TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
57. Cinta pada pandangan pertama


__ADS_3

"Kak! ", ucap arin saat membuka pintu ruangan VIP empat di mana Wisnu dirawat.


" Lama banget rin? ", Riyan bangkit dari tidurnya.


" Ia kak! Antri nya banyak. Gimana pak Wisnu udah bangun belum? ", arin meletakan kantung kresek berisi obat itu di atas nakas.


" Belum! Tolong kamu jaga dia! Aku mau pulang, besok pagi aku kesini lagi! ", Riyan meraih jaket yang ada di punggung sofa.


" Ia kak! ", jawab arin yang langsung menjatuhkan bokong nya di sofa.


Arin yang di landa bosan itu hanya bisa bergerak kesana kemari , merubah posisi duduk nya, yang tadinya duduk di ganti rebahan, saat rebahan pun ia berguling ke kanan dan ke kiri. Biasanya jika dirinya tidak bisa tidur, ia akan berselancar di media sosial nya. Karena ponselnya ketinggalan arin hanya bisa menatap langit-langit rumah sakit. Berharap ia segera terlelap ke dalam mimpi.


•••••


Di tempat lain , seorang laki-laki tengah di kuasai oleh amarah.


BRAKKK....!


Aji menggebrak meja kerjanya. Rahang yang mengeras serta tangan terkepal.


"Kalian benar-benar tidak bisa di andalkan! ", ucap aji ke pada orang bawahan nya.


" Maaf tuan! Kami sudah menjalankan tugas sesuai perintah anda! "


"Memang keponakan tuan Aji itu pembisnis muda yang tangguh. Dia mampu mengendalikan semua masalah dengan bagus. ", jelas nya.


" Maksud kamu saya ini pembisnis rendahan begitu? ", tanya aji yang merasa terhina.


" Bu... Bukan begitu tuan ! ", jawabnya takut takut.


" Sial...! "


"Kenapa nasib baik selalu berpihak ke padanya? ", ucap aji dengan tangan meremas dokumen yang ada di atas meja kerjanya.


Orang-orang aji hanya menundukkan kepalanya, tak berani melihat tuannya yang sedang marah.


" Kenapa kalian masih di sini? ", bentak aji.


" Maaf tuan! "


"Ada hal lain yang tuan harus ketahui! "


"Katakan ! Hal sepenting apa yang harus saya tau? ", tanya aji .


" Keponakan anda akan segera menikahi wanita itu ! ", ucapannya.


" Hemm....bagus! ", jawab aji dengan senyum liciknya.


" Kalian pergi lah! ", tangannya di kibas-kibaskan memberi isyarat agar semua pergi dari ruang kerjanya.


Aji menghubungi seorang dari ponselnya. Entah siapa dan apa yang ia bicarakan, aji tampak serius .


Tok.. Tok.. Tok..


Aji langsung mematikan telfonnya saat pintu ruang kerjanya di ketuk.


"Pi..! ", sapa marchel yang membuka pintu.

__ADS_1


" Hay.. Boy! ", jawab aji dengan senyum menghiasi bibirnya.


" Ada perlu apa? ", tanya aji sambil menggiring marchel menuju sofa yang ada di dalam ruang kerjanya.


"Pi... Marchel mau bantuin papi ngurus perusahaan papi. Tapi ada syaratnya pi! "Kata marchel berterus terang.


" Katakan boy! Syarat apa yang harus papi lakukan! Pasti papi akan mengabulkan nya untuk mu. Asalkan kamu benar-benar mau dan serius untuk mengurus perusahaan. ", ucap aji.


" Janji pi? ", marchel memastikan ucapan ayahnya.


" He'em... Papi jani! ", aji memegang kedua bahu marchel.


" Oke..! Papi harus Menyetujui dan merestui marchel dengan wanita pilihan marchel . Walaupun dia dari keluarga yang biasa - biasa saja. ", kata marchel.


Aji mengerutkan keningnya saat mendengarkan permintaan anak laki-laki nya itu.


" Kamu serius boy? Dengan apa yang kamu katakan? ", tanya aji.


" Marchel serius pi! "


"Kalau papi gak mau....


" Tentu boy!", aji langsung memotong ucapan marchel ."Papi pasti akan mendukung mu selalu . ", imbuhnya dengan senyum palsunya.


" Terimakasih pi! ", ucap marchel yang lega , karena begitu mudahnya merayu papi nya.


" Marchel akan mulai masuk kantor hari ini juga pi! ", kata marchel dengan antusias.


" Oke! Biar di antar Tomi ke ruangan kerja mu. ", Jawab aji yang langsung menghubungi sekretaris nya Tomi.


" Siapa wanita mu itu boy? Papi penasaran. ", tanya aji.


