
Tiga jam lamanya arin duduk di anak tangga , setelah di rasa cukup ia menangis arin melanjutkan menuruni anak tangga itu dengan langkah gontai .
Arin tidak kembali ke ruangan Wisnu, dia memilih untuk pulang. Karena jika bertemu dengan Wisnu yang ada arin akan tetap di paksa agar setuju menikah kontrak dengan bosnya itu.
Arin berjalan kaki terus melangkah tanpa arah. Karena arin tak mungkin pulang ke rumah utama karena ini masih jam kerja. Arin terus berjalan hingga menemukan tempat yang bisa ia jadikan tempat beristirahat . Saat ini arin berada di sebuah masjid yang sedang mengadakan pengajian rutin. Arin duduk di emperan masjid menyandarkan tubuhnya di sebuah pilar yang besar. Arin diam-diam ikut menyimak tausiah yang di berikan pak ustad kepada para jamaah nya.
"Pernahkah kita merasa gelisah karena begitu beratnya beban yang harus kita bawa, (misalnya ketika kita mengalami kekurangan harta atau seseorang yang kita cintai meninggalkan kita untuk sementara waktu atau selama-lamanya) hingga menyebabkan semangat kita patah kemudian pasrah lalu menghentikan langkah dan akhirnya kita memutuskan untuk mengalah?)"
" Ketahuilah , bahwa saat itu Alloh sedang memberikan ujian kepada kita, sebuah cobaan untuk mengukur kadar keimanan sekaligus mengangkat derajat dan meninggikan level ketaqwaan kita sebagai seorang mukmin dan mukminah. Dan Alloh telah mengatakannya dalam Alqur’an bahwa dia akan menguji hambaNya yang bertaqwa dan beriman. Firman Alloh surat Al-baqoroh ayat 155"
"dan kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan...”
"Ujian adalah jembatan bagi seorang mukmin untuk meraih kebaikan yang berlimpah dari Alloh ta’ala dan akan selalu ada hikmah dan anugerah yang sedang menunggu setelah ujian sebagiamana kehadiran pelangi yang selalu dinanti setelah hujan/badai reda. Rosululloh SAW bersabda:
barangsiapa yang alloh inginkan kebaikan pada dirinya maka Dia akan mengujinya (memberikan ujian kepadanya)” (H.R. Muslim)
"Oleh karena itu kita tidak perlu merasa kecewa apalagi berputus asa ketika suatu saat kita ditimpa suatu musibah atau dilanda bencana, karena saat itu Alloh sedang menghendaki kebaikan pada diri kita".
Begitulah kira-kira isi dakwah yang di sampaikan oleh pak ustad.
arin menjadi sadar setelah mendengar siraman rohani itu. bahwa semua orang pasti akan mengalami yang namanya ujian hidup, entah itu besar atau kecil.
arin menyapu air matanya yang akan jatuh. setiap kali arin mengingat masalah dalam hidupnya ia akan menangis. apa lagi jauh dari yoga membuat hati arin menjadi tertekan.
Di kantor
Wisnu sedang membaca surat perjanjian yang Riyan bawa.
"Gimana ada yang perlu di ubah gak? ", tanya Riyan.
" Untuk sementara sih gak ada", jawab wisnu menutup map kembali.
"Lha terus ini ngomong-ngomong arin kemana kok tumben gak ada di ruangan lu? " Tanya Riyan sambil memainkan ponselnya.
"Gw juga gak tau dia kemana! ", jawab Wisnu.
" Tapi lu udah ajak dia bicara masalah ini kan? ", tanya riyan lagi.
" Udah! "
"Tapi dia gak mau! ", jawab Wisnu.
" Alasan dia gak mau? ", tanya Riyan penasaran.
" Alasannya karena dia gak mau jika mempermainkan pernikahan, padahal gw udah ancam dia jika tetep gak mau gw akan menaikan hutangnya tiga kali lipat ", jawab Wisnu.
__ADS_1
" Terus dia tetep gak mau gitu? Dan lu nyerah gitu aja? ", tanya Riyan.
" Gw akan coba bicara lagi nanti ", jawab Wisnu.
" Apa lu sudah ingat dengan mobil itu? ", tanya Riyan.
" Gw gak tau itu mobil siapa! ", jawab Wisnu.
