
Rapat sudah selesai Wisnu langsung menuju ruangan nya untuk menemui arin. Wisnu berencana akan mengajak makan siang karena mereka belum sempat makan dari pagi.
"Kemana dia? ", gunam Wisnu saat mendapati arin tidak lagi di ruangannya.
Wisnu berkali-kali menghubungi nomer arin tapi tidak ada jawaban.
" Maaf Pak! "
"Bapak cari teman bapak? "
"Tadi teman bapak mau ke kantin ", kata salah satu pegawai laki-laki.
" Ohh ia trimaksih! ", Wisnu menepuk bahu pegawai itu dan menuju kantin .
" Ada apa ini ribut-ribut disini? ", Wisnu berjalan menghampiri arin , tangannya menyentuh pundak arin.
Arin memejamkan matanya dan menghirup udara dalam-dalam untuk mengontrol emosinya.
" Ada apa ini rin?"
"Apa yang sebenarnya terjadi? "
"Kamu kenal siapa dia? ", tanya Wisnu yang mengamati wajah arin yang masih terlihat emosi.
" Ada masalah apa kamu dengan dia? ", karena tidak mendapat jawaban dari arin, Wisnu memilih bertanya langsung ke pemuda itu.
" Maaf pak! Saya adiknya mbak arin! ", kata pemuda itu sambil menundukkan kepalanya.
" Lebih tepatnya mantan. Mantan adik ipar! ", arin yang kaget itu langsung membuka suara dan menatap tajam pemuda itu.
Adik ipar, batin Wisnu
Eeheemm...
Wisnu berdehem sebelum berbicara lagi.
" Kalau kalian punya masalah pribadi selesaikan di luar, jangan disini! "
"Kamu bisa saya kasih SP karena telah membuat kegaduhan di tempat kerja! ", kata Wisnu dengan tegas.
"Dan kalian berikan ponsel kalian! CEPAT!!! ", Wisnu menunjuk semua orang yang telah menjadi penonton itu.
" Hapus semua vidio yang mereka ambil! ", perintah Wisnu kepada pak heru saat semua sudah mengumpulkan ponselnya.
" Ikut aku! ", Wisnu berbicara setengah berbisik dan langsung menarik tangan arin.
" Kan saya sudah bilang tunggu di sini kenapa malah buat keributan sih? ", kata wisnu saat memasuki ruangannya.
" Saya cuma kepingin beli makan pak! Saya laper banget tadi "
__ADS_1
"Dan saya juga tidak tau jika dia kerja di sini "
"Setau saya dulu dia kerja di Kalimantan Tengah kenapa bisa di sini?", jelas arin sambil tertunduk .
" Ia... Dulu dia memang kerja di Kalimantan Tengah dan karena dia naik jadi kepala mekanis jadi dia di pindah ke sini ", jelas Wisnu.
" Hemmm... Gitu ya? ", jawab arin.
" Apa dia benar-benar adik dari mantan mu? "
"Maaf... Saya tidak bermaksud menggali luka yang telah kamu kubur! ", kata Wisnu yang sebenarnya ingin mencari tahu.
" Gak apa-apa pak! "
"Memang benar dia dulu adik ipar saya"
"Sudahlah pak jangan bahas ini lagi! ", arin memijat keningnya yang tiba-tiba berdenyut.
" Bapak sudah selesai urusanya di sini? ", tanya arin.
" Sudah! "
"Tinggal menunggu laporan saja ", jawab Wisnu.
p
" Berarti kita sudah bisa langsung balik dong pak? ", tanya arin yang enggan lama-lama berada di pulau itu.
"Kenapa pengen buru-buru pulang? "
"Memang Kamu gak mau apa jalan -jalan dulu di sini? ", kata Wisnu sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda arin
" Maunya sih gitu! "
"Tapi gara-gara ketemu itu orang jadi males pak! "
"Pasti dia sudah menghubungi kakaknya kalau saya ada di sini ", Jawab arin lirih namun masih bisa di dengar oleh Wisnu.
" Memangnya kenapa? ", tanya Wisnu penasaran.
" Heemmm... Engak kok pak! Gak papa! ", jawab arin.
" Ya sudah kita cari hotel dulu untuk menginap ", Wisnu berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruangnya.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil untuk mencari hotel untuk mereka menginap.
Krucuk. Krucuk. Krucuk....
Arin memejamkan matanya , tangannya memegangi perutnya.
__ADS_1
" Jadi ketauan deh! ", batin arin.
Wisnu yang mendengar nya hanya menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum simpul.
" Pak kita mampir cari makan dulu ya! ", perintah Wisnu ke supirnya.
Arin memelan ludahnya saat melihat hidangan semangkuk soto Banjar yang menggugah selera.
" Ini pasti enak banget! ", arin meracik sotonya dengan menambahkan sambal dan perasaan jeruk nipis.
" Habiskan!! Jika mau nambah silahkan! ", kata Wisnu yang asik menyupkan soto ke mulutnya sendiri.
" Ahh... Bapak ini saja sudah banyak porsinya kalau nambah lagi bisa meletus perutku nanti ", jawab arin dengan wajah dibuat berpura-pura cemberut.
"Memang saya pesan porsi jumbo kelihatannya kamu kan laper banget. Apa lagi tadi habis marah-marah pasti butuh asupan energi kan? ", kata Wisnu sambil terkekeh.
" Bapak iiihhh... Pantes saja porsinya beda dengan pengunjung yang lain ", sesaat arin cemberut namun tetap melanjutkan makannya.
Saat di tengah-tengah makannya tangan Wisnu terulur menyentuh sudut bibir arin. Arin terbengong saat mendapati perlakuan Wisnu yang terbilang sweet itu.
" Kaya yoga saja makannya masih belepotan "
"HAH!! Hehehe", arin langsung menyambar tisu di sampingnya untuk segera membersihkan mulutnya.
" Pak besok kalau pekerjaan bapak sudah beres sebelum pulang kita mampir ke pasar apung yuk! ", ajak arin penuh harap.
" Boleh!! Tapi lihat besok ya? ", jawab Wisnu.
Arin menganggukkan kepalanya.
" Pasti sekarang sudah lebih bagus tempatnya "
"Dulu terakhir ke pasar apung saat duduk di bangku SD", kata arin.
Wisnu mengernyitkan dahinya.
" Kamu pernah kesini? ", tanya Wisnu .
" Ia dulu... Berkunjung ke rumah budhe ", jawab arin. tnya cmni
" Apa sekarang sudah tidak tinggal disini? ", tanya Wisnu.
" Masih kok! Budhe tinggal di jln. Kapuas, pelaihari ", jawab arin.
" Kamu gak mau mampir ke rumah budhe mu itu? Mumpung kita disini! ", kata Wisnu
" Engak pak! Lagian saya lupa alamat lengkap nya ", arin menggelengkan kepalanya.
" Buruan di habiskan kita hasur cari tempat untuk menginap", kata Wisnu.
__ADS_1
Arin menanggapi dengan menggunakan kepalanya.