" Kalau dia kerja apa? Dan dimana kamu kenal dengan nya? ", tanya aji yang di landa penasaran.


" Marchel baru kenal juga pi. "


"Belum juga ada satu bulan pi. Masih hitungan minggu marchel kenal dia. ", jawab marchel.


" Hemm.. Begitu ya? Sepertinya dia cantik! Sampai-sampai anak papi mau melakukan apapun hanya untuk mendapatkan izin dan restu dari papi nya yang tampan ini. ", kata aji sambil terkekeh.


" Dia benar-benar berbeda dengan wanita yang pernah dekat dengan marchel pi. ", ucap marchel.


" Ha-ha-ha... Iya.. Iya papi paham sekarang. Anak papi ini sedang merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama . Benar begitu? ", aji menepuk pundak marchel.


Marchel hanya manggut - manggut untuk mewakili jawaban nya.


Tak lama sekretaris Tomi pun datang.


" Mari tuan muda saya antar ke ruangan anda! ", kata Tomi dengan sopan.


Tomi dan marchel jalan beriringan menuju ruang kerja marchel.


Maafkan papi boy! Papi tetap tak bisa sembarangan menyetujui dan merestui hubungan mu. Apa lagi wanita itu tak sederajat dengan keluarga kita.


Aji merogoh ponselnya di saku jas nya. Ia menghubungi seseorang untuk mengikuti anak laki-laki nya.


" Halo! Saya ada tugas buat kamu! "

__ADS_1


"Ikuti marchel kemanapun ia pergi! "


"Laporkan semua aktifitas nya ke saya! "


"Ingat! Jagan sampai anak ku mengetahui ini semua! ", perintah aji lewat sambungan telfon.


•••••


" Pak Wisnu sudah bangun? ", tanya arin dengan suara khas orang bangun tidur.


" Baru saja bangun! ", bohong Wisnu.


Sebenarnya Wisnu sudah bagun dari tadi. Bahkan Wisnu melarang suster yang akan membangunkan arin. Wisnu memperhatikan arin yang tidur dengan pulasnya. Kehadiran suster pun tak membuat arin terusik. Kedua sudut bibir Wisnu terangkat ke atas, membentuk sebuah senyum .


"Pules banget tidurnya? ", kata Wisnu.


" Semalam gak bisa tidur! Menjelang subuh baru bisa tidur. ", jelas arin.


" Buruan cucu muka gih! Biar seger itu muka! ", kekeh Wisnu.


Arin berjalan menuju kamar mandi. Saat melewati nakas ada satu nampan berisi sarapan.


" Sekarang jam berapa? ", tanya arin membalikan badan.


" Tuh! Jam delapan. ", jawab Wisnu sambil menunjuk jam dinding.


" Ha!!! Astaga! ", arin langsung masuk kamar mandi. Wisnu hanya tersenyum melihat arin yang kaget.


" Maaf ya pak! Saya bangunnya kesiangan. ", kata arin yang duduk di kursi sebelah ranjang Wisnu.


" Gak papa! Saya tau kamu pasti lelah. "


"Siapa yang membatu mu membawa ku ke sini? ", tanya Wisnu.


" Kak Riyan. "


"Tapi kak Riyan pulang setelah bapak di pindah ke ruangan ini. ", jelas arin.


" Hemm... Aku mau makan! ", kata Wisnu.


" Saya suapin pak! ", kata arin meraih nampan berisi menu sarapan.


Dengan telaten arin menyuapi Wisnu.


Arin memperlakukan Wisnu seperti ia memperlakukan yoga. Sedangkan mata Wisnu tak berhenti mengikuti gerakan tangan arin, dan sesekali iris mata mereka saling bertemu.


" Terimakasih ya rin! ", ucap Wisnu tiba-tiba.


" Terimakasih untuk apa? ", tanya arin yang masih sibuk menyuapi Wisnu.


" Terimakasih telah merawat dan menemani ku saat ini. ", kata Wisnu.


" itu sudah tugas dan kewajiban saya pak! , jadi Bapak tak perlu minta maaf! ", kata arin.


"Bapak hanya perlu membayar hak ku saja! kalau perlu bonusnya juga yang gede. hehehe. ", lanjut arin sambil terkekeh.


" ckkk. . . dasar kamu ini! ", Wisnu menumpuk pelan arin mengunakan bantal.

__ADS_1


" hahaha... awas pak jatuh ini! ", arin tertawa sambil memegang erat piring yang ada di tangannya agar tidak jatuh.


Wisnu menghabiskan sarapan nya dengan canda tawa. karena arin maupun Wisnu membuat lelucon yang membuat mereka tertawa.


__ADS_2