TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
80. Ada Mayat


__ADS_3

Riyan masih setia menemani Wisnu di pinggir pantai. Udara yang dingin pun tak berpengaruh untuk Wisnu, ia masih duduk di hamparan pasir putih dan termenung. Riyan menggosok-gosokan kedua telapak tangannya untuk mengurangi rasa dingin.


Baru kali ini gue lihat lu menangisi wanita! Sangat beda jauh saat lu di tinggal sifa! Dulu lu terlihat acuh dan hari-hari lu habiskan di pekerjaan. Riyan membandingkan suasana hati Wisnu saat di tinggal Sifa dan saat Arin menghilang.


"Kita kembali ke hotel sekang! " Riyan menarik paksa Wisnu.


"Gue mau di sini! " Benak Wisnu.


"Gue gak peduli! Sekarang ikut gue! " Riyan memiting Wisnu dan membawanya pergi dari pantai.


"Lepasin gue Yan! " Wisnu mencoba melepaskan tangan Riyan.


Riyan tak bergeming, ia semakin mengeratkan pitingannya agar Wisnu tidak bisa lepas. Lantas Riyan mempercepat langkahnya agar cepat sampai di kamarnya.


"Masuk! " Riyan mendorong Wisnu dengan kasar ke dalam kamar.


"Gue mau istirahat di kamar Arin! " ucap Wisnu ketus dan berbalik badan keluar dari kamarnya.


"Gue ikut! " Ucap Riyan , ia tak bisa membiarkan Wisnu seorang diri dalam keadaan sedih. Itulah yang selalu Riyan lakukan , selalu menemani Wisnu di saat susah atau pun senang.


"Apa sih sebenarnya salah gue? Kenapa mereka tega ninggalin gue? " Tanya Wisnu yang sudah berbaring di tempat tidur.


"Lu gak salah! Jika Sifa ninggalin lu waktu itu , berarti dia gak bisa bersyukur telah di cintai pria seperti mu! "


"Arin gak ninggalin lu! Gue yakin itu! Ini semua pasti ada pelaku yang sengaja menyembunyikan Arin. Karena, gak mungkin Arin pergi secara tiba-tiba tanpa pamit sama kita! " Jelas Riyan.


"Udah gue mau tidur, capek! Lu juga tidur! Besok pagi baru kita lapor ke kantor polisi! " Ucap Riyan yang sudah mulai memejamkan mata.


Wisnu tampak masih terjaga, hatinya yang gelisah tak bisa untuk memejamkan mata. Wisnu menatap langit-langit kamar Arin, sekelebat bayangan Arin muncul di otaknya. Wisnu tersenyum saat mengingat pertemuan pertamanya dengan Arin. Cepatlah kembali! Aku merindukan mu! Batin Wisnu. Tak terasa cairan bening lolos dari matanya, hatinya terasa tercubit . Wisnu baru bisa memejamkan matanya saat hari menjelang pagi.


"Cepat buka pintunya! Berat ini! " Ucap cleaning servis hotel , yang membawa tumpukan kardus berisikan benda yang tak layak pakai.


"Iya sebentar, ini pintunya terkunci! " Sahut temanya.


"Tumben , biasanya juga gak pernah di kunci ini gudang! Mana berat banget ini!"


"Lu tunggu di sini! Gue mau mita kunci serep dulu, lu turunin aja tuh ! "


BRUK!!


Itu di jatuhkan dengan kasar, cleaning servis itu duduk bersandar di depan pintu.


"Minggir! " Ucap temannya yang datang dengan membawa kunci serep.


"Kok berat sih! Kaya ada yang sesuatu deh di balik pitu! "


"Masak sih! " Temannya mencoba mendorong pintu dan benar saja pintu itu terasa serat.


"Coba lu pinggirin, benda apa yang ada di balik pintu! "


Temannya menurut, tangannya di masukan ke dalam melalui celah pintu itu. " Ini kaya orang deh! " Ucapnya tangannya masih meraba-raba benda di balik pintu.


"Minggir biar gue dorong ini pintu! "


"Pelan-pelan! "


"Iya gue ngerti! "


Setelah pintu terbuka kedua cleaning servis itu masuk ke dalam gudang. Betapa terkejutnya melihat seorang wanita yang tak sadarkan diri.


"Aa... Ada ma... mayat cuy! "


"Kita cek dulu, beneran mayat apa bukan! "

__ADS_1


"Ogah, gue takut! Lu aja sono! "


"Cemen lu! "


Dengan langkah gemetar salah satu cleaning servis itu mendekati Arin.


"Masih hidup cuy! Masih ada detak nadinya! "


"Cepat cari bantuan! "


"I-Iya! "


Gudang pun mendadak menjadi ramai, semua orang ikut melihat ke sana .


Di kamar hotel


Hoooaammm... Wisnu menguap, "jam berapa ini? " Gunamnya, "Hah! Sudah setengah sembilan! " Wisnu langsung bangkit dari tempat tidur .


"Lu sudah bangun? " Tanya Riyan yang baru dari luar.


