TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
102.Terpengaruh Obat


__ADS_3

Perasaan kecewa masih terus menyelimuti hati Wisnu.


"Apa kamu tidak pernah menganggap serius hubungan kita? Hah! " Ucap Wisnu dan menarik tangannya dari genggaman Sifa.


"Maafkan aku beb! " Ucap Sifa sambil menangis.


Sial kenapa aku masih tetap saja tidak bisa melihat dia menangis. Batin Wisnu.


"Beby! Apa kamu masih marah dengan ku? Aku sudah menjelaskan semuanya tanpa ada yang aku tutupi! " Ucap Sifa dengan sisa tangis nya.


"Entahlah aku sendri juga gak tau! " Sahut Wisnu yang melanjutkan makan .


Aku tau,Kamu pasti tidak bisa melihat ku menangis. Wisnu Mahardika Putra! Kau akan segera jatuh ke pelukan ku lagi! Batin Sifa .


"Sekarang kau tinggal di mana? " Tanya Wisnu yang sibuk dengan isi piringnya.


"Aku tinggal di apartemen! Kamu sendiri? "


"Aku juga tinggal di apartemen" Jawab Wisnu.


"Apa apartemen nya masih sama seperti yang dulu atau sudah pindah? " Tanya Sifa. Dulu ia sering main ke apartemen Wisnu .


"Sudah pindah lama " Jawab Wisnu sambil meminum jus jeruk yang di pesan kan Sifa.


"Di mana? Boleh kan kalau aku mampir ke sana? " Tanya Sifa.


Wisnu terdiam sesaat seperti memikirkan sesuatu.


"Boleh ya beb? " Rengek Sifa.


Wisnu mengukir senyum yang samar di bibirnya sebagai jawaban.


"Makasih ya beby! " Ucap Sifa dengan nada yang di buat manja.


"Oh..iya.Beb! nanti antar aku pulang ya? Sekalian biar kamu juga tau apart ku! " Ucap Sifa.


"Iya" Sahut Wisnu di iringi anggukan kepala.


"Beby! Kok kamu sekarang jadi irit bicara sih! " Celetuk Sifa.


"Dari dulu aku juga seperti ini ! Cepat habiskan makanan mu! Aku harus kembali ke kantor! " Ucap Wisnu yang merasa ada keanehan di tubuhnya.


Sifa mengangguk dan menuruti ucapan Wisnu.


Sebentar lagi kau akan masuk ke dalam perangkap ku! Batin Sifa.


♥*♡∞:。.。  。.。:∞♡*♥


Arin pulang ke apartemen dengan mengunakan taksi online.


Setiba nya di unit milik nya Arin langsung menuju kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Segitu cinta kah kamu sama Sifa mas? Sehingga kamu tak bisa melihat ku yang hidup satu atap dengan mu? " Gumam Arin.


"Aku harus secepatnya bicara dengan mas Wisnu! Aku gak mau terjebak lebih dalam lagi di pernikahan ini! " Gumam Arin sambil melihat foto weddingnya.

__ADS_1


"Lagi pula mas Wisnu sudah menemukan cinta nya kembali! " Arin terus saja bergumam sendiri.



Foto wedding Wisnu dan Arin, anggap saja seperti itu 🤭


Lelah berbaring dan memikirkan bagai mana cara agar Wisnu segera melepaskan dirinya dari ikatan pernikahan, Arin memilih untuk beberes apartemen nya walaupun sudah ada bi Sumi .


"Mbak! Biar bibi saja yang bersihin! " Ucap bi Sumi yang melihat Arin membersihkan kaca jendela.


"Bibi kerjakan yang lain saja!" Sahut Arin.


"Ys udah kalau gitu bibi tinggal angkat jemuran! " Ucap bi Sumi.


"Iya bi " Sahut Arin.


Setelah selesai beberes , kegiatan Arin selanjutnya masak untuk makan malam buat dirinya sendiri. Sukur -sukur jika Wisnu mau memakannya juga.


Dengan bahan yang ada di lemari pendingin . Arin membuat dua menu , yang pertama ada oseng buncis dan yang ke dua Arin membuat ikan nila goreng beserta sambel bawang.


"Beres! Tinggal mandi dulu lah! " Gumam Arin yang langsung meninggalkan dapur.




Anggap saja seperti itu wujud dari masakan Arin 🤭😁


♥*♡∞:。.。  。.。:∞♡*♥


Ke mana sih Riyan? Lama banget! Batin Wisnu.


Wisnu juga mengirim pesan singkat ke Riyan.


(Cepat ke sini aku butuh bantuan mu) isi pesan yang di tulis oleh Wisnu.


