
Sudah dua hari Wisnu di rawat secara intensif. Itu semua karena paksaan dari Riyan . Padahal Wisnu minta rawat jalan saja. Namun karena mendapat ancaman dari Riyan akhirnya Wisnu hanya bisa pasrah dan menurut .
Selama dua hari juga arin yang selalu menemani Wisnu. Orang rumah akan datang ke rumah sakit jika arin atau Wisnu menyuruhnya mengambilkan sesuatu.
"Pak saya akan ambil obat dulu ke apotik! ", pamit arin.
" Iya... Jangan lama-lama ya? Aku sepi tanpa mu! ", kekeh Wisnu.
" Apain sih pak? Gak jelas banget deh! ", umpat arin
Arin meninggal kan Wisnu sendirian di dalam kamar. Arin berjalan melewati lorong rumah sakit yang sepi hanya beberapa gelintir orang saja yang lewat. Arin tak memperhatikan jalannya karena fokus dengan ponsel nya. Sehingga arin menabrak seseorang yang berjalan berlawan arah dengannya.
" Aduhh! ", pekik arin.
" Maaf saya...
Ucapan arin menggantung saat tau siapa yang ia tabrak .
"Ngapain kamu ada di sini? ", tanya arin.
" Kamu sendiri ngapain di sini? ", marchel balik tanya tanpa menjawab terlebih dulu pertanyaan yang di lontarkan arin.
" Ckk.. Di tanya balik tanya! ", gerutu arin.
" Minggir aku mau lewat! ", arin mendorong tubuh marchel hingga mundur selangkah ke belakang.
" Jawab dulu pertanyaan ku! Ngapain kamu di sini? ", marchel meraih tangan arin.
" Lagi nungguin majikan ku yang lagi sakit. Puas! ", jawab arin ketus.
" Ohh... Lagi nungguin majikan to? "
"Majikan yang mana? ", tanya marchel.
" Ya majikan ku lah! Kenapa emang nya? Ada masalah? ", tanya balik arin .
" Ada ! ", jawab marchel singkat.
"Minggir aku gak punya banyak waktu untuk meladeni orang aneh seperti mu! ", kata arin.
" Katanya dimana sebenernya kamu tinggal dan kerja? Karena rumah itu bukan rumah majikan mu! ", kata - kata marchel membuat arin gelagapan .
" Bener kok itu rumah nya! ", bohong arin.
" Tetep tak mau jujur? "
"Aku sudah mencari tau siapa pemilik rumah itu! ", kata marchel.
Mampus! Kasih alsan apa lagi nih?
" Jangan coba-coba untuk mencari alasan! ", kata marchel yang mendekatkan wajahnya ke wajah arin.
" Siapa juga yang cari alasan! "
"Aku gak mau aja kamu tau aku kerja di mana. ", jawab arin yang memundurkan wajahnya.
" Lalu kenapa chat dan telfon dari ku kau abaikan? ", tanya marchel penasaran .
__ADS_1
" Ya karena aku lagi sibuk gak sempat pegang hp! ", jawab arin.
" Ohh... Sibuk ya? Gak sempat pegang HP ya? ", ulang marchel senyum sinisnya.
" Lalu ini apa? Sampai kamu tak melihat ada orang di depan mu! ", marchel merebut ponsel dari tangan arin.
" Kembalikan ! ", maki arin.
" Ambil saja kalau bisa! ", marchel mengangkat tinggi-tinggi ponsel arin.
Karena marchel yang terlalu tinggi bagi arin. Sehingga arin harus melompat untuk menggapai ponsel milik nya.
" Cepat kembalikan! Aku buru-buru. ", ucap arin yang terus melompat.
"Makanya tumbuh itu keatas!", kekeh marchel.
" Kamu itu yang ketinggian! Balikin cepat! ", rengek arin.
" Ambil nih... Ambil! ", marchel menurunkan ponsel arin dan langsung menarik ke atas lagi.
" Aku harus segera ke....
Ucapan arin menggantung karena arin dan marchel jatuh bersamaan. Karena tak sengaja menginjak kaki marchel yang akan melangkah untuk menghindari arin. Baru pertama kali nya marchel menatap wajah ayu arin dari jarak yang dekat. Karena posisi arin berada di atasnya. Bahkan marchel sampai tak mengedipkan matanya. Saat itu pula di manfaatkan arin untuk merebut ponselnya.
"Kembalikan! ", arin merebut paksa ponselnya. Kemudian ia menggeser tubuhnya ke samping dengan posisi duduk.
" Maaf! Ada yang sakit gak? ", tanya marchel yang membatu arin bangkit dari duduknya.
" Enggak! Minggir ihh... Aku mau ke apotik. "
"Kalau aku sampai kena marah sama majikan ku, kamu harus tanggung jawab. "
Marchel ingin mengikuti arin , tapi ia sadar tujuannya ke rumah sakit untuk menengok Wisnu. Marchel berjalan gontai menuju ruangan VIP tempat Wisnu di rawat.
" Pagi bang! ", sapa marchel setelah membuka pintu.
" Pagi juga! ", balas Wisnu yang langsung mengubah posisi tidur nya menjadi duduk.
" Kapan kamu datang ke indo?", tanya Wisnu.
"Sudah dua mingguan bang. Gimana keadaan abang? "
"Sudah lebih baikan. Kamu tau dari mana aku di rawat di sini? "
"Dari bibi semalam! Saat itu juga aku kesini tapi abang masih belum sadar. "
"Teman abang gak nungguin? "
"Riyan maksud kamu? "
"Ia... Karena semalam hanya ada dia yang jagain abang."
"Dia harus gantiin abang mu ini di kantor. "
"Lagian sudah ada pacar abang yang jagain. "
"Pacar? Sejak kapan abang punya pacar? "
__ADS_1
"Wahh... Belum tau dia! "
"Emangnya sudah bisa move on? "
Marchel dan Wisnu memang dekat karena pernah tinggal bersama di rumah mariyam. Jadi tak heran jika marchel mengetahui sedikit masalah Wisnu.
"Lu tunggu saja! Dia masih ambil obat buat ku. "
"Nanti gw kenalan lu sama dia. "
"Jadi penasaran gw bang. "
"Siapa sih yang sudah bisa merebut hati abang gw yang paling ganteng ini! ", ledek marchel.
" Wah... Baru tau ya kalau abang mu ini tampan rupawan? "
"Apa kamu lupa jika dulu pacar mu hampir kepincut dengan abang? ", kekeh Wisnu.
" Yeee... Itu kan dulu bang . "
Keduanya tertawa bersama mengingat kejadian masa lalau. Saat kekasih marchel kepincut dengan pesona Wisnu.
"Bang gw harus kembali ke kantor. ", pamit marchel.
" Tunggu lah sebentar lagi. Pasti dia akan segera datang. ", pinta Wisnu .
" Lain kali saja bang ! "
"Gw harus cabut sekarang juga. Abang cepat sembuh ya ? Jangan buat eyang khawatir! ", kata marchel yang langsung meninggalkan ruangan .
Bapak sama anaknya sifatnya sangat beda jauh. Mudah-mudahan marchel tidak mempunyai sifat buruk dari papi nya.
" Maaf Pak lama ya? Tadi saya harus keruangan dokter terlebih dulu. ", jelas arin.
" Padahal tadi aku mau kenalin kamu sama keponakan ku! Tapi kamu nya lama banget. ", ucap Wisnu.
" Terus kemana keponakan bapak itu? "
"Sudah pulang ! Dia ada urusan di kantor. "
Untung saja tadi ketemu dokter. Jangan sampai orang aneh itu tau jika aku kerja di rumah neneknya dan jadi asisten Saudara nya ini.
"Gimana kata dokter tadi? ", tanya Wisnu.
" Sore ini bapak sudah boleh pulang. "
"Bagus lah! Aku juga bosan lama-lama ada di sini. "
"Makanya lain kali Bapak harus jaga pola makan. Sesibuk apapun bapak harus menyempatkan diri untuk istirahat dan mengisi perut yang kosong. "Omel arin.
" Kan sebentar lagi kamu jadi istri ku n jadi itu sudah tugas mu untuk mengurus ku nanti. Mengingatkan segala sesuatu yang mungkin aku lupa. ", ucap Wisnu.
" Ingat ya pak ! Pernikahan kita hanya sebatas perjanjian saja. Jadi jika aku malas mengurus bapak jangan marah ya? ", kata arin yang sibuk berkemas.
" Jika itu terjadi! Akan aku beri hukuman nanti. ", kekeh Wisnu.
Arin tak lagi menyahut, arin hanya memutar bola matanya tanda malas beradu mulut dengan Wisnu.
__ADS_1
Wisnu hanya tersenyum melihat arin yang sibuk. Sedetik kemudian Wisnu meraih ponselnya. Ia merekam arin secara diam-diam.