TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
74.Kacau


__ADS_3

"Rin! Tunggu Rin! " Ucap Marchel yang mengejar Arin.


"Minggir! Aku mau pulang! " Arin mendorong pelan Marchel.


"Aku antar! " Marchel meraih tangan Arin.


"Aku mau pulang sendri! " Ketus Arin.


"Aku janji, aku gak akan maksa kamu lagi! Marchel mencoba meyakinkan Arin, lagi pula gak ada taksi yang lewat sini! " Jelas Marchel.


Karena Arin tak ingin terlambat untuk kembali ke kantor Wisnu, akhirnya Arin menurut dan kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"Aku minta maaf! " Marchel menoleh ke samping kiri . Mendengar ucapan maaf Marchel, Arin menoleh kearah luar tanpa mengucap apapun.


"Please, Rin!maafin aku! " Ucap Marchel lagi.


"Aku gak suka kamu ikut campur dengan urusan ku! " Cicit Arin.


"Kalau kamu masih mencampuri urusan ku! Aku gak akan mau kenal sama kamu, apa lagi berteman dengan mu! " Ancam Arin.


"Oke, aku gak akan ikut campur masalah mu lagi! Aku mohon jangan menjauhi ku! " Marchel memohon kepada Arin.


"Itu semua tergantung dengan dirimu sendiri! " Jawab Arin.


"Aku janji Rin! " Ucap Marchel.


"Oh.. Ya! Kenapa semalam kamu mukul mas Wisnu? " Tanya Arin, aku gak suka ya sama cowok yang tempramen! "


"Aku minta maaf! Aku khilaf ! " Sahut Marchel lirih.


"Rin! Kalau boleh aku tau! Kamu kenal papi ku dari mana? " Tanya Marchel.


"Tanya saja sendri sama papi mu itu! Gara-gara dia aku jadi terjebak dengan permainan abang mu itu! " Jawab Arin.


"Katakan yang sejujurnya Rin! Aku benar-benar tidak tau! Apa yang di lakukan papi ku selama aku tidak tinggal di indo." Marchel masih mendesak Arin agar mau bercerita tentang papinya.


"Aku gak mau merusak hubungan mu dengan papi mu! Kamu pasti lebih percaya dengan papi mu, ketimbang aku orang yang baru kamu kenal. " Tutur Arin yang ingin menjaga perasan Marchel.


"Tapi Rin! "


"Sudah lah jangan di bahas lagi! " Potong Arin. Dan terjadilah kesunyian di dalam mobil.


Marchel menyalakan radio di mobilnya untuk menghilangkan rasa bosan, karena Arin tak kunjung bicara lagi dengannya. Arin memilih menyibukkan dirinya dengan ponselnya. Marchel mencoba mencari gelombang radio yang pas, sambil fokus menyetir. Hingga akhirnya Marchel menemukan radio yang sedang memutar sebuah lagu. Sebuah lagu yang lagi Hits saat ini.


{Dinginnya angin malam ini


Menyapa tubuhku


Namun tidak dapat dinginkan panasnya


Hatiku ini


Terasa terhempasnya kelakianku ini


Dengan sikapmu


Apakah karna aku


Insan kekurangan


Mudahnya kau mainkan


Reff :


Oh mungkinkah diri ini


dapat merubah buih yang memutih

__ADS_1


Menjadi permadani


Seperti pinta yang kau ucap


Dalam janji cinta


Juga mustahil bagiku


Menggapai bintang di langit


Siapalah diriku


Hanya insan biasa


Semua itu


Sungguh aku tiada mampu


Salah aku juga


Karna jatuh cinta


Insan seperti dirimu


seanggun bidadari


Seharusnya aku


Cerminkan diriku


Sebelum tirai hati


Aku buka


Untuk mencintaimu}


🌻🌻🌻🌻


Wisnu meninggalkan meeting karena tak bisa konsentrasi. Wisnu menuju toilet untuk membasuh mukanya, berharap dirinya bisa kembali fokus pada meeting nya. Setelah membasuh mukanya, Wisnu merogoh ponselnya karena ada pesan masuk.


[Rinrin: aku berada di danu mas! ]


Isi chat yang Arin kirimkan, tak lupa juga Arin mengirim titik lokasi nya.


[Tunggu di situ! Aku jemput sekarang! ]


Wisnu langsung membalas chat yang dikirim Arin.


Wisnu segera keluar dari toilet dan bergegas menuju parkiran mobil. Belum sampai parkiran langkahnya terhenti saat membaca balasan dari Arin.


[Rinrin:Gak usah mas! Ini aku sudah perjalanan pulang ke kantor. ]


Setelah membaca chat dari Arin, Wisnu langsung turun ke lantai bawah. Wisnu sengaja menunggu Arin di lobby. Wisnu tak bisa duduk dengan tenang, sebentar duduk dan sebentar berdiri. Sehingga membuat penjaga lobby terheran akan tingkah bosnya.


