TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
49. visual


__ADS_3

Selama tiga hari Wisnu selalu uring-uringan, karena tak ada yang menyiapkan segala kebutuhannya. Bahkan mencari kaus kaki atau dasi saja kesusahan. Karena arin sengaja mengubah tempatnya.


"Aaa... Coba saja ada arin pasti tinggal pakai! ", Wisnu mengacak rambutnya yang sudah tersisir rapi.


Wisnu turun ke lantai bawah untuk sarapan.


" Bik.... Nanti tolong ya beresin kamar ku! ", perintah Wisnu sambil menikmati sarapan.


" Ia den! ", jawabannya.


Pasti kamarnya kaya kapal pecah lagi!,


Setelah sarapan Wisnu bergegas pergi ke kantor karena sudah kesiangan. Waktu nya habis untuk mencari kaus kaki dan juga dasinya. Itu berlangsung selama arin pulang kampung.


Wisnu melajukan mobilnya deng sedikit ngebut. Karena pagi ini di adakan rapat penting dengan para staf kantornya, untuk membahas proyek baru.


••••


Arin berpamitan dengan keluarganya untuk kembali kerja. Jujur saja arin masih kangen dengan yoga. Arin terus menghujani yoga dengan ciuman saat berada di gendongannya. Yoga pun seakan tak mau lepas dari ibu nya, yoga merangkulkan kedua tangannya di leher ibunya dengan erat. Bahkan yoga sampai nangis kejer saat arin masuk ke dalam mobil trevel.


Arin menyeka air matanya, ia tak tega melihat yoga yang . Menangisi kepergian nya.


Maaf ibu ya sayang! Ini semua ibu lakukan untuk membahagiakan yoga. Agar nantinya yoga gak hidup susah seperti ibu. Yoga harus jadi anak laki-laki ibu yang kuat. Ibu sayang yoga, ibu juga tak ingin jauh dari yoga. Batin arin dengan ari mata yang terus mengalir.


Arin tiba di ibu kota pukul lima sore. Arin memilih untuk beristirahat terlebih dulu di kedai minuman yang di dekat bandara.


Saat arin sedang menikmati boba yang ia pesan tiba - tiba di kagetan dengan suara laki-laki.


"Hay...!! Kita ketemu lagi! ", kata marchel


Arin menatap kesamping kanan kiri memastikan jika orang yang di hadapannya ini salah orang.


" Maaf! Anda siapa? Anda salah orang! ", kata arin karena sekelilingnya hanya ada ibu dan anak kecil.


" Apa kamu memang mempunyai sakit lupa ingatan? Kita pernah ketemu girl! ", kata marchel yang ikut duduk di sebelah arin.


" Maaf! Aku gak ingat. ", arin bangkit dari duduknya karena ia tak ingin meladeni orang asing.


" Hey... Tunggu ! Mau kemana? ", marchel menahan tangan arin.


" Lepas ! Aku mau pulang. "


"Aku antar ya? ", tawar marchel.


" Gak usah! ", jawabnya ketus.


" Kamu beneran lupa siapa aku? ", tanya marchel sambil mengikuti langkah arin.


" Aku beneran gak kenal kamu!, jadi mana mungkin aku kenal nama mu! ", jawab arin.


" Aku masih ingat lo nama mu! Arin kan? ", kata marchel yang berjalan mundur di depan arin .


Arin menghentikan langkahnya. Mengingat ingat siapa laki-laki yang ada di depannya. Arin menutup mulut dengan tangannya saat mengingat laki-laki itu.


Astaga! Dia kan orang aneh itu? Mau ngapain lagi sih?

__ADS_1


" Aahh... Ya aku ingat! ", kata arin .


" Siapa? ", tanya marchel.


" Orang aneh yang waktu itu mau antarin aku pulang saat hujan . ", kata arin.


" Kamu tuh ya! "


"Mungkin kita harus kenalan lagi, buat kamu bisa ingat nama ku! "


"Kenalin gw marchel! "


"Dan kamu harus tanggung jawab, gara-gara kamu saya jadi meriyang dari rumah. ", kata marchel beralasan. Padahal dia hanya bersin-bersin, dan paginya udan gak papa.


" Haaa... Kenapa jadi aku? Kan kamu sendiri yang ikutan hujan-hujan! ", kata arin tak Terima.


" Ya coba saja kamu gak nolak aku antar pulang, pasti aku gak ikutan kamu hujan - hujan kan! ", kata Wisnu.


" Ya kali saya pulang di antar orang asing! ", jawab arin lirih tapi masih terdengar jelas di telinga marchel.


" Makanya biar aku gak jadi orang asing buat kamu, izinkan aku untuk menjadi teman mu! ", kata marchel dengan senyum samar di bibirnya.


Di iya in aja deh, biar gak ngikutin terus. Mudah-mudahan setelah ini gak akan ketemu lagi dengan orang aneh ini.


" Heemm... Ia deh kita temanan! "


"Minggir aku mau pulang! ", kata arin dan melewati marchel yang masih berdiri di depannya.


" Tunggu...! "


"Apa lagi sih? ", kata arin dengan malas.


" Berikan ponselmu! ", pinta marchel.


" Enggak! Enak saja! ", kata arin dengan melototkan matanya.


" Aku cuma minta nomor mu doang! Gak akan aku bawa kabur ponsel mu itu! ", kata marchel.


" Mana nomor mu biar aku catat! ", arin mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas.


" Cepat katakan! ", tatih arin.


" 085******224", kata marchel yang kemudian merebut ponsel arin.


"Hey kembalikan ! ", teriak arin.


Marchel mengangkat tinggi-tinggi HP arin, agar sang pemiliknya tak bisa menggapainya.


" Kamu pikir saya bodoh? "


"Pasti kamu tidak mencatatnya! ", dengan tangan sebelah kirinya menahan arin, dan tangan kanannya mengetik nomornya sendiri. kemudian marchel miscall ponsel nya .


" Nih aku kembali kan! ", kata marchel dengan senyum kemenangan nya.


" Orang aneh! ", ucap arin dan berlalu pergi.

__ADS_1


Bukan marchel nama nya jika dia menyerah. Dia tetap mengikuti arin agar mau ia antra pulang.


" Mau ya aku antar pulang? "


"Jangan khawatir aku bukan orang jahat kok! ", kata marchel yang berjalan di samping arin.


Arin menatap marchel dengan jengah.


" Gak usah terimakasih! "


"Aku pulang di rumah majikanku, asal kamu tau ya? Majikan ku itu orangnya galak lo! Apa lagi kalau dengan orang asing. Wahhh... Bisa habis di omelin aku nanti. Jika pulang membawa orang asing. Karena majikan ku itu ya gak bisa sembarangan nerima tamu lo."


"Apa kamu gak kasihan sama teman barumu yang manis ini? ", bohong arin.


" Gak cuma manis! Tapi cantik! ", lirih marchel.


" Kasihan sih! "


"Gini aja gw antar sampai dekat rumah majikan kamu gimana? " Tawar marchel.


Astaga orang ini kenapa gak nyerah sih!


"Hemmm... Baik lah! ", kata arin yang sudah mempunyai rencana.


•••••


Wisnu sudah merampungkan semua pekerjaan nya. Kini ia sedang duduk di kursi kebesarannya dengan posisi menyandarkan kepalanya di punggung kursi.


Sesekali ia mengecek ponselnya. Berharap salah satu pesan masuk itu dari arin. Wisnu sedang di landa GEGANA, hanya karena di tinggal arin selama tiga hari saja sudah seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


"Masak ia gw harus telfon atau Chat dia duluan? "


"Yang ada dia jadi beras kepala, dikira gw kangen sama dia! ", gunam Wisnu.


"Idihhh... Engak... Engak... Engak boleh! Gw gak boleh menghubungi dia duluan! "


"Kangen sih! Walaupun cuma sedikit. ", gunamnya lagi.


" Seharusnya kan dia sudah pulang! "


"Tapi kenapa dia gak minta jemput ya? "


"Apa masih kurang gw kasih waktu tiga hari ! Sampai-sampai dia belum kembali. "


"Awas aja jika sampai nanti malam gak ada kabar dan juga belum pulang! Gw akan susul dan seret dia kembali ke sini lagi! ", umpat Wisnu yang kesal.


Wisnu bangkit dari kursi dan menyambar jas nya, ia pulang lebih awal karena semua pekerjaan nya sudah kelar. Kini Wisnu menuju parkiran mobil khusus buat para petinggi di perusahaan nya.


visual


Marchel Delova Handoro


29thn


__ADS_1


__ADS_2