TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
77. Melihat Sunset part 2


__ADS_3

Saat ini Arin duduk di pinggiran pantai tanpa menggunakan alas. Tangannya memainkan pasir pantai.


"Nih buat kamu! " Wisnu datang dan menyodorkan kelapa muda ke Arin.


Arin menepuk-nepuk tangannya sebelum mengambil kelapa muda itu dari tangan Wisnu.


"Makasih mas! " Arin langsung menyeruput air kelapa muda itu.


"Makasih ya mas! Udah ajak aku kesini! " Ucap Arin.


"Iya, aku ikut senang jika kamu juga senang! " Sahut Wisnu.


"Iya mas, aku senang banget! "


"Mas tau gak? Udah lama aku ingin ke sini! " Ujar Arin.


"Benar kah? " Sahut Wisnu yang menoleh ke Arin.


"Iya mas! "


"Dulu tuh ya, di SMP ku mengadakan studytour ke Bali dan jogja. Waktu itu aku pingin banget ikut tour ke Bali, karena uangnya gak cukup! Akhirnya ikut tour ke Jogja. " Arin menceritakan keinginannya saat SMP.


"Tapi sekarang sudah kesampaian kan? " Tanya Wisnu.


"Iya mas, aku sudah gak penasaran lagi! " Jawab Arin.


"Setelah pekerjaan mas Wisnu selesai kita jalan-jalan yuk! " Ajak Arin sambil tersenyum.


"Mau jalan-jalan ke mana sih? " Wisnu merapikan rambut Arin yang berantakan karena tertiup angin.


"Hemm... Ke pusat oleh-oleh mas! Aku ingin beli pai susu dan kacang bali! " Jawab Arin.


"Iya, nanti kita ke sana ! " Wisnu tersenyum mendengar keinginan Arin.


Mereka masih duduk di atas pasir pantai, menikmati keindahan sunset di pantai nusa dua bali .



Nah seperti itu lah gambaran sunset di pantai nusa dua bali.


Setelah menikmati sunset Wisnu mengajak Arin untuk makan. Awalnya Wisnu ingin mengajak Arin ke restoran, namun Arin menolak ia masih ingin menikmati pantai. Akhirnya mereka makan malam di pinggiran pantai.


"Makasih ya mas! " Arin tak bosan mengucapkan terimakasih.


"Jangan terimakasih terus! " Sahut Wisnu sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Kalau masih bilang terimakasih, nanti aku akan minta imbalan sama kamu ! Kamu mau? " Wisnu menampilkan seringainya.


"Ihhh... Ogah! " Sahut Arin dengan cepat karena Arin tau betul imbalan apa yang di maksud oleh Wisnu.

__ADS_1


"Cepat habiskan makan mu! " Perintah Wisnu, "coba ini! " Wisnu menyuapkan suwiran daging ayam betutu ke mulut Arin. Arin pun tak menolak, ia melahapnya.


"Gimana enak kan? " Tanya Wisnu yang di jawab dengan anggukan kepala dari Arin.


"Mas juga harus coba punya ku! " Arin menyuapkan daging lobster ke mulut Wisnu dan terjadilah suap-suapan.


"Aku jadi berasa kaya ABG yang pacaran deh!" Ucap Arin sambil tersenyum.


"Ya anggap saja begitu! " Sahut Wisnu, "kalau di pikir-pikir sih! Memang iya, kita seperti ABG yang lagi pacaran! " Wisnu dan Arin sama-sama tersenyum geli dengan pikirannya.


Pagi yang cerah di pulau Bali. Wisnu dan semua teamnya sedang menikmati sarapan pagi sebelum melakukan pekerjaan. Eva menghampiri wisnu yang hanya duduk berdua dengan Riyan .


"Hay Nu? " Sapa Eva.


"Hay! " Sahut Wisnu, "sudah sarapan?" Tanya Wisnu ,"Setelah sarapan kita akan langsung ke lokasi! "Lanjut Wisnu.


" Ini juga mau sarapan! "Jawab Eva menunjukan piring yang berisi sandwich.


" Wisnu nanti setelah selesai pengambilan gambar, kita jalan-jalan yuk! Aku jadi ingat deh saat kita studytour ke Bali. Kamu masih ingat kan? " Ucap Eva.


"Iya aku ingat! Waktu itu kita masih SMP iya kan Yan? " Ucap Wisnu.


"Heemmm...iya betul banget! Gue jadi kangen sama teman-teman kita! " Sahut Riyan.


