kaum hawa di cafe itu ributkan. Bahkan arin menirukan gaya bicara para wanita itu dengan menyebikan bibirnya.


"Gw kiri! Gw kanan! Gw yang teng... "


Ucapan terhenti saat menyadari ada tiga orang. Itu artinya Wisnu dan Riyan telah mengundang temannya lagi, pikir arin.


Sedetik kemudian arin menoleh ke tiga pria tampan itu yang berjalan ke arahnya. Seketika mata arin membola sempurna bahkan hampir keluar dari cangkangnya. Rahang arin pun serasa ingin jatuh.


Dengan cepat arin membuka tasnya. Mencari sesuatu di sana yang bisa ia gunakan untuk menyamar.


"Rin! ", sapa Riyan .


" Ia kak! ", arin mendongakkan kepalanya.


" Hahaha... Kamu kenapa pake masker segala? ", tanya Riyan tangan usilnya akan membuka paksa masker yang arin kenakan.


" Jangan kak! ", arin menangkis tangan Riyan sehingga tidak bisa menyentuh masker arin. " Aku batuk!, jadi aku harus pakai masker . " , bohong arin sambil pura-pura batuk.


"Batuk? ", ucap Wisnu sambil mengerutkan dahinya.


" I.. Ia... Gak tau tiba-tiba tenggorokan rasanya gatal. ", bohongnya lagi.


" Ia tadi! Tapi sekarang tidak. ", jawabnya lirih.


Sedangkan marchel hanya melihat memperhatikan arin dengan seksama. Bahkan tidak mengedipkan mata nya.


Arin?


Arin yang sama bukan sih?


Ahhh... Semoga saja bukan.


Tapi kalau di lihat dari postur tubuh nya....


" Jaga tu mata! Dia itu calon bini nya abang lu! ", ucap Riyan yang menyadarkan marchel. Marchel yang mendengar itu menoleh ke sumber suara dan tersenyum samar.


Siapa sih cewek itu?


Iya! Beruntung banget hidupnya dikelilingi oleh Trio Cogan.


Ya.... Tuh bingin ngiri aja.


" Apaan sih cogan? " Tanya Riyan yang mendengar kasak-kusuk dari meja sebelah.


"Tau! ", jawab Wisnu dan marchel kompak serta mengangkat kedua bahunya. Karena mereka tak mengerti istilah cogan yang sering di ungkapan para kaum hawa, saat melihat lawan jenisnya yang bening -bening.


Karena tak mendapatkan jawaban dari kedua laki-laki itu, Riyan mengalihkan pandangannya ke arin untuk mencari jawaban. Arin yang mendapat tatapan dari Riyan itu menghela nafas panjang sebelum memberi jawaban.

__ADS_1


"Kakak penasaran banget ya? ", tanya arin dengan suara yang di samarkan. Tujuannya agar marchel tidak mencurigai keberadaannya.


" Tau gak? ", tanya Riyan.


" Tapi janji jangan ke DP an ya? ", ucap arin.


" Emang artinya apaan? ", tanya mereka bertiga dengan kompak.


Akhirnya dua laki-laki itu juga ikut penasaran dengan istilah cogan.


Arin menggelengkan kepalanya, sebelum menjawab.


" Cogan itu... ".arin menjeda ucapannya sambil melihat ketiga pria yang sedang duduk satu meja dengan nya itu.


Ohh... Astaga! Benar kata mereka. Ini mah beneran trio cogan. Gak kaleng-kaleng. Batin arin yang baru menyadari jika ketiga priya itu mempunyai paras yang tampan rupawan .


"Cepat katakan! ", ucap Riyan yang sudah tak sabar lagi.


" Cogan itu cowok ganteng. ",ucap arin dengan cepat.


Ketiga pria itu terdiam mencerna ucapan arin. Sejurus kemudian mereka bertiga saling tatap dalam diam. Namun tak lama mereka tertawa bersama.


Ha-ha-ha


" Kau dengar kata nya apa tadi? ", tanya Riyan di sela-sela tawanya.


" Kita cogan! Cowok ganteng. Hahaha ", jawab Wisnu yang diiringi gelak tawa.


" Memang benar kata mereka! Kita ini trio cogan. Aku harus berterimakasih kepada ibu ku , yang telah melahirkan ku dengan wajah yang setampan ini. ", ucap Riyan dengan PD nya.


" Ya... Kau benar! ", ucap marchel sambil mengacungkan jempolnya.


" Tanpa orang tua kita, kita tak mungkin ada dan memiliki wajah yang tampan. ", imbuhnya.


" Mereka dapat istilah itu dari mana? Aneh tapi masuk akal juga. ", ujar Wisnu.


Arin yang mendengar perbincangan mereka hanya memutar bola matanya malas.


Sudah ku duga! Jika mereka akan ke PD an. Seharusnya tadi aku pura-pura tak tau saja. (Batin arin)


Mereka bertiga saling melempar candaan. Kadang juga membicarakan masalah pekerjaan.Sedangkan arin hanya menjadi pendengar mereka.


Saat mereka asik bercengkrama, mata marchel menangkap sebuah ponsel yang ada di tangan arin. Sudut bibirnya terangkat sebelah. Tapi arin tak menyadari itu.


••••


ada yang tau gak judul lagu yang di nyanyikan oleh band di cafe itu?


LIKE


VOTE


KOMEN 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2