TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
40. Menu darurat


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam istirahat.


"Rin kita ke kantin yuk! ",ajak intan .


" Maaf mbk! Saya harus nemui pak. Wisnu dulu", jawab arin.


"Oh ia gw lupa! "


"Ya udah gw ke kantin duluan ya! ", ucap intan yang menyambar dompet dan handphone nya, intan langsung meninggalkan arin karena cacing dalam perutnya sudah pada demo.


Arin berjalan menuju ruangan Wisnu, langkahnya terhenti saat ponselnya berdering. Arin melihat notifikasi pesan onlen yang berlogo telfon warna hijau. Arin bernafas lega setelah membaca pesan yang di kirim oleh Wisnu.setelah membaca pesan dari Wisnu, arin menyimpan ponselnya ke dalam tas dan berbalik arah untuk menyusul intan di kantin. Arin Memang sudah menahan rasa lapar dari tadi sebelum jam istirahat berlangsung . Saat sudah tiba di dekat kantin arin tampak memikirkan sesuatu dan setelah itu arin memilih untuk keluar . Tujuan arin saat ini adalah penjual gorengan yang biasa mangkal di sebrang kantor Wisnu. Ya memang jika arin tidak sempat membawa bekal untuk makan siang dia memilih membeli gorengan yang murah meriah. Dengan begitu arin bisa menghemat pengeluaran nya.


Saat ini arin sedang duduk di bawah pohon palem yang ada di taman mini sebelah kantor Wisnu.


Arin menikmati gorengan yang ia beli sambil melamun .


Arin tersadar dari lamunan nya saat pundaknya di tepuk oleh Riyan.


"Ngapain di sini? ", Riyan duduk di sebelah arin.


" Kak yan! Ngagetin aja ", kata arin.


" Jangan suka ngelamun di bawah pohon entar kesambet lo! ", canda Riyan.


" Ya jangan sampek dong kak! , lagian ini kan cuma pohon palem aja mana mungkin ada dedemit di sini! ", kata arin sambel mendongakkan kepalanya ke atas melihat pohon palem.


" Ya kan kita gak tau! Siapa tau aja ya dia sekarang ada di samping lu tuh! ", kata Riyan menunjuk sebelah arin dengan dagunya.


" Ihh... Kak Riyan nih! ", arin membuka tutup botol air mineral untuk ia minum.


" Lu makan gorengan lagi? ", tanya Riyan yang melihat kantung kresek di tangan arin.


" Kakak mau? Nih ambil! ", arin tidak menjawab pertanyaan Riyan, malah menawari Riyan dan menyodorkan kantung kresek nya.


" Sahabat gw memeng bener - bener keterlaluan! "


"Gak seharusnya juga dia motong semua gaji pokok kamu untuk mengembalikan uangnya ", ucap Riyan.


" Sudah lah kak aku gak papa! Justru itu akan cepat lunas dan gw bisa terbebas dari pak Wisnu! , ini mejadi menu darurat buat ku kak! Hehehe", jawab arin sambil nyengir kuda.


" Lu gak tau aja apa yang akan Wisnu lakuin nanti! ", batin Riyan yang merasa iba dengan arin.


" Nih makan! Lu boleh menghemat tapi lu juga harus pikirin kesehatan lu! "

__ADS_1


"Lu mau sakit? Kalau lu sakit lu gak akan bisa kerja! Itu artinya lu gak akan dapat bonus dari Wisnu! "


"Ini satu buat lu gw tadi sengaja bungkus dua ", kata Riyan yang menyodorkan bungkusan nasi padang.


" Tapi kak! ", kata arin.


" Gak ada tapi-tapian! Nih udah gw buakin buat lu! Apa perlu gw suapin juga? ", kata Riyan.


" Gak usah kak! Aku makan sendri aja! ", arin mengambil bungkusan nasi dari tangan Riyan.


" Kak Riyan kok tau sih kalau aku sering beli gorengan? ", tanya arin di sela-sela makan .