"Bos, ada yang bisa saya bantu? " Penjaga lobby itu memberanikan untuk menawarkan batuan.


"Tidak! " Jawab Wisnu.


Katanya sudah di jalan! Tapi kok belum sampai juga sih! Batin Wisnu.


Wisnu keluar dari kantor saat melihat mobil Marchel berhenti. Dengan langkah lebar Wisnu menghampiri Marchel. Wisnu membuka paksa pintu mobil Marchel. Wisnu yang emosi langsung menarik Marchel untuk keluar dari mobilnya.


"Lu bawa kemana Arin? " Tanya Wisnu, ke dua tangannya mencekal krah kemeja Marchel,serta sorot matanya yang tajam.


Marchel enggan menjawab pertanyaan Wisnu. Tangannya menepis tangan Wisnu dengan kasar, serta senyum mengejek.


"Jawab! Jangan diam aja! " Bentak Wisnu, tangannya sudah bersiap ke udara untuk melayangkan tinjuan ke Marchel.

__ADS_1


"Stop mas! " Ucap Arin yang menyusul keluar dari mobil.


Arin langsung berlari memeluk Wisnu dari belakang , serta tangannya menarik tangan Wisnu yang sudah bersiap memberi bogem ke Marchel.


"Sudah mas! Jangan ribut! Malu di lihat orang! " Ucap Arin.


Wisnu menoleh ke belakang sesaat dan kemudian melihat sekeliling, dan benar saja ulah Wisnu menjadi tontonan orang-orang yang di sana.


"Ikut aku! " Wisnu menarik tangan Arin dan membawanya masuk ke dalam kantor.


"Bang! Lu jangan kasar-kasar dong sama cewek! " Marchel mencoba menghentikan langkah Wisnu.


"Bukan urusan mu! Ketus Wisnu, pergi dari sini atau ku hajar kau! " Ucap Wisnu .


"Akan menjadi urusanku , jika abang menyakiti Arin! Ingat itu bang! " Sahut Marchel.


Wisnu tak memperdulikan omongan Marchel. Iya langsung menarik Arin ke dalam kantor. Karyawan kantor yang melihat kejadian itu pun berbisik-bisik riya.


Aku akan tetap memperjuangkan mu Rin! batin Marchel yang melihat dua orang itu masuk ke dalam kantor .


"Apa saja yang kalian bahas? Sehingga kamu tidak langsung memberi kabar?kamu di bawa kemana sama bocah itu? Hemmm.... Katakan? " Tanya Wisnu saat tiba di ruangan nya.


"Tadi kan aku sudah kasih tau mas Wisnu, jika aku di ajak ke danau! "


"Dan kebetulan tadi di sana jaringannya buruk mas! " Kedua jari Arin terangkat membentuk huruf V.


"Apa saja yang kalian bicarakan? " Tanya Wisnu yang menatap tajam Arin.


"Marchel meminta ku untuk membatalkan perjanjian kita! Tapi...aku tidak mau mas! Sungguh! " Jelas Arin yang takut dengan tatapan Wisnu yang susah di artikan.


"Yakin hanya bahas itu? " Tanya Wisnu lagi.


"Yakin mas! " Sahut Arin.


"Mas jangan gitu dong ngelihatinnya! " Protes Arin yang berjalan mundur.


"Kenapa? Takut? " Wisnu melangkah maju, dan Arin terus melangkah ke mundur.


"Stop di situ mas! " Perintah Arin, namun perintahnya di abaikan oleh Wisnu. Arin mundur hingga mentok ke dinding.


"Ma.. Mas m.. Mau ngapain? " Tanya Arin, kedua telapak tangannya menahan dada Wisnu agar berhenti.


"Apa kamu juga menyukai marchel? " Tanya Wisnu yang terus maju.


"Enggak mas, aku gak ada apa-apa sama dia! " Arin menggeleng kan kepala.


"Bohong! " Wisnu memegang kedua tangan Arin.


"Aku gak bohong mas! "


"Lepasin mas! Mas mau ngapain? "


"Jangan macam-macam ya mas! " Ucap Arin.


"Kamu sudah membuat ku kacau, aku gak bisa fokus dengan meeting ku. Kamu harus membayarnya! " Wisnu mendekatkan wajahnya ke wajah Arin.


"Mas jangan begini dong! " Arin memalingkan wajahnya.


"Mas ingat kan sama janji mas waktu itu? " Arin mencoba mengingatkan Wisnu, karena dia tau apa yang akan di lakukan Wisnu.


"Aku gak lupa! " Sahut Wisnu.


Arin menarik nafas dalam-dalam saat saat wajahnya tersapu oleh nafas Wisnu.


"Kamu harus membayar semua ! " Bisikan Wisnu di telinga Arin.


"Jangan ma..... " Arin tak bisa lagi meneruskan ucapannya.

__ADS_1


Sampai sini dulunya jangan lupa like & coment 😉


__ADS_2