
Buggh
Buggh
Riyan membalas pukulan itu tak hanya sekali dan terjadilah baku hantam.
Lili menangis histeris melihat dua laki-laki itu beradu otot.
"Stop, hentikan! " Teriak Lili.
Tamu undangan yang ada di sana membantu melerai mereka.
Ibu Lili bahkan sampai pingsan melihat kekacauan di cara pernikahan sang anak.
"Lepas! " Ucap Riyan saat di tarik paksa oleh para tamu yang hadir di sana.
Riyan mendekati Lili yang duduk bersimpuh di lantai.
"Asal kamu tau Li, aku sengaja datang gak memberi terlebih dulu. Karena apa? Aku ingin memberi kejutan di hari ulang tahun mu, aku ingin melamar mu. Ternyata usaha ku sia-sia, malah aku sendri yang mendapat kejutan besar dari mu" Setelah mengucapkan itu Riyan melangkah pergi. Namun Lili memeluk kaki Riyan, sehingga langkahnya terhenti.
"Aku mohon maafkan aku! Aku menyesal, aku khilaf mas! " Mohon Lili sambil terisak.
__ADS_1
"Persetan dengan khilaf" Riyan mendorong Lili dengan kakinya sehingga Lili terjatuh.
"Simpan air mata buaya mu itu! Sampai kapan pun aku tak sudi memaafkan mu "
Riyan pun pergi keluar dari rumah Lili, saat melewati buket bunga dan cake yang ia jatuhkan tadi, Riyan langsung menginjak-injak nya hingga tak terbentuk lagi.
Hatinya hancur berkeping-keping, marah? Pasti sangat marah dan kecewa. Perjuangan LDR nya harus kandas dengan penghianatan Lili.
Saat itu Riyan langsung pulang ke Jakarta, dirinya tak ada niatan untuk mampir dan menengok sang ibunda.
Sesampainya di jakarta, Riyan menghabiskan waktu nya di sebuah bar. Mungkin karena rasa sakit hatinya sehingga ia nekat menginjakkan kakinya ke bar dan menenggak minuman beralkohol.
Riyan keluar dari bar dengan sempoyongan, bahkan beberapa kali dirinya menabrak pengunjung yang lain. Tak jarang juga Riyan menabrak tembok atau pilar.
"Kenapa pilar ini ada di tengah jalan sih , mengganggu orang saja" Riyan memukul pilar itu berulang kali.
Akhirnya Riyan berhasil menemukan mobilnya setelah beberapa kali salah. Tentu dengan bantuan seorang security bar itu.
"Tuan sebaiknya anda tidak mengendarai mobil seorang diri! Anda sedang mabuk berat, akan berbahaya buat anda dan orang lain " Ucap security itu.
"Iya... Iya aku tau itu " Sahut Riyan.
__ADS_1
Riyan memang tak langsung menjalankan mobilnya. Setelah lebih dari sepuluh menit ia berdiam diri di dalam mobil, akhirnya Riyan menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan are parkiran.
Awalnya mobil Riyan melaju dengan pelan. Saat tiba di jalan yang sepi, tiba-tiba Riyan menambah kecepatan.
Kondisi nya yang mabuk berat itu mempengaruhi pandangannya. Riyan beberapa kali mengucek matanya yang tiba-tiba rabun. Hingga akhirnya mobil itu keluar jalaur dan menabrak pohon.
Suci saksi mata saat mobil Riyan menabrak pohon. Saat itu suci sedang asik berjalan santai menuju tempat kostan nya. Suci sesaat tercengang, "kecelakaan" Gunamnya lirih.
Suci segera menolong Riyan, "tuan sadar lah! Uhh... Baunya! " Suci menutup hidungnya karena mencium bau alkohol yang sangat menyengat.
Setelah berhasil membawa Riyan keluar dari mobil, Suci segera menghubungi ambulance.
Suci juga ikut ke rumah sakit untuk memastikan jika orang itu masih hidup.
Dengan berbekal ponsel Riyan yang tak terkunci, suci mencoba mencari nomor yang bisa ia hubungi.
Pertama kali yang suci buka adalah riwayat panggilan. Dan benar saja suci menemukan nomor yang ia yakini, jika orang itu dekat dengan Riyan.
Setelah berhasil menghubungi nomer itu, suci duduk di kursi tunggu sambil menunggu orang yang ia telfon datang.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan 😉
__ADS_1