
Waktu begitu cepat berlalu,satu bulan sudah Riyan berusaha menyembuhkan luka hatinya dan kini Riyan sudah bisa berdamai dengan nasibnya.
Sedangkan Wisnu dan Arin kini sedang melaksanakan pernikahan. Pernikahan yang mereka gelar sangat sederhana,tak banyak tamu yang mereka undang. Tamu-tamu itu hanya dari keluarga kedua belah pihak.
Wisnu berhasil mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas.
"Saya terima nikahnya Ariani Dewi binti Bambang dengan maskawin tersebut, di bayar tunai " Ucap Wisnu dengan lantang dan jelas.
"Bagaimana para saksi? SAH?" Tanya bapak penghulu.
SAHHH...
Semua tamu yang menyaksikan ijab qobul itu berseru menyebut kata "sah".
Tak ada resepsi, setelah acara ijab qobul selesai ,mereka dan keluarga hanya mengadakan makan bersama.
" Yoga senang gak punya Papa? "Wisnu bertanya kepada yoga yang duduk di pangkuannya.
" Cenang dong, Yoga punya ayah yeee" Ucapnya dengan girang.
"Jangan panggil ayah ya! Panggil papa, oke! " Ucap Wisnu.
"Oke, papa" Sahut yoga. Terlihat jelas jika bocah kecil itu sangat gembira.
"Mas" Sapa Arin dari belakang.
"Yoga sini sama ibu! Ayah biar makan dulu" Arin mengambil yoga dari pangkuan Wisnu.
"Bukan ayah! Papa! " Ucap bocah kecil itu.
Arin menautkan kedua alisnya saat anaknya menyebut kata papa.
"Aku yang menyuruhnya " Wisnu pun berdiri.
Arin hanya mengangguk pelan, "ayo mas kita gabung sama mereka, gak enak kalau kita gak ke sana! Lagian keluarga mas juga mau langsung pulang " Ucap Arin.
Wisnu pun setuju dengan ajakan Arin.
"Selamat ya kalian sudah menjadi suami istri" Ucap Mariyam saat Wisnu dan Arin ikut gabung di meja makan.
"Terimakasih eyang" Sahut Wisnu.
"Riyan mana eyang? " Tanya Wisnu yang tidak melihat Riyan .
"Tadi katanya mau angkat telfon " Jawab Mariyam.
"Mau ke mana mas? " Tanya Arin saat Wisnu beranjak dari duduknya.
"Mau cari Riyan sebentar" Jawab Wisnu.
__ADS_1
"Awasi terus perempuan itu dan ingat jangan sampai ada yang mencurigai kalian! " Perintah Riyan melalui jaringan telfon.
"Siap bos! "
Setelah mendapatkan jawaban Riyan langsung mematikan telfonnya. Riyan kaget saat berbalik badan ternyata Wisnu sudah ada di hadapan nya.
"Perempuan siapa? " Tanya Wisnu.
"Aku akan pulang bareng mereka, ada urusan penting"sahut Riyan tanpa menjawab terlebih dulu pertanyaan dari Wisnu.
" Urusan penting apa? Apa ada masalah yang serius di kantor? "
"Ini bukan masalah kantor, lu tenang aja gue akan mengurusnya"
"Apa yang lu sembunyikan dari gue? "
"Nanti lu juga akan tau! "
"Beritahu gue sekarang !kalau gak jangan harap lu bisa pergi dari sini! "
"Oke, ini tentang Sifa! "
"Maksud mu? "
"Iya, orang suruhan ku tak sengaja bertemu Sifa . Maka dari itu gue harus segera balik dan membuktikannya "
"Gue ikut! " Sahut Wisnu.
Sebelum bicara Wisnu menoleh kanan kiri , memastikan tidak orang yang mendengar obrolan mereka.
"Lu ingat kan? Jika pernikahan ini hanya sementara, hanya nikah kontrak! Dan pasti lu gak lupa kan dengan isi surat perjanjian itu? Jadi tidak ada malam pertama ataupun malam pengantin. Paham lu! Gue akan ikut lu palang! "
"Lu jadi orang sabar napa! Kalau lu ikut pulang sekang, yang ada mereka akan curiga. Terutama eyang lu! Saran gue, lu di sini dulu! Gue akan kasih kabar ke lu jika benar itu Sifa yang lu cari "
"Oke, suruh orang-orang mu itu untuk mengawasi jangan sampai kehilangan jejak lagi! Gue akan tunggu laporan lu di sini! "
"Beres! Kalau gitu gue mau pamit sama Arin dulu , gue belum beri dia selamat "
"Cuma Arin doang yang di beri selamat? Gue gak? " Protes Wisnu.
"Memang penting buat lu? "
"Resek lu! "
"Gue akan asih ucapan selamat dan hadiah jika lu bisa skidipapap sama Arin istri baru lu itu! " Riyan menaik turunkan kedua alisnya untuk menggoda Wisnu.
"Sialan lu! " Umpat Wisnu.
"Hahahahahaha", Riyan pun tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
" Ketawa aja terus! Puas lu? "
"Udah nikah tapi masih aja perjaka" Ucap Riyan dengan sisa tertawanya.
"Terus aja lu ketawain gue! Ini juga ide gila lu " Umpat Wisnu.
"Kalian masih di sini? " Ucap Arin sambil menggendong Yoga.
Mereka berdua lantas menoleh ke sumber suara.
"Kalian ngomongin apa? Sampai ketawanya terdengar sampai sana"
"Bukan apa-apa Rin! Gue lagi becandain suami lu ini " Riyan melirik kan matanya ke Wisnu.
"Mas di cari ibu sama eyang, mereka mau pulang "
"Oh iya, Rin selamat ya!" Riyan menjabat tangan Arin, " Aku juga akan ikut mereka pulang ada urusan penting yang harus aku selesaikan " Ucap Riyan.
"Mas Wisnu juga ikut? " Tanya Arin sambil melihat ke Wisnu.
"Lu tenang aja Wisnu masih di sini kok! Jadi kalian berdua bisa... " Kedua telapak tangan Riyan di satukan sebagi isyarat.
"Terus aja lu ledekin gue " Wisnu memiting Riyan.
"Hahaha" Riyan tertawa.
"Sayang kami pamit dulu ya!" Pamit ibu Wisnu.
"Ingat pesan eyang waktu itu! " Ucap Mariyam.
Arin hanya mengangguk pelan.
"Gue pamit dulu bro! " Ucap Riyan sambil memeluk Wisnu .
"Gue pamit Rin, titip sahabat gue ya! Hay bocil kita tos dulu! " Riyan mengajak yoga bertos, "wah anak pintar" Riyan mengusap kepala yoga.
Setelah keluarga Wisnu pulang, Arin pun berpamitan untuk menidurkan yoga.
"Mas aku mau menidurkan yoga dulu, kasihan dia sudah sangat ngantuk " Wisnu pun mengangguk.
Sesampainya di kamar Arin menangisi nasibnya, baru saja menikah akan segera menjada lagi.
Kenapa harus secepat ini mereka menemukan Sifa. Batin Arin
Jangan lupa untuk like, komen dan favorit kan 😉
oh iya, akau punya karya baru! cerita nya tentang anak sekolah. Kalian bisa mampir dan beri dukungan juga untuk karya ku ini.
__ADS_1
Bantu like dan vote ya! karena cerita ini, 2R (Rafi&Reva) ikut lomba. Mohon dukungannya ya para reader tercinta 😉🙏