TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
76. Melihat sunset


__ADS_3

Siang ini semua karyawan yang bertugas di bagian pembuatan iklan, sudah berkumpul di lobby kantor. Eva yang selalu konsisten dan tepat waktu pun sudah bergabung dengan team.


"Sudah berkumpul semua? " Tanya Riyan yang baru saja keluar dari lift.


"Sudah pak! " Jawab mereka.


"Kita tunggu bos dulu! " Ucap Riyan sambil menelfon Wisnu.


"Lama banget sih Wisnu! " Cicit Eva yang mendekati Riyan.


"Udah, sabar aja dulu! Mungkin dia lagi dalam perjalanan! " Sahut Riyan.


"Harusnya dia bisa dong on time! Gak kaya gini ! Kita udah nungguin dari tadi! " Ocehan Eva.


"Udah tenang aja bentar lagi juga nyampe Wisnu! Sahut Riyan, " Noh lu liat benerkan apa yang gue bilang! " Riyan menunjuk mobil Wisnu yang baru tiba di kantor.


Eva mengembangkan senyum termanisnya , saat melihat kehadiran Wisnu. Namun, senyum itu pudar seketika.


Ckkk.... Kenapa sih dia harus ikut! Batin Eva saat melihat Arin yang ikut keluar dari mobil Wisnu.


"Lama banget sih lu! " Ucap Riyan.


"Udah pada nungguin tuh dari tadi! " Lanjut Riyan.


"Sorry! " Sahut Wisnu.


"Siang semua! " Ucap Wisnu, yang di jawab kompak oleh tim "siang bos! "


"Oke, kita langsung berangkat sekarang!"


"Yan, kendaraannya udah siap kan? " Wisnu menoleh ke Riyan.


"Tuh! Udah stay dari tadi! " Sahut Riyan.


"Ya udah ayok! Tunggu apa lagi? " Ucap Wisnu.


Semua tim menuju bus yang di sewa untuk mengantarkan mereka ke bandara.


"Eh.. Eh.. Eh! Lu mau kemana? " Tanya Riyan kepada Eva yang mendekati mobil Wisnu.


"Mau berangkat lah! " Jawab Eva ketus.


"Tuh busnya di sana! " Riyan menunjuk bus yang terparkir.


"Lu itu bagian dari team, Jadi lu naik bus ! Ini mobil khusus untuk si bos! " Jelas Riyan.


"Ogah! " Sahut Eva.


"Ya kali gue harus naik bus! "


"Lu lupa ya kalau gue ini model papan atas! " Lanjutnya .


"Gue gak amnesia neng! " Sahut Riyan.


"Ada apa ini? " Tanya Wisnu.

__ADS_1


"Nih orang mau ikut bareng kita ! " Jawab Riyan.


"Sorry Va, mobilnya gak cukup! Udah pas empat orang! " Ucap Wisnu yang langsung masuk ke dalam mobil.


"Denger tuh! " Ucap Riyan yang menyusul masuk mobil.


Sial! Lihat saja nanti! Batin Eva.


Dengan sangat terpaksa Eva ikut naik bus. Tau gini gue ogah jadi modelnya! Batin Eva yang sudah duduk di dalam bus.


Eva menerima tawaran dari Riyan untuk menjadi model brand ambassador produk parfum terbaru milik Wisnu. Eva berpikir jika bekerja sama dengan Wisnu, pasti akan mempermudah baginya untuk merebut hati Wisnu kembali.


Di dalam pesawat Eva menatap jengah Wisnu dan Arin yang duduk bersandingan . Rasa benci terhadap Arin semakin besar, saat melihat Arin yang mendapatkan perhatian dari Wisnu.


Pesawat yang mereka tumpangi kini sampai di bandara Ngurah Rai bali.


"Kalian bisa istirahat di kamar masing-masing! " Ujar Riyan setelah membagikan kunci kamar hotel ke suka team. Semua team menuju kamar masing-masing, di saat itu pula Wisnu mengekor langkah Arin yang akan menuju kamarnya.


"Lu mau kemana? " Riyan menarik baju Wisnu dari belakang.


"Mau masuk ke kamar lah! " Wisnu menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Arin yang menoleh ke belakang.


"Lu tuh bener - bener udah kebelet ya? "


"Nih kunci kamar lu! " Riyan memberikan kunci kamar ke Wisnu, "lu satu kamar dengan gue, bukan sama Arin! " Jelas Riyan.


"Males ah...Satu kamar sama lu ! Enakan sama Arin!" Sahut Wisnu.


"Mau lu ya? Inget belum SAH! " Riyan merebut kembali kunci yang ada di tangan Wisnu dan langsung menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Arin.