Mereka asik bernostalgia saat masih di SMP. Kejadian-kejadian lucu serta konyol pun mereka masih ingat, membuat mereka tertawa bersama.


"Mbak Arin! "


"Hemm... Saya boleh gabung dengan kalian? " Tanya Arin.


"Boleh mbak silahkan! "


Setelah mendapatkan tempat duduk, Arin pun langsung menyantap makanan yang ia ambil. Semua team melihat Arin dengan heran , karena tidak pernah Arin jauh dari bosnya.


"Kok tumben mbak Arin gak sama si bos? " Tanya salah satu team yang penasaran.


"Saya juga pingin ngerasain gabung dengan kalian! "


"bosen tau nempel terus sama bos! " Arin menjawab dengan candaan.


"Hahaha...Mbak Arin bisa aja deh kalau bercanda ! " Mereka menertawakan ucapan Arin.


Wisnu menoleh ke samping saat mendengar semua teamnya tertawa. Iris mata Wisnu menangkap Arin yang ikut tertawa di sana.


"Gue tinggal sebentar dulu ya ! " Wisnu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Riyan serta Eva.


"Lagi bahas apa sih kok kelihatannya seru banget?" Tanya Wisnu yang sudah berdiri di belakang kursi Arin.


"Mbak Arin saya duluan ya! "

__ADS_1


"Permisi bos ! " Semua team berpamitan satu persatu dan kini tinggallah Arin di meja itu.


"Ehh... Pada kemana sih? " Arin berdiri dari duduknya namun di tahan oleh Wisnu.


"Gara-gara Mas nih! Lihat mereka jadi pergi semua! " Ucap Arin.


"Lho kenapa jadi aku yang di salahin? Aku gak ngusir mereka lo! Mereka sendri yang tiba-tiba pergi! " Ucap Wisnu yang duduk di sebelah Arin.


"Iya itu gara-gara kamu kesini mas! " Sahut Arin.


"Lagian kamu aku tungguin dari tadi, bukanya nemuin aku malah asik di sini! " Ucap Wisnu.


"Kan mas udah di temani sama mbak Eva! Lagi pula tadi mas Wisnu juga sedang asik banget aku lihat. Lagi ngomongin apa sih, kok sampai tertawa? " Tanya Arin yang mulai kepo dengan urusan pribadi Wisnu.


"Oh... Itu! Kita lagi bahas kejadian di masa SMP dulu! " Jelas Wisnu.


"Ohhh.. " Sahut Arin sambil meneruskan makannya.


"Kok oh sih? " Tanya Wisnu.


"Terus aku harau jawab apa? " Arin menjawab dengan mulut yang penuh nasi.


"Ya tanya apa kek gitu! Masak cuma oh aja !" Umpat Wisnu.


"Mas belum sarapan ya? Nih hak... " Arin menyuapkan rolade ke mulut Wisnu. "Enak kan? " Tanya Arin sambil tersenyum.


"Kamu tuh ya! " Wisnu mengajak rambut Arin.


Semua team sudah ada di lokasi. Eva pun sedang di rias oleh team penata rias. Wisnu dan Riyan duduk di bangku yang terbuat dari kayu. Wisnu ingin menyaksikan langsung pembuatan iklan tersebut, walaupun sudah ada sutradara yang mengaturnya.


Pengambilan gambar tahap pertama sudah selesai. Semua team di beri waktu untuk beristirahat terlebih dahulu, karena masih ada pengambilan gambar selanjutnya.


"Mas aku kembali ke hotel sebentar ya! " Pamit Arin.


"Mau ngapain? " Tanya Wisnu.


"Aku mau ganti baju mas! Baju yang aku pakai ini panas! " Jelas Arin sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke lehernya.


"Ya udah, tapi harus cepat kembali lagi ya! " Wisnu mengizinkan Arin untuk ganti baju.


"Oke mas! " Jari Arin membentuk huruf O. ( nah seperti ini bentuk jari Arin 👌)


Eva pun ikut meninggalkan lokasi saat melihat Arin yang pergi seorang diri.


Eva membuntuti Arin secara diam-diam serta menampilkan senyum liciknya. Eva melihat keadaan sekitar yang kebetulan sedang sepi, hanya ada Arin yang berjalan di depannya. Eva berjalan cepat dan secepat kilat Eva membekap mulut Arin dengan saputangan .


Jangan lupa like & komen 😉


Beri hadiah dan vote juga boleh 🤭😉

__ADS_1


__ADS_2