
Tanpa sepengetahuan Wisnu dan arin ada seseorang yang dari tadi memperhatikannya. Orang itu juga terlihat menghubungi seseorang dari ponselnya.
"Cepat datang kesini! Perempuan itu ada disini! ", pria itu tersenyum licik dan emudian menghampiri Wisnu.
" Wisnu! "
"Lama tidak berjumpa denganmu bagai mana kabar mu? ", pria itu menepuk pundak sebelah Wisnu
Wisnu yang merasa di tepuk pundaknya itu langsung menoleh belakang.
" Om aji! ", kata Wisnu saat melihat siapa yang meyapanya dan berjabat tangan.
" Kabar ku baik om, gimana kabar om dan tante sofi? ", tanya Wisnu.
" Seperti yang kamu lihat om baik, tante mu juga baik "
"Lalu siapa perempuan ini? ", tanya om aji.
Arin ikut menoleh betapa kagetnya saat melihat siapa yang ada di hadapan nya. Seketika arin menjadi takut dan gemetar. Arin memegang erat lengan Wisnu untuk mengurangi rasa takutnya. Saking eratnya sehingga membuat Wisnu melirik arin sekilas.
"Dia kekasih ku om! "
"Kenalkan ini arin, arin kenalkan ini om ku suami dari adik ayah ku! ", jelas Wisnu.
Arin yang ketakutan itu membiarkan tangan om aji menggantung di udara.
Wisnu yang menyadari itu mencoba membujuk arin.
" Jangan takut dia om ku bukan orang jahat! ", bujuk Wisnu.
Dengan rasa takut akhirnya arin menjabat tangan mo aji .
" Aa.. A.. Arin ", dengan suara terbatanya dan segera menarik tangannya.
" Senang bisa bertemu denganmu lagi! ", jawab om aji.
Wisnu mencincingkan sebelah matanya saat mendengar ucapan om nya itu.
" Bertemu lagi? Om pernah ketemu arin sebelumnya? ", tanya Wisnu.
" Heemmm... Pernah dulu waktu itu berebut taksi dan dia memilih untuk mengalah dan memberikan taksinya pada om ", bohong om aji.
" Oh... Begitu! ", kata Wisnu.
Wisnu mengajak arin untuk mencari tempat duduk untuk menikmati pesat.
Eva yang tidak Terima jika Wisnu dengan perempuan lain memilih meninggalkan pesta dengan hati yang dongkol.
" Hay bro! ", sapa Riyan.
" Hay..! ", balas Wisnu sambil bertos ria.
" Wah. Wah. Wah roman-tomannya ada yang makin lengket aja nih! Kaya prangko ", ledek Riyan saat melihat arin berada satu meja dengan Wisnu.
" Apaan sih kak Riyan! ", kata arin dengan cemberut.
" Kak aku turut belasungkawa ya atas meninggalnya ayah kak Riyan!", kata arin
__ADS_1
"Ia... Trimakasih! ", jawab Riyan.
" Oh..ya, Gimana keadaan ibu mu? ", tanya Wisnu.
" Ibu sudah baikan, sudah tidak terlalu sedih lagi, ibu juga yang menyuruhku supaya cepat kembali kerja "
"Ohh.. Gimana pertambangan yang ada di Kalimantan? Apa kamu sudah menemukan orang nya? ", tanya Riyan.
" Sudah! Tapi orang itu hanya pelantara "
"Pelaku yang aslinya orang luar "
"Dan itu masih dalam penyelidikan ", jelas Wisnu.
" Lu kesana sama siapa ? kemarin gw ke kantor kok intan tetep ada di kantor? ", tanya riyan.
" Tuh! ", jawab Wisnu sambil menunjuk arin dengan dagunya.
" Wah. Wah. Wah... Diam-diam udah pergi berduaan aja ya rupanya!"
"Bener kan yang gw bilang waktu itu ", kata Riyan.
" Jangan ngacau lu ", Wisnu menoyor kepala riyan.
" Itu gak akan terjadi"
"Kita hanya pura-pura pacaran di depan nenek gw", kata Wisnu gengan berbisik agar tidak ada yang mendengar.
" Jadi tugas lu cepat cari dia kalau perlu kerahkan semua orang-orang mu! ", perintah Wisnu.