" Awalnya gw gak sengaja liat lu waktu itu beli gorengan, gw pikir lu lagi keping aja. Terus gw juga sering liat lu duduk di sini. Lama-lama gw jadi tau kalau lu gak sempat bawa bekal, lu pasti akan beli gorengan", jelas Riyan sambil menikmati nasi bungkus.


"Makasih ya kak! Udah di beliin makan siang! ", kata arin.


" He'eh", jawab Riyan.


Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka dari tadi. Orang itu juga beberapa kali mengambil foto mereka berdua.


"Dasar ya lu! Udah pacaran sama Wisnu masih juga deketin sahabat nya juga! "


"Mau lu apa? ", eva yang tiba-tiba datang dan langsung menarik rambut arin dengan kasar.


" Waw... Sakit lepaskan! ", pekik arin sambil menahan rasa sakit.


" Lu juga! Sahabat macam apa lu nikung temen sendiri ", cecar eva.


" Ini gak seperti yang lu bayangin", kata Riyan.


"Gw gak percaya sama lu karana gw sudah ada bukti jika kalian bermain api di belakang Wisnu! ", eva menunjukan foto-foto yang ia mabil secara diam-diam tadi.


Setelah itu eva langsung pergi meninggalkan arin dan Riyan.


" Lu gak papa kan? ", tanya Riyan


" Gak kok! ", Jawab arin sambil mengusap kepalanya yang masih terasa sakit .


" Lu gak usah kuatir! Ancaman eva itu tidak akan mempengaruhi Wisnu"


"Gw tinggal dulu! ", Riyan meninggalkan arin . Karena Riyan sudah ada janji dengan pengacara Wisnu .


" Itu cewek bener-bener cinta ya ama pak Wisnu! Sampai dia berani berbuat kasar dengan ku, padahal aku hanya pacar kontak nya saja. Coba kalau pacaran beneran ma pak Wisnu , pasti cewek itu bisa berbuat yang lebih mengerikan", batin arin sambil mengemasi sisa bungkusan nasi.

__ADS_1


"Ihh... Jadi ngeri deh gw! ", arin tiba-tiba merinding saat membayangkan tindakan eva yang di luar dugaan.


" Ngeri kenapa? ", tanya Wisnu yang tiba-tiba berada di belakang arin.


Arin sepontan langsung menoleh ke sumber suara. Setelah itu membuang pandangan nya karena arin masih tak berani menatap Wisnu.


" Ikut aku! ", Wisnu menarik tangan arin.


" Pak lepas dulu ini tangan ku! ", arin menarik tangannya dengan kuat.


Wisnu tak menghiraukan ucapan arin. Ia malah mempererat cengkraman nya .


Wisnu terus berjalan menuju pintu lift.


Wisnu juga tak menghiraukan jika banyak pasang mata yang melihat.


Dalam pikiran Wisnu ia harus segera mengajak arin berbicara tentang ide dari Riyan tadi pagi. Karena hanya itu jalan Satu-satunya.


"Pak lepasin sakit! ", rengek arin.


" Diam kamu! ", kata Wisnu.


" Kalau aku lepasin, kamu pasti akan mencoba menghindar dari saya! "


"Jadi sebelum sampek tujuan saya gak akan lepasin tangan kamu! "


Arin menghentak-hentakkan kakinya karena kesal dengan ulah sang bosnya itu.


"Gak usah manyun gitu! ", kata Wisnu yang sekilas melihat arin sedang cemberut.


" Apa kurang yang tadi pagi? ", Wisnu mendekatkan wajahnya ke wajah arin.


Sontak arin langsung mendorong Wisnu.


" Dasar bos omes! ", umpat arin dan langsung melengos.


Wisnu tersenyum saat mendapati wajah arin yang bersemu merah. Membuat Wisnu menjadi gemas , dan ingin menggoda arin.


Tangan Wisnu menoel pipi arin .


" Pak...! ", pekik arin


Wisnu tersenyum samar, tangannya terulur kembali untuk menoel dagu arin.

__ADS_1


" Pak...! Bisa gak sih gak usah colek-colek! ", kata arin yang kesal .


" Enggak! ", jawab Wisnu singkat.


__ADS_2