TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
35.Pindahan


__ADS_3

Arin berjalan menuju pintu saat mendengar bel rumahnya bunyi.


Saat pintu terbuka Wisnu langsung menerobos masuk melewati arin begitu saja.


"Mana barang-barang mu yang akan di bawa? "


"Kita langsung berangkat sekarang! ", kata Wisnu yang duduk di sofa ruang tamu.


" Kenapa sih pak buru-buru amat? "


"Woles dong! Istirahat dulu kek! "


"Lagian ini masih magrib pak! Gak elok tau kalau mgrib-mgrib keluar rumah! ", kata arin mulai memancarkan aksinya untuk membujuk Wisnu.


" Ia... Ia.. Kalau gitu bikinin saya kopi ! ", perintah Wisnu.


" Tenang pak! Sudah saya siapkan "


"Saya juga punya sesuatu untuk pak bos, tunggu sebentra ya? ", kata arin sambil melangkah menuju dapur.


" Taraaa.... ", tangan kanan arin membawa satu gelas cappucino dan tangan kirinya membawa piring yang berisi donat.


" Nih...! Sepesial buat bapak ", arin menaruhnya di atas meja.


Wisnu Mencincingkan sebelah matanya,


" Kamu beli? ", tanya Wisnu saat melihat donat di atas meja. Tangan Wisnu meraih gelas dan menyeruput cappucino.


" Gak! Gak beli.... Aku buat sendiri tadi pulang dari kantor ", jelas arin.


" Penampilannya sih... Oke, bagus! ", Wisnu mengamati isi piring itu.


" Tapi saya gak yakin dengan rasanya! ", imbuh Wisnu.


" Kalau tidak di coba dulu mana tau enak atau enggaknya! ", protes arin.


" Engak ah... Aku gak yakin ma rasanya! ", cicit Wisnu.


" Ya udah kalau gak mau! Saya makan sendiri! ", arin mengambil piring dan memakan donat buatan nya sendiri dengan lahap.


" Hemmm... Ini enak sekali! "


"Endul... Tak kendul kendul ", ucap arin dengan mulut yang penuh.


Wisnu menelan ludahnya saat melihat arin yang menikmati donat. Tanpa pikir panjang Wisnu merebut piring yang arin pegang.

__ADS_1


" Enak aja! Katanya sepesial buat saya! "


"Ini apa malah mau di habiskan sendiri!"


"Hemmm.... Bener kata kamu ini endul ", kata Wisnu saat sudah merasakan donat buatan arin. Tak lupa Wisnu mengacungkan ibu jarinya.


Dan benar saja saat Wisnu asik menikmati donat buatan arin. Arin melancarkan misinya untuk membujuk Wisnu agar dia bisa tetap tinggal di apartemen saja. Arin memberi alsan jika tinggal di rumah utama arin takut bila bertemu dengan om nya Wisnu. Berbagai macam alsan sudah arin ucapkan . Namun usaha arin sia-sia, karena Wisnu tetap akan membawa arin ke rumah utama.


Lagi-lagi arin pasrah.


"Jadi tujuan mu membuat donat seenak ini untuk menyogok saya? "


"Agar bisa tetap tinggal di sini begitu? "


"Ha-ha-ha... Kamu ini ada ada saja! "


"Sekali saya sudah membuat keputusan , itu tidak bisa di tawar lagi! "


"Kamu mengerti itu? "


"Tapi buatan mu ini benar-benar enak rasanya persis Seperti yang di jual di mall-mall itu! ", kata Wisnu.


" Ia... Saya tau pak! "


" Sudah... Ayo ambil barang mu! Kita berangkat sekarang! ", perintah Wisnu.


Di rumah utama


" Bik... Eyang mana? ", tanya Wisnu pada salah satu art.


" Nyonya lagi peri ke luar kota den! ", jelas bi sumi.


" Ohh.... Ya udah bik, tolong bibi antar arin ke kamar yang kemarin saya pesan! ", ucap Wisnu.


" Baik den! ", jawab bik sumi.


" Mari non ikut saya! ", ajak bik sumi.


Arin mengikuti langkah bi sumi dengan perasan yang masih terkagum dengan rumah utama Wisnu yang super megah itu .


" Ini non kamarnya! "


"Kalau non butuh apa apa jangan sungkan sungkan panggil bibi ya! "


"Kalau begitu bibi tinggal dulu non! ", kata bi sumi.

__ADS_1


" Ia bi... Makasih ya! ", kata arin.


Arin membelalakkan matanya saat melangkahkan kakinya ke dalam kamar .


" Apa gak salah ngasih kamar ya bi sumi? "


"Luas banget kamar nya! ", gunam arin


Arin yang merasa kagum itu mengitari kamar melihat semua perabotan yang ada di kamar itu. Perhatian arin tertuju pada almari. Arin membuka almari itu pelan, namun saat almari itu terbuka arin melongo tak percaya dengan isinya.


" Itu semua bisa kamu pake! ", kata Wisnu yang mengejutkan arin.


" Iii... Ini semua pak? ", jelas arin yang masih tak percaya.


" He'em"


"Tapi maaf ya bajunya bekas! Tapi masih layak pake kok! ", jelas Wisnu.


" Bekas? ",kening arin mengkerut.


" Baju-baju ini dulu punya oliv! ", kata Wisnu


" Oliv? ", ulang arin


" Ia... Oliv itu anak angkat ayahku dengan istrinya "


"Setelah ayahku meninggal istri ayah atau ibu tiri ku memilih pergi dari rumah ini dan menetap di luar negri "


"Sedangkan oliv masih menyelesaikan pendidikan nya di sini, dan baru satu tahun ini oliv menyusul ibunya ke luar negeri", jelas Wisnu


" Apa gak masalah jika saya pake baju-baju ini? ", tanya arin memastikan


" Engak! Aku sudah minta izin dengan oliv! ", kata Wisnu.


" Tapi baju-baju ini masih terlihat baru", kata arin.


"Ya... Karena oliv sebagi selebgram jadi banyak yang ngasih endorse", kata Wisnu


" Udah jangan banyak tanya lagi! "


"Aku mau pergi sama Riyan! Kalau butuh apa apa bisa minta tolong bibi! "


"Ohh... Ya... Mulai besok pagi kamu harus melakukan tugas mu! Karam ku ada di sebelah kanan kamar ini! ", jelas Wisnu.


" Ia pak... Siap laksanakan! ", kata arin.

__ADS_1


__ADS_2