TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
27.Ganti rugi


__ADS_3

Wisnu mencoba mengancam aji dengan menelfon tantenya, karena Wisnu tau aji sangat takut jika istrinya itu marah. Dan seperti dugaan Wisnu , aji langsung memilih untuk mengakui.


Namun bukan aji namanya jika tidak ada persyaratan khusus.


"Oke! Akan aku beri tau tapi ada syaratnya? ", kata aji dengan senyum liciknya.


" Katakan apa syaratnya? ", kata Wisnu.


" Kamu harus mengganti kerugian yang aku alami! Gara-gara wanita mu itu dan temannya kabur aku harus mengembalikan urangnya tiga kali lipat ", kata aji yang berjalan mengitari Wisnu.


" Kalau mau om apa?", tanya Wisnu pura-pura tidak tau tujuan aji.


"Kamu pemuda yang pintar tentu saja sudah tau apa yang aku maksud! ", kata aji.


" Katakan berapa yang om inginkan? ", kata Wisnu sambil menghubungi Riyan .


" Wisnu-wisnu! Kamu ini benar-benar bodoh atau sudah tertutupi dengan yang namanya cinta? Sampai kamu bela-belain dia! Dia itu gak pantas sama kamu! Bukan level keluarga kita! Biarkan dia pergi ke Singapore dan kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih dari dia!", kata aji mencoba memberi tawaran.


"Itu bukan urusan om! "


"Katakan berapa yang harus aku bayar? ", kata Wisnu dengan ketus.


" Oke kalau itu mau kamu! ", kata aji


" Iyan... Transfer sekarang juga ke rekening dia! ", perintah Wisnu .


"Hahahaha.... Aku tidak mau uang mu! ", kata aji


" Katakan apa mau mu? Jangan bertele-tele!, kata Wisnu.


"Berikan perusahaan ayah mu itu kepada ku! ", kata aji dengan enteng.


Wisnu tersenyum kecut saat mendengar permintaan gak masuk akal dari om nya itu.

__ADS_1


" Kalau masalah itu om bisa bernegosiasi dengan eyang! "


"Karena perusahaan itu masih dibawah kendali eyang "


"Aku hanya sebagi wakilnya saja "


"Atau kita telfon eyang sekarang juga? ", kata Wisnu.


" Sial anak ini! Lihat saja apa yang akan aku lakukan! ", batin aji.


" Oke... Kalau begitu ! Bayar lima ratus juta! ", kata aji.


" Wah... Om bener-bener keterlaluan ya? Sama keponakan sendiri? Ini namanya pemerasan! ", kata Riyan yang tidak tinggal diam.


" Pikiran dulu sebelum bertindak! , ini bukan jumlah yang kecil!", Riyan berbisik di telinga Wisnu.


Wisnu tamapk memikirkan bisikan Riyan. Di pikirannya Wisnu tak mungkin mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk arin yang tidak mempunyai hubungan dengannya, keluarga bukan,teman juga bukan pacar apa lagi? Tapi jika arin tidak di bebaskan nasipnya harus berakhir di tangan neneknya, mau tak mau nanti harus menerima perjodohan dari neneknya.


" Serius luu? ", tanya Riyan


Wisnu hanya menggunakan kepalanya.


" Wah... Bener-bener gak beres ini! Masak mau mgorbanin uang sebanyak ini! Pasti dia udah mulai ada rasa! Kalau dia sudah bisa move on bagus sih! Tapi kenapa harus dengan arin? ", batin Riyan yang mengotak atikkan ponselnya untuk mentransfer uang.


" Katakan dimana arin sekarang? ", tanya Wisnu yang tidak mau berlama-lama berhadapan dengan suami dari tantenya itu.


" Tenang! Jagan terburu-buru begitu! "


"Kita duduk-duduk santai dulu ", kata aji .


" Aku tidak ada banyak waktu! "


"Katakan dimana arin! Atau aku akan mencarinya sendiri dengan cara ku? ", kata Wisnu.

__ADS_1


" Bawa dia kesini! ", perintah aji kepada anak buahnya.


Arin terisak karena takut. Arin terus berusaha membuka tali yang mengikat kaki dan tangannya.


Ya Allah... Tolong hambamu, berikan pertolongan untuk ku, doa arin dalam hati dan terus berusaha melepaskan tali namun usaha arin tidak membuahkan hasil karena tali yang mengikatnya terlalu kencang. Hati arin seketika terasa teriris dengan apa yang dia alami


Arin kembali menangisi nasipnya yang tidak berpihak pada nya. Di pikiran arin hanya ada satu nama yaitu yoga anak semata wayangnya. Harapannya hanya satu bisa kembali ke kampung halamannya dan bertemu dengan anaknya.


Arin masih dengan tangis nya tiba-tiba pintu terbuka lebar. Arin menundukkan dirinya saat orang itu mendekatinya.


"Pergi Jagan mendekat! ", kata arin dengan takutnya.


Karena ucapan arin tak di gubris arin terus memohon


" Tolong jangan mendekat tolong! ", kata arin dengan isak tangisnya.


" Diam lah dan ikut kami! ", kata orang itu sambil membuka tali yang mengikat kaki arin.


" Tidak-tidak! "


"Tolong biarkan saya pulang tolong! ", tolak arin.


" DIAM DAN IKUT! ", bentak orang itu dan menarik paksa arin.


Arin meronta saat di tarik paksa. Bayangan arin dirinya akan di jual dan di berangkatkan ke luar negeri saat ini juga. Arin terus bedoa agar ada keajaiban dan ada orang yang menolongnya.


Arin terkejut saat melihat seseorang yang telah berdiri di hadapannya.


"Pak Wisnu ", gunam arin lirih dan langsung berlari kearah Wisnu dan memeluknya. Dalam hati arin tak berhenti mengucap syukur dan terus menangis hingga arin kehilangan kesadaran. Pelukan yang semula erat berubah menjadi longgar dan tubuh arin merosot dengan cepat Wisnu menahannya.


"Hay.. .. Bangun! ", Wisnu menepuk pipi arin.


Tanpa menungu lagi Wisnu membopong tubuh arin dan membawanya keluar dari bangunan itu dan di kuti Riyan.

__ADS_1


__ADS_2