"Kenapa lu gak bangunin gue sih! " Ucap Wisnu dengan kesal.


"Emang sengaja! Nih gue ambilin baju ganti buat lu! " Riyan melempar baju ke arah Wisnu.


Setelah menerima baju ganti, Wisnu segera mandi. Tak butuh waktu lama, Wisnu pun sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Riyan menatap heran sahabatnya itu.


"Tumben cepet banget lu mandi? " Tanya Riyan.


"Ckkk.... Yang penting mandi! Gue harus segera cari Arin lagi! " Wisnu menyambar ponsel nya yang ada di atas nakas.


"Sarapan dulu! Lu juga butuh energi untuk mencari Arin! " Riyan bangkit dari duduknya.


"Gue gak laper! Lu sarapan sendri aja! " Sahut Wisnu yang sudah berjalan keluar kamar.


Wisnu dan Riyan menghentikan langkahnya saat melihat ada ramai-ramai di depan gudang.


"Ada apa tuh rame-rame? " Tanya Riyan.


"Entah lah! " Wisnu mengangkat kedua bahunya.


"Coba kita lihat ke sana! " Ajak Riyan.


"Cepat bawa ke rumah sakit! Detak jantungnya sangat lemah! " Terdengar suara dari dalam gudang.


"Ada apa ini rame-rame? " Tanya Riyan.


"Itu tuan ada wanita pingsan di dalam gudang! " Jawab salah satu orang yang berkerumun.


Mendengar kata wanita pingsan, Wisnu langsung menerobos masuk ke dalam gudang.


"Permisi... Permisi! " Ucap Wisnu.


Matanya membuat saat melihat Arin yang terbaring di lantai.


"ARIN! " Teriak Wisnu , ia langsung mengangkat tubuh Arin.


"Cepat siapkan mobil untuk ke rumah sakit! " Perintah Wisnu sambil membopong tubuh Arin yang lemas.


Riyan yang mendengar pun langsung sigap dan segera mencari kendaran .


Kebetulan sekali ada mobil taksi yang baru saja mengantar seseorang ke hotel itu.


"Cepat jalan pak! " Perintah Wisnu.

__ADS_1


"Baik tuan! "


"Ke rumah sakit terdekat pak! " Ucap Riyan.


"Rin.... Bangun Rin! " Wisnu menepuk - nepuk pipi Arin.


Wisnu segera turun dari taksi, "Sus tolong Sus! " Teriak Wisnu yang masuk kedalam rumah sakit. Perawat yang mendengar pun langsung mengarahkan ke UGD.


"Terimakasih pak! " Ucap Riyan.


"Kembaliannya tuan! "


"Buat bapak aja! " Sahut Riyan yang sudah menjauh dari mobil taksi.


"Tolong sus selamatkan kekasih saya! " Ucap Wisnu.


"Iya Pak, kami akan melakukan yang terbaik! "


"Bapak silahkan tunggu di luar! " Ucap suster. Dengan terpaksa Wisnu harus keluar dari UGD.


"Gimana? " Tanya Riyan dari arah belakang .


"Masih di tangani! " Ucap Wisnu singkat.


Riyan hanya mengangguk dan duduk di kursi tunggu. Sedangkan Wisnu mondar mandir di depan pintu UGD.


"Lu tenang aja! Arin pasti sudah di tangani oleh dokter! " Ucap Riyan.


"Gue gak bisa tenang Yan! Lagian apa sih yang di lakukan di dalam sana? Lama banget! " Oceh Wisnu.


"Sabar lah! " Sahut Riyan.


Akhirnya Wisnu ikut duduk di sebelah Riyan. Baru juga duduk, Wisnu sudah berdiri lagi saat pintu UGD terbuka.


"Gimana dok keadaannya? Baik-baik saja kan? " Wisnu menghampiri dokter.


"Anda keluarga pasien? " Tanya dokter itu.


"Iya dok, saya kekasihnya! " Jawab Wisnu.


"Keadaan pasien sangat lemah, tekanan darah pasien juga sangat rendah! Maka dari itu saya sarankan untuk menjalani rawat inap terlebih dulu! " Jelas dokter.


"Baik dok! Lakukan yang terbaik untuk kekasih saya! " Ucap Wisnu.


"Itu sudah pasti tuan! " Sahut dokter .


"Apa saya boleh masuk? " Tanya Wisnu.


"Sebentar lagi pasien akan di pindah ke ruang rawat inap, sebaiknya tuan tunggu di sini dulu! " Jelas dokter.


"Baik dok!" Sahut Wisnu, dan benar saja Arin di bawa keluar oleh beberapa lewat mengunakan bankar.


"Rin... Please bangun! " Ucap Wisnu yang menggenggam tangan Arin.


Wisnu terus memandangi wajah Arin yang pucat.


Jangan lupa like 👍


komen ✍


favorit kan juga ya 💙


Terimakasih sudah membaca tulisan ku semoga kalian suka dengan cerita nya 🙏😉😘

__ADS_1


__ADS_2