TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
22.seperti orang pacaran


__ADS_3

Saat ini mereka sudah sampai di salah satu hotel untuk menginap.


"Permisi mbak! Saya mau pesan dua kamar ", kata Wisnu kepada reception.


" Maaf Pak! Hotel kami sedang penuh dan hanya tersisa satu kamar saja! ", katanya


" Hah! Yang bener saja mbak? ", tanya arin memastikan.


" Ia.. Mbak, karena ada acara seminar dari kemarin dan caranya berlangsung gedung hotel ini juga! ", jelasnya


" Pak yang benar saja masak kita satu kamar kan gak lucu! ", arin berbisik.


" Ini sudah malam kita gak mungkin muter-muter cari hotel lagi! ", kata Wisnu dengan santainya.


" Ia mbak saya ambil kamarnya "


"Ini pak kuncinya, kamar nomor 137", kata reception.


" Saya mau mandi dulu , gerah sedari tadi ", kata Wisnu saat sudah berada di dalam kamar dan langsung menuju kamar mandi.


Arin bisa bernafas lega saat melihat kamarnya itu mempunyai tempat tidur double jadi tidak perlu satu ranjang.


Arin langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur karena terasa lelah tanpa arin sadari tertidur di atas empuknya kasur. Niatnya arin menunggu Wisnu yang masih berada di kamar mandi dengan rebahan di kasur.


Ceklek..


Suara pintu terbuka itu tak lagi menggangu tidur arin. Seolah-olah dia sudah lama tertidur.


"Cek... Sudah tidur aja dia! ", Wisnu berdecak saat melihat arin sudah tertidur.


Wisnu mencoba membangunkan arin


" Rinn... Bangun! Mandi dulu! ", Wisnu masih terus mengguncngkan tubuh arin.


" Heemmm... Lima menit lagi ", arin mengeliat kemudian mengubah posisi tidurnya.


" Cekk!! Jorok banget sih jadi cewek, buruan bangun!", Wisnu terus mengguncangkan tubuh arin kali ini lebih keras lagi sampai arin benar-benar bangun dari tidurnya.


"Hiis.. Ia. Ia pak, bawel banget sih! Baru juga mimpi udah di ganggu aja", omel arin. Namun tetep beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.


Tiga puluh menit sudah arin berada di kamar mandi, dia memilih berendam terlebih dulu karena masih ngantuk.

__ADS_1


Saat arin keluar kamar mandi dia tidak menemukan Wisnu di sana.


Arin duduk di depan meja rias, memoles tipis wajahnya dengan cream malam .


Setelah itu menuju tempat tidurnya berharap bisa melanjutkan tidurnya lagi. Namun itu sia-sia, sudah berulang kali arin memejamkan matanya namun tetap saja dia tidak bisa tidur. Arin meraih ponselnya dia mencari nama sahabatnya untuk mengirim pesan lewat aplikasi whatsapp.


Arin memang sering menghubungi sahabatnya itu di kala waktu luang, ya walau hanya menanyakan kabar atau bahkan video call , memang arin mengenal sabahat nya itu saat pertama kali masuk ke sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berada di daerah nya. Walaupun sudah lulus sekolah dan arin sudah menikah persahabatan mereka tetap terjaga. Saling memberi dukungan .lama arin berchat ria dengan sahabatnya itu akhirnya arin memilih menuju balkon kamar nya untuk mencari angin. Namun saat tiba di balkon arin sedikit kaget karena ternyata Wisnu sudah ada di sana.


"Bapak disini? "


"Bapak merokok? ", tanya arin yang berjalan mendekati Wisnu.


" Heemm... "


"Ia kalau lagi puyeng aja ngerokok, Kenapa gak jadi tidur? ", jawab Wisnu.


" Gara-gara bapak nih jadi gak ngantuk lagi kan!, ngantuknya udah ialang di guyur air tadi ", kata arin .


Wisnu tersenyu samar saat mendengar perkataan arin.


Lama mereka terdiam menikmati indahnya malam , sekilas Wisnu melirik arin yang sedang melamun, entah apa yang sedang arin pikirkan.


" Beneran kamu belum ngantuk? ", tanya Wisnu.


" Belum! Susah buat tidur lagi", jawab arin.


"Kita ke cafe itu yuk? ", Wisnu menunjuk ke arah cafe yang berada di depan hotel tempat mereka nginap.


Arin mengikuti arah yang wisnu tunjuk itu lalu mengangguk tanda setuju dengan ajakan Wisnu.


" Kamu gak bawa jaket? ", tanya Wisnu saat jalan menuju cafe, mereka berjalan karena jarak antara hotel ke cafe tidak jauh.


" Gak! Gara-gara bapak sih jadi gak ada persiapan. Ngajaknya juga dadakan baget, ini aja cuma bawa satu sel baju ganti, entah besok mau ganti pake apa ",jawab arin .


" Ya.. Maaf!, tadi juga dadakan informasi nya ", kata Wisnu.


" Selamat malam! , silahkan mau pesan apa? ", kata pelayan cafe dengan ramah.


" Capuchino panas satu sama roti bakar keju", kata Wisnu saat melihat buku menu yang ia pegang.


"Saya pesan jus jambu satu sama sosis bakar ", kata arin.

__ADS_1


" Ada lagi? ", kata pelayan cafe


" Hemm... Tambah steak nya dua", kata Wisnu.


"Bagus ya tempatnya? Ada live musiknya juga " Kata arin .


Wisnu hanya menjawabnya dengan senyuman karena ia sibuk dengan ponselnya untuk mengecek laporan yang masuk di emailnya .


"Silahkan menikmati! ", kata pelayan cafe itu saat mengantar pesanan ke meja arin dan Wisnu.


Mungkin laporan yang di kirim itu benar-benar penting sampai wisnu tidak menghiraukan kata-kata arin.


" Pak di makan dulu itu nanti keburu dingin kan jadi gak enak! ", kata arin.


Awalnya arin biasa saja karena kata-kata nya tidak di gubris.


" Cek.. Pesan makanan tapi di anggurin ", umpat arin yang kesal karena merasa di cuwein karena Wisnu masih saja sibuk dengan ponselnya.


Arin menyuapkan potongan daging ke mulut Wisnu , dan tidak ada penolakan dari Wisnu. Awalnya Wisnu megerutkan alisnya kemudian ia melahapnya. Selama Wisnu memeriksa laporan di emailnya selama itu juga arin menyuapi Wisnu dengan bergantian arin menyuapka makanan nya sendiri. Dan itu membuat para pengunjung cafe memperhatikan meraka berdua


"Lihat mesra banget ya pasangan itu? "


"Sabar banget itu ceweknya "


"Ia mau-maunya nyuapin cowoknya yang sibuk main HP"


"Ia tuh... Cowoknya manja tapi shosweet deh kalau di lihat-lihat "


Terdengar kasak kusut dari pengunjung cafe di Sana.


"Paakk! ", arin memanggil Wisnu yang masih asik dengan ponselnya.


" Hemm", hanya itu yang keluar dari mulut Wisnu.


"Liahat itu pak kita di lihatin sama mereka ! ,kita seoerti orang lagi pacaran aja ", kata arin lirih.


Wisnu melirik sekilas dan kembali menatap ponselnya.


" Sedikit lagi ini ", kata Wisnu.


Akhirnya Wisnu menyudahi kegiatannya dan menyimpan ponselnya, dan mengambil alih piring yang ada di depan arin.

__ADS_1


__ADS_2