"Bercanda kali! " Wisnu mengikuti langkah Riyan.


"Lu mau kemana?" Tanya Riyan yang melihat Wisnu sudah segar dan berdandan rapi, walaupun hanya menggunakan kaos polos dan celana pendek.


"Gue mau ajak Arin jalan - jalan lihat Sunset , sekalian mau cari makan! Lu cari makan sendirinya sama team yang lain! " Sahut Wisnu.


"Gini nih kalau orang sedang di mabuk cinta! Gue gak di anggep, di anggurin kaya gayung kering! Heran gue! " Umpat Riyan.


"Udah gak usah sedih gitu! Setelah pulang dari sini lu gue kasih libur. Biar lu bisa temu kangen noh sama pacar lu! " Ucap Wisnu yang sudah berdiri di depan pintu.


"Serius lu? " Riyan melompat dari tempat tidurnya dan berlari menghampiri Wisnu.


"Kapan gue bohong sama lu? " Ucap Wisnu.


"Yes! " Riyan melompat kegirangan.


Wisnu segera meninggalkan Riyan kegirangan itu. Di ketuklah pintu kamar Arin oleh Wisnu.


Tok. Tok. Tok


"Sudah siap belum? " Tanya Wisnu saat melihat Arin di balik pintu. Sebelumnya Wisnu memberi tahu Arin lewat telfon, jika dirinya akan mengajak Arin jalan-jalan.


"Tunggu sebentar mas! "


"Ayo mas! " Ajak Arin setelah mengambil sling bag nya.

__ADS_1


"Mau ke mana sih mas? " Arin sedikit menoleh kesamping dan mendongak , karena tubuh Wisnu yang lebih tinggi darinya.


"Kamu lihat saja nanti! Aku yakin kamu pasti menyukainya! " Sahut Wisnu.


Tak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di pantai. Karena hotel yang mereka sewa sangat dekat dengan pantai.


"Wahh... Bagus banget mas! " Arin mengembangkan senyum di bibirnya.


"Suka gak? " Tanya Wisnu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Suka banget mas! " Arin maju beberapa langkah ke depan, ia merentangkan kedua tangannya saat angin bertiup kencang.


"Mas ke sana yuk! " Arin kembali menghampiri dan menarik paksa Wisnu.


Wisnu tersenyum melihat dan mengikuti kemana Arin membawanya.


"Mas fotoin aku dong! " Arin menyodorkan ponselnya. Setelah itu Arin segera berpose di tepi laut.


"Memorinya penuh Rin! " Wisnu mendekati Arin.


"Masak sih mas! " Arin mengecek ponselnya dan tenyata benar. Memori ponselnya sudah penuh.


"Jadi foto gak? Pakai punya ku aja dulu! " Wisnu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Wajah Arin yang semula mendung kini kembali cerah. Arin segera berpose kembali.


CEKREK. CEKREK. CEKREK. CEKREK


Wisnu mengambil beberapa gambar Arin.


"Sudah! Kita foto berdua yuk! " Ajak Wisnu yang sudah mengarahkan kamera untuk berselvi.


Setelah acara foto dan selvi selesai, mereka jalan beriringan di tepi laut. Wisnu menciprati air laut ke badan Arin, sehingga bajunya basah.


"Mas! " Pekik Arin.


Wisnu tak menghiraukan, ia malah lebih semangat lagi untuk menciprati Arin. Arin membalas perbuatan Wisnu dan terjadilah kejar-kejaran di antara meraka. Arin berlari sambil tertawa puas karena berhasil membuat baju Wisnu basah. Wisnu pun tak mau tinggal diam, ia mengejar Arin hingga berhasil menangkapnya. Wisnu meraih tubuh Arin dari belakang dan membawanya berputar-putar.


"Mas turunin! " Perintah Arin.


Wisnu pun menurut dan menurunkan Arin.


"Aku jadi pusing nih! " Arin berpegangan lengan Wisnu.


"Naik! " Wisnu berjongkok di depan Arin.


"Mau ngapain mas? " Tanya Arin.


"Katanya pusing! Sini aku gendong! " Wisnu menepuk bahunya sendiri.


"Enggak ah... Malu! " Arin berjalan melewati Wisnu yang masih berjongkok.


Wisnu mengangkat kedua bahunya dan segera berdiri. Tanpa aba-aba Wisnu menggendong Arin ala bridal style.



Aku kasih visual pantai nya. Gimana bagus gak? 🤭

__ADS_1


Jangan lupa like & komen 😉


Beri hadiah dan vote juga boleh 🤭😉


__ADS_2