Sedangkan Riyan langsung menuju ke lokasi saat menerima pesan dari Wisnu. Riyan hampir saja lupa dengan pesan Wisnu sebelum berangkat menemui Sifa.


"Gawat ini kalau sampai terjadi sesuatu dengan Wisnu! Kenapa juga aku bisa lupa dengan pesan Wisnu tadi? " Gumam Riyan sambil mengemudikan mobilnya. Untung saja jalanan tidak terlalu ramai, jadi Riyan bisa lebih cepat sampai ke lokasi.


Lambat sedetik saja, mungkin Riyan sudah kehilangan jejak Wisnu. Pasalnya saat Riyan baru nyampai di restoran, Wisnu dan Sifa sudah akan naik ke mobil. Melihat itu, Riyan segera turun dan menghampiri Wisnu.


"Wisnu! " Seru Riyan.


Wisnu menoleh saat namanya di panggil.


Akhirnya lu datang juga! Batin Wisnu. Ia bernafas lega saat melihat Riyan.


"Bro! Lu harus ikut gue sekarang! Ada masalah serius dengan nenek lu! " Ucap Riyan dengan wajah dan ekspresi di buat sepanik mungkin.


"Ada apa sama eyang? " Wisnu mengerutkan keningnya.


"Udah lu ikut aja! " Ucap Riyan yang menarik Wisnu keluar dari mobil. "Sifa lu bisa kan pulang sendri? Ini benar-benar darurat! " Ucap Riyan ke pada sifa.


"Tapi Wisnu mau ngantar gue dulu! Iyan kan beb? " Sifa meminta jawaban ke pada Wisnu.

__ADS_1


"Sorry Fa! Gue harus ikut Riyan! Gue takut kalau nenek gue ke napa-napa! " Ucap Wisnu.


"Lu bawa saja mobil Wisnu! Kita harus segera pergi! " Setelah mengucapakan itu, Riyan dan Wisnu pun meninggalkan Sifa seorang diri di parkiran.


"Sial! Gagal dong rencana gue! " Umpat Sifa sambil melihat mobil Riyan yang sudah melesat.


"Lama banget sih lu! " Ucap Wisnu.


"Sorry tadi harus ke kantor sebentar " Sahut Riyan yang fokus menyetir.


Wisnu memejamkan matanya dengan kepala yang bersandar ke belakang.


Riyan melirik Wisnu sekilas, melihat kondisi Wisnu yang duduk di sampingnya itu membuat Riyan mengulum senyum.


"Lu butuh pelampiasan bro" Cicit Riyan.


"Antar pulang ke apartemen saja! " Ucap Wisnu yang masih memejamkan mata.


Memejamkan mata bukan karena mengantuk ya! Melainkan ada sesuatu yang Wisnu tahan.


Mobil Riyan berhenti di depan apartemen Wisnu.


"Pak tolong! " Riyan memberikn kunci mobilnya ke petugas pengamanan di situ.


"Siap pak! " Jawabnya yang sudah tanggap dengan ucapan Riyan.


Wisnu melebarkan langkahnya, ia ingin segera sampai ke unit nya. Saat di dalam lift Wisnu tampak gelisah , karena Wisnu berjalan ke kanan dan ke kiri untuk menghalau gejolak di tubuhnya.


Aku jadi gak sabar apa yang akan di lakukan Wisnu terhadap Arin! Batin Riyan.


Ting , pintu lift terbuka. Wisnu bergegas keluar dan menuju unitnya. Di tekan lah password pintu itu, Wisnu segera masuk dan di ikuti oleh Riyan.


Wisnu menghentikan langkahnya saat melihat Arin yang baru keluar dari kamar dengan mengunakan daster selutut dan lengan yang gutil atau super pendek .


GLEK!


Wisnu susah payah menelan ludahnya ,


Penampilan Arin membuat hasratnya semakin bergejolak.


"Mas sudah pulang? " Tanya Arin yang berjalan mendekat.


"Jangan mendekat! " Seru Wisnu. Arin pun langsung berhenti di tempat.


Wisnu pun segera masuk ke kamar nya.


"Kak ada apa? Apa ada masalah dengan mas Wisnu? " Tanya Arin dengan bingung.


Riyan mengangguk sebagai jawaban.


"Masalah apa kak? " Tanya Arin yang penasaran.


"Wisnu sedang terpengaruh oleh obat! Saran ku jangan mendekati Wisnu dulu jika kamu tak ingin di santap olehnya! " Kekeh Riyan.


"Obat? " Gumam Arin dengan kening yang mengkerut.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2