TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
31. Tamu tak di undang


__ADS_3

Di kantor


"Yan! Apa sudah siap berkas yang aku minta semalam? ", tanya Wisnu.


" Beres sudah! Nih baca dulu ada yang di tambahi atau di kurangi gitu? ", Riyan menyerahkan map ke Wisnu.


Wisnu tersenyum samar saat membaca isi nya.


" Oke ini sudah cukup! "


"Oh... Ia.. Percepat pencarian mu terhadap sifa! "


"Bila perlu kamu sewa detektif handal untuk membantu mu! ", kata Wisnu.


" Siap bos! ", jawab Riyan dengan tangannya terangkat ke atas memberi hormat.


Setelah berbicara Riyan dan Wisnu melanjutkan pekerjaan masing -masing.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukan jam istirahat.


Wisnu melihat arloji di tangannya keningnya mengkerut.


" Sudah jam istirahat kenapa arin belum datang juga! ", batin Wisnu.


Wisnu mengambil ponselnya untuk menghubungi arin, namun belum sampai panggilannya terhubung, terdengar suara ketokan pintu.


Tok. Tok. Tok...


" Masuk! ", kata Wisnu.


Saat pintu terbuka dan tau siapa yang datang Wisnu langsung menaruh ponselnya.


" Apa aku mengganggumu? ", kata wanita itu yang berjalan ke arah meja kerja Wisnu .


Wisnu menghela nafas saat melihat tamu tak di undang itu berjalan ke arahnya.

__ADS_1


" Ngapain sih ke sini? ", batin Wisnu.


" Seperti yang kamu lihat ! ", jawab Wisnu sambil menunjuk tumpukan map di atas mejanya dengan dagunya.


" Tapi ini sudah jamnya makan siang! "


"Aku kesini ingin mengajak mu makan siang sebagai permintaan maaf ku atas sikap ku yang semalam! ", kata eva mencari alasan.


Ya.. Wanita yang datang ke ruangan Wisnu itu eva. Eva wanita yang akan di jodohkan dengan Wisnu oleh neneknya. Namun Wisnu selalu menolaknya, walaupun dulu saat sekolah mereka pernah menjadi sepasang kekasih.


Mariyam berpikir jika Wisnu masih memiliki perasaan yang sama, maka dari itu mariyam tak gencar membuat mereka dekat kembali.


Setelah kejadian semalam di pesta ulang tahun mariyam bertekad akan melakukan apapun agar bisa merebut hatinya Wisnu. Dan misinya di mulai siang ini.


"Kamu mau kan nu? ", tanya eva dengan penuh harap.


" Gimana ya? Sebentar lagi aku juga ada meeting! ", bohong Wisnu.


" Ayo lah! Sebentar saja! "


" Maaf eva! Lain kali saja ya? "


"Aku harus mempelajari ini semua! ", kata Wisnu sambil mengangkat tumpukan map yang ada di mejanya.


" Hemmm... Atau kita makan di sini saja biar aku pesan lewat online? ", eva tak kehabisan akal dan mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


" Kamu mau makan apa nu? ", tanya eva sekilas melihat Wisnu dan kembali fokus pada ponselnya.


" Engak usah va! ", tolak Wisnu.


Tangan Wisnu terus menombol panggilan keluar nya untuk menghubungi arin.


" Kemana sih? Nyambung tapi gak di angkat, awas ya kamu! ", batin Wisnu.


" Kenapa sih nu? Aku cuma mau menebus kesalahan ku semalam apa itu salah? Oke aku gak masalah jika kamu gak mau melanjutkan perjodohan dengan ku! Tapi apa kita tidak bisa menjadi teman? Teman yang seperti dulu? Kamu itu dulu gak pernah pilih-pilih teman nu! Saat teman kita ada yang di bully kamu selalu menolongnya. Tapi kenapa sekarang kamu terkesan menolak berteman dengan ku? ", eva mengeluarkan unek-unek nya dengan mata yang basah karena air matanya. Tapi air mata buaya untuk mengelabuhi Wisnu .

__ADS_1


Trik yang di gunakan eva ternyata manjur juga, terbukti Wisnu mengalah pada akhir nya.


" Ya sudah pesan apa saja terserah! ", kata Wisnu pasrah .


" Kalau kamu tidak mau gak papa nu aku gak maksa aku akan pulang! ", kata eva yang hanya berpura-pura saja.


" Cckk... Ia... Ia aku mau! Cepat pesan jangan pake lama! ", kata Wisnu.


Setelah memilih mengalah dari eva Wisnu berpura-pura sibuk memeriksa dokumen , padahal dokumen-dokumen itu sudah selesai di periksa Wisnu dari tadi.


Eva memilih duduk di sofa dan sedang memikirkan rencana selanjutnya bagai mana caranya agar Wisnu menjadi miliknya lagi. Sesekali eva melihat ke arah Wisnu , namun yang di lihat tidak memperdulikan.


"Nyesel gw dulu mutusin dia! Andai gw tau dia bakalan jadi milyader muda gak bakalan gw lepasin tuh orang! ", batin eva yang merasa menyesal.


Dulu eva minta putus dari Wisnu dengan alasan ingin fokus belajar dan kursus modeling nya, padahal eva sudah mempunyai pacar lagi yang berbeda sekolah. Tentu saja pacar baru eva anak orang kaya.


Saat mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing ada orang yang mengetuk pintu. Tentu saja suara ketukan pintu itu mampu membuyarkan pikiran dari kedua manusia itu.


Tok. Tok. Tok.


"Masuk! ", sahut Wisnu.


Wisnu dan eva melihat kearah pintu siapa yang datang .


Wisnu menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum saat melihat siapa yang sudah datang.


" Akhirnya datang juga yang di tunggu-tunggu! ", batin Wisnu.


" SAYANG!!! ", wisnu bangkit dari duduknya, berjalan kearah arin.


Arin mematung di tempat saat Wisnu memanggilnya dengan sebutan sayang. Arin memejamkan matanya sejenak,


" Sandiwara apa lagi ini? ", batin arin.


Arin membuka matanya dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Oksigen yang arin hirup belum sempat di hembuskan sudah di buat shock oleh kelakuan Wisnu.

__ADS_1


__ADS_2