TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
107. Kekesalan Riyan


__ADS_3

Dengan adanya Sifa di ruangan nya itu membuat hati Wisnu kembali bergemuruh, tatkala mengingat penghianatan yang di lakukan Sifa.


Wisnu dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya dengan begitu ia bisa segera mengurus Sifa.


"Kamu sudah selesai beb? " Tanya Sifa saat melihat Wisnu yang merapikan meja kerja nya.


"Sudah! Aku akan menemui Riyan sebentar! " Ucap Wisnu yang sudah berdiri dari kursi kebesarannya.


"Aku ikut ya! " Sifa melangkah mendekat ke mana Wisnu berdiri.


Wisnu mengangguk dan berjalan lebih dulu. Sifa dengan cepat menggandeng lengan Wisnu. Entah risih atau apa, Wisnu berusaha melepas tangan Sifa yang menempel di lengannya.


Terpaksa Wisnu membiarkan Sifa menggandeng lengan nya dan itu menyita perhatian karyawan Wisnu yang secara kebetulan melihat nya.


Lihat! Bos punya kekasih!


Iya! Pantas saja Arin sudah tak pernah ke kantor!


Iya! Habis manis sepah di buang! Saat di butuhkan saja Arin di bawa ke mana-mana sama si bos, sekarang sudah dapat yang lebih cantik! Arin di hempas begitu saja!


Namanya juga pilihan hidup! Kekasih bos itu terlihat sombong!


Iya!


Para karyawan yang melihat kedua nya itu pun langsung berbisik-bisik menggosipkan nya.


"Jangan mengosipkan bos! Jika kalian tak ingin mendapat SP! " Ucap Intan yang dari tadi mencuri dengar.


"Ckk... Kamu ini bikin orang kaget saja! " Ucap salah satu karyawan Wisnu, "bubar-bubar! Nanti kita di laporkan ke bos! " Lanjutnya.


Intan hanya tersenyum saat melihat teman-teman bubar, "ternyata sangat mudah untuk menakuit-nakuti mereka" Kekeh Intan yang menuju ke meja kerjanya.


Tanpa mengetuk pintu Wisnu pun langsung masuk begitu saja ke ruangan Riyan.

__ADS_1


Riyan mengangkat kedua alisnya saat melihat Wisnu ke ruangannya dengan membawa serta Sifa.


Riyan menutup laptopnya, "kenapa kamu repot-repot datang ke sini? " Tanya Riyan ke pada Wisnu.


"Carikan posisi yang pantas untuk Sifa di kantor ini! " Ucap sekaligus perintah Wisnu.


"Posisi yang cocok seperti apa? Semua posisi di kantor kita sudah terisi! Hanya bagian cleaning servis dan marketing yang sedang membutuhkan orang! " Sahut Riyan.


"Tempatkan dia di bagian keuangan ! " Jelas Wisnu.


Riyan menajamkan pandangannya ke Wisnu.


"Ikuti saja perintah ku! " Ucap Wisnu yang tau akan arti dari pandangan Riyan.


Riyan menghembuskan nafas nya, " Oke! Kamu bisa mulai kerja besok! " Ucap Riyan ke pada Sifa.


"Terimakasih beby! " Ucap sifa dengan bergelayut manja di lengan Wisnu.


Beby... Beby! Awas saja kalau masih merepotkan ku! Akan ku lempar ke sungai amazon biar jadi santapan ikan piranha sekalian. Batin Riyan yang kesal.


"Fa, aku harus pergi dengan Riyan! Kamu bisa kan pulang sendri? " Ucap Wisnu.


"Baik lah! Tapi apa kita gak makan siang dulu? " Sahut Sifa.


"Lain kali saja ya! " Tolak Wisnu secara halus.


"Baik lah kalau begitu aku pergi dulu ya beb! " Setelah mengucapkan itu Sifa pun langsung keluar dari ruangan Riyan.


Dirasa Sifa sudah benar-benar menjauh dari ruangannya , Riyan pun membuka suara untuk melayangkan protesnya terhadap Wisnu.


"Gue gak habis pikir sama lu! Kenapa lu biarkan dia bergabung di kantor kita? Dia itu bukan tipe orang yang setia! Ingat, Dia meninggalkan mu ! Aku tidak yakin jika dia akan setia juga di perusahaan kita" Ucap Riyan.


"Maka dari itu aku sengaja menempatkan dia di bagian keuangan! Dan selanjutnya itu urusan mu! " Sahut Wisnu.

__ADS_1


"APA? Menjadi urusan ku? "


"Lakukan bagi mana caranya supaya perusahaan kita ini tetap aman! "


"Benar-benar ya itu wanita selalu menyusahkan ku! " Gerutu Riyan.


"Jangan mengerutu seperti itu! " Kekeh Wisnu.


"Gimana aku tidak kesal? Saat dia menghilang siapa yang repot? Sekarang sudah kembali siapa juga yang repot? Aku lagi aku lagi! Gara-gara dia aku terpaksa kehilangan cinta ku!" Omel Riyan.


"Maaf! Aku selalu membuat mu repot dengan masalah ku. Hanya kamu satu-satunya orang yang bisa aku handalkan " Ucap Wisnu .


"It's okay! Tapi segera selesaikan maslah mu! Mantapkan hati mu, pilih salah satu dari mereka ! " Ucap Riyan yang me dapatkan anggukan dari Wisnu.


"Kita berangkat sekarang! " Lanjut Riyan yang bangkit dari kursinya.


Wisnu dan juga Riyan menuju ke kantor pak Anton. Karena jarak dari kantor Wisnu ke kantor pak Anton tidak terlalu jauh, sehingga hanya butuh waktu beberapa menit saja mereka sudah tiba di kantor pak Anton .


Setelah selesai Wisnu pun langsung berpamitan, " Terimakasih pak Anton atas kerja samanya! " Ucap Wisnu yang menjabat tangan pak Anton.


Wisnu melebarkan langkahnya agar cepat sampai ke parkiran.


"Ada apa? Kenapa lu buru-buru? " Tanya Riyan yang mengikuti langkah Wisnu.


"Aku ada urusan! Aku akan mengantar mu kembali ke kantor terlebih dulu! " Ucap Wisnu tanpa menjawab pertanyaan dari Riyan.


Setelah mengantar Riyan kembali ke kantor, tak menunggu lama Wisnu langsung melajukan mobilnya.


Mobil sedang warna hitam itu melaju dengan kencang membelah jalanan di kota itu.


"Berani-berani nya dia melanggar perintah ku! " Gumam Wisnu yang fokus mengemudi. Wajahnya tanpa menahan amarah.


Bersambung....

__ADS_1


**jangan lupa like dan komen


berikan hadiah dan juga vote untuk mendukung cerita ini! terimakasih🙏 🤗😉**


__ADS_2