" Ia. Ia. Ia... Gw juga sudah berusaha tapi memang sulit karena minimnya informasi ", kata Riyan.
" Rin kita tinggal dulu ya mau mamperin kalayen aku tuh di sana ", Wisnu menunjuk sebuah meja.
" Jangan kemana-mana di sini saja aku gak akan lama oke? ", kata Wisnu yang langsung beranjak dari duduknya dan di ikuti Riyan.
Akhirnya arin duduk sendirian. Arin tampak risau karena ketakutannya dengan om nya Wisnu belum hilang.
Dalam hati arin berdoa agar orang itu tidak menemuinya.
" Heemm... Sendirian ya? ", kata aji.
Arin yang kaget itu langsung menoleh ke sumber suara. Seketika badannya menjadi tegang dan takut.
" Pantas saja kami tidak bisa menemukan mu! "
"Ternyata kau di sembunyikan oleh keponakan ku ya? "
"Gara-gara kamu dan teman mu itu aku jadi rugi besar, jadi kamu harus membayarnya! "
"Ngomong-ngomong dimana temen mu itu? Hah? ", tanya aji dengan tatapan tajam.
" Sa.. Saya tidak tau pak! ", jawab arin dengan takut.
" Jangan bohong kamu ya? ", bentak aji.
" Be.. Benar pak saya tidak tau! "
__ADS_1
"Mohon jangan bawa saya lagi pak! ", mohon arin.
" Tapi kamu harus membayar semua kerugian yang aku alami! ", kata aji
" Saya gak mau pak! Mohon jangan bawa saya lagi ke tempat itu! ", arin memohon dengan melas.
" Bawa dia! Dan siap kan penerbangan untuknya besok! ", perintah aji kepada anak buahnya.
" Siap bos! Orang-orang itu langsung menarik paksa arin. Arin meronta , saat arin akan memanggil Wisnu mulutnya sudah di bungkam.
Padahal disitu banyak orang yang menghadiri pesta tapi para tamu tidak menyadari jika ada penculikan. Karena orang-orang terlalu fokus denagan acara yang baru di mulai itu.
Arin terus memberontak agar lolos,
"Tolong lepas kan! ", kata arin dengan tangisan nya.
" Bro... Itukan om aji kenapa dia nyamperin arin,? ", tanya Riyan yang melihat aji mendatangi bangku arin.
" Ohh... Mungkin mau ngobrol tadi sudah aku kenalkan kok mereka! ", jawab Wisnu Santay.
" Ohhh.. ", hanya itu yang keluar dari mulut Riyan.
Wisnu masih asik berbincang dengan rekan kerjanya, Wisnu lupa jika telah meninggalkan arin seorang diri.
Setelah beberapa saat Wisnu baru ingat sesuatu.
" Ehh... Tadi tu arin kaya orang ketakutan gitu pas gw kenalin sama om aji. Kira-kira kenapa ya? ", tanya Wisnu.
" Masak sih ? "
"Terus arin ada cerita atau ngomong sesuatu gak sama lu? ", tanya Riyan.
" Engak sih, cuma dia agak gelisah gitu ", jawab Wisnu.
" Mending kita temani arin deh kasihan dia ", kata Riyan dan menoleh ke arah bangku arin ternyata arin sudah tidak ada di sana.
" Ehh... Kemana perginya arin? ", kata Riyan.
Wisnu ikut melihat bangku arin yang sudah kosong itupun langsung berdiri.
" Kemana dia? ", tanya Wisnu.
" Gak tau! , kita cari sekarang! ", jawab Riyan.
Mereka langsung mencari keberadaan arin namun tidak ada. Mereka segera keluar dari tempat acara itu.
" Gawat kalau sampai itu anak orang ilang bisa panjang ini urusan nya! ", gunam Riyan.
Saat tiba di parkiran mobil Wisnu dan Riyan melihat ada seseorang yang di paksa masuk ke dalam mobil.
" Ngapain tuh orang malem-malem maen tarik-tariakan ", kata Riyan.
" Ehh... Tunggu-tunggu itu kaya baju yang di pake arin kan? ", kata Wisnu
" Buruan ikuti mobilnya! ", perintah Wisnu .
" Lu yakin itu arin? ", tanya