" Lagian yang punya mobil seperti itu kan gak satu orang! ", ibuh Wisnu.
" Ia sih... Tapi gw kaya gak asing sama plat nomornya ", ucap Riyan.
" Udah gk usah lu pikirin yang terpenting lu fokus sama apa yang gw tugasin! ", ucap Wisnu.
" Siap bos! ", jawab Riyan.
" Sono selesaikan kerjaan lu! ", perintah Wisnu.
" Iye tau ini juga mau pergi ", jawab Riyan.
Kini tinggal Wisnu seorang diri di dalam ruangannya , biasanya akan ada arin di sana walaupun tidak sepenuhnya membantu pekerjaan Wisnu, namun keberadaan arin bisa membuat ruangan itu tak lagi hening. Ada saja yang arin tanyakan, kalau Wisnu belum marah arin belum bisa diam.
Dan sekarang baru beberapa jam saja arin tidak kembali ke kantor, Wisnu merasa ada yang kurang.
Huuufftt....
"Kemana sih tuh anak! "
"Ah... Dia kan bukan anak-anak lagi! "
"Malah udah punya anak kan dia! ", gunam Wisnu yang terus menelfon arin.
Hari sudah sore, Wisnu sengaja membawa pekerjaan nya pulang. Ia ingin segera pulang dan mencari arin. Wisnu sempat telfon orang rumah untuk menanyakan arin. Dan ternyata arin juga belum pulang kerumah. Wisnu panik dengan cepat dia mengemasi berkas-berkas yang akan di bawa pulang.
Wisnu tak menghiraukan sapaan dari karyawan nya yang berpapasan. Wisnu berjalan cepat menuju parkiran mobil.
Wisnu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Wisnu menoleh kanan kiri untuk memastikan keberadaan arin.
"Kemana sih perginya? "
"Kalau tersesat lagi gimana!"
"Kenapa harus di matiin sih HP nya? "
Umpat Wisnu kesal dan memukul setir mobilnya.
__ADS_1
Sudah berjam-jam Wisnu mencari arin, namun belum juga ketemu. Karena sudah malam Wisnu memutuskan untuk pulang dengan harapan arin sudah sampai rumah terlebih dulu.
Wisnu melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut agar cepat sampai rumah.
"Bik... , eyang mana? ", tanya Wisnu saat sampe rumah.
" Nyonya ada di kamar den! Dari tadi pagi belum keluar! ", jawab bi sumi
"Apa eyang sedang sakit? ", tanya Wisnu dengan khawatir.
" Hanya sedikit pusing den! , sudah minum obat juga ", jawab bi sumi.
"Kalau arin sudah pulang bik? ", tanya Wisnu lagi.
" Mbak arin belum pulang! Kan biasanya pulang bareng sama aden! ", kata bi sumi.
Setelah mendapat jawaban dari art nya Wisnu langsung menuju kamar neneknya untuk melihat keadaan neneknya.
" Eyang! "
"Eyang sakit? Kita ke rumah sakit ya? ", Wisnu duduk di pinggir ranjang sambil memegangi tangan mariyam.
" Eyang gak papa! Kamu sudah pulang? ", kata mariyam.
" Sudah eyang! Apa eyang sering pusing? ", tanya Wisnu yang terlihat cemas .
" Jangan cemaskan eyang! ", kata mariyam sambil mengelus pipi Wisnu.
" Kamu tau kan jika usia eyang sudah semakin tua? "
Wisnu mengangguk.
"Lalu kenapa kamu tidak mau menuruti keinginan eyang?, jika kamu suah menikah itu artinya perusahaan yang eyang pegang akan beralih ke tangan mu! Dan eyang akan menikmati usia tua eyang dengan tenang tanpa beban pekerjaan".
"Eyang juga ingin punya cicit! Sama seperi teman - teman eyang yang selalu menceritakan tingkah lucu cicit atau cucunya ".
" Apa kamu tidak mau memberi eyang cicit? ", kata mariyam mengungkapkan keinginannya.
" Eyang jangan khawatir ya? "
"Wisnu akan segera mengabulkan keinginan eyang "
"Tapi beri Wisnu waktu ya? "
"Wisnu mohon! ", jawab Wisnu pada akhir nya.
__ADS_1
Mariyam tersenyum dan mengangguk saat mendengar jawaban Wisnu .