
"Bik kita naik apa ke pasar nya? " Tanya Arin saat berjalan menuju lift.
"Biasanya bibi naik ojek atau enggak naik angkot mbak! " Jawab bi Sumi. Arin pun menganggukkan kepala.
Dengan menggunakan taksi Arin dan bi Sumi tiba di pasar.
"Bibi mau beli apa dulu ? " Tanya Arin yang berjalan di samping bi Sumi.
"Beli bawang-bawangan dulu mbak! Lalu kita beli sayuran! " Sahut bi Sumi.
Arin hanya mengikuti kemana bi Sumi melangkah. Hingga acara belanja pun selesai.
"Kita langsung pulang bik?" Tanya Arin.
"Memang mbak mau kemana lagi? " Bi Sumi balik tanya.
Arin menggeleng, "enggak tau bik! " Sahut Arin yang berjalan dengan menggandeng tangan bi Sumi.
"Bik beli jajan pasar itu yuk! " Arin menunjuk ke lapak yang menyajikan berbagai macam jenis kue. Kebetulan Arin bergandengan tangan bi Sumi, sehingga Arin menariknya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari di Sumi.
"Bibi mau yang mana? " Tanya Arin.
"Terserah mbak Arin saja! "Jawab bi Sumi.
" Oke! " Arin pun mengambil berbagi macam jenis kue mulai dari lapis, klepon, lumpia, rosol, Sus buah, lemper, sosis solo dan masih banyak lagi, hampir semua Arin membelinya.
"Banyak banget mbak! " Bisik bi Sumi.
"Nanti kita sebagian kita bagi ke penjaga apartemen bik" Ucap Arin.
Setelah memborong jajan pasar Arin pun pulang. Tapi Arin tak kunjung juga mendapatkan taksi.
"Tumben kok gak ada taksi lewat sih! Sekali lewat sudah ada penumpang nya! " Gumam Arin.
"Apa kita naik ojek saja mbak? "Ucap bi Sumi.
" Belanjaan kita banyak lo bik! Nunggu taksi saja lah. Kita tunggu di sana yuk bik! "Arin mengajak bi Sumi duduk di halte.
" Apa pesan taksi online saja ya bik? "
"Terserah mbak Arin saja! "
Arin mengambil ponselnya , baru juga membuka aplikasi ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka. Arin menautkan kedua alisnya saat mengenali mobil itu.
__ADS_1
"Marchel" Arin berdiri dari duduknya, dan benar saja Marchel lah yang keluar dari mobil itu.
"Ngapain di sini? " Tanya Marchel.
"Aku lagi nunggu taksi!" Jawab Arin, "aku sama bi Sumi baru belanja! " Lanjut Arin saat pandangan Marchel tertuju ke tas belanja dan juga kardus.
"Ayuk aku anatar! " Ucap Marchel.
"Aku pesan taksi online saja Chel! " Sahut Arin.
"Udah mbak nebeng den Marchel saja! Itung-itung hemat ongkos! " Kekeh bi Sumi, " Bibi juga sudah capek mbak nunggu dari tadi! Lagi pula kan ada bibi, jadi kalian enggak berduaan di dalam mobilnya! " Lanjut bi Sumi.
"Benar itu kata bi Sumi! Sini bik biar aku bantu! " Marchel mengambil alih barang belanjaan bi Sumi dan memasukan ke bagasi mobilnya.
"Duduk depan Rin! " Ucap Marchel yang sudah membukakan pintu untuk Arin.
"Aku duduk di belakang aja Chel" Tolak Arin.
"Aku berasa kaya jadi supir taksi dong! Kalau kalian duduk di belakang! " Ucap Marchel.
Karena tak enak hati akhirnya Arin pun duduk di depan .
"Kamu dari mana atau mau ke mana Chel?" Tanya Arin sambil memasang sabuk pengaman.
"Aku baru ketemu klien " Jawab Marchel.
Karena jalan yang tak terlalu rame sehingga hanya butuh waktu lima belas menit untuk menuju ke apartemen Wisnu.
"Den Marchel gak mampir dulu? " Tanya bi Sumi yang sudah turun dari mobil.
"Maunya sih mampir bik! Tapi tuan rumah nya diam-diam saja tuh! " Marchel menyindir Arin.
"Kalo mau mampir ya mampir saja! Kebetulan aku tadi beli banyak kue di pasar kita bisa makan sama-sama" Ucap Arin.
"Yakin boleh? " Marchel memastikan lagi.
"Yakin lah! Kan ada bibi juga! Jadi tidak akan menimbulkan fitnah, iya kan bik? " Ucap Arin yang minta persetujuan dari bi Sumi.
"Betul" Sahut bi Sumi dengan mantap.
Mereka bertiga masuk ke apartemen, Marchel mengambil alih barang yang di bawa Arin, sehingga Arin berjalan dengan tangan kosong.
Lumayan lah ya! Gak capek - capek bawa. Batin Arin.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada yang mengambil foto kebersamaan mereka.
"Kamu mau minum apa? " Tanya Arin setelah sampai di unit nya.
"Apa saja boleh asal kamu sendiri yang buat " Kekeh Marchel.
"Coba bilang gitu saat abang mu ada di sini! " Ucap Arin yang langsung pergi dapur.
"Nih minum nya ! " Arin meletakkan gelas berisi jus jeruk.
"Bik sini deh bik! " Ucap Arin.
"Ada apa mbak? " Tanya bi Sumi yang mendekat.
"Duduk bik!" Tatih Arin yang menata kue di atas piring, "makan bik! " Arin menyodorkan piring berisi kue itu bi Sumi dan Marchel secara bergantian.
Mereka menikmati jajan pasar itu sambil berbincang santai.
"Rin, aku pamit dulu ya! " Ucap Marchel sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Iya " Sahut Arin.
"Bi , aku pulang dulu! " Pamit Marchel kepada bi Sumi.
"Iya Den! " Jawab bi sumt dari arah dapur.
"Aku antar kamu sampai bawah, sekalian aku mau ngasih ini ke security! " Ucap Arin yang mengekor Marchel.
"Titipin ke aku saja! Nanti aku sampaikan! Jadi kamu tak perlu ke bawah! " Ucap Marchel.
"Beneran nih gak papa? Gak buat kamu repot ? " Tanya Arin.
"Enggak lah! " Sahut Marchel.
Pada akhirnya Arin menitipkan kue itu ke Marchel. Karena posisi mereka sudah berada di luar unit Wisnu, lantas Arin berbalik badan dengan maksud kembali masuk unit nya. Saat Arin berbalik kakinya terbelit oleh kakinya sendri sehingga membuat Arin hampir jatuh, untung dengan cepat Marchel menangkap tubuh Arin .
Dengan posisi mereka yang terbilang sangat dekat itu di manfaatkan oleh seseorang. Orang itu lagi-lagi mengambil gambar Marchel dan Arin.
"Dengan bukti-bukti ini aku akan mendapatkan banyak bonus " Gumam laki-laki itu sambil tersenyum dan tangannya sibuk mengetik keterangan dari foto itu.
Laki-laki itu tersenyum puas saat chat nya sudah terkirim. Itu artinya pemilik nomer itu cepat atau lambat akan membacanya.
bersambung.....
__ADS_1
**jangan lupa like dan komen ya 👍😉
berikan hadiah dan juga vote untuk mendukung cerita ini 😉💙 terimakasih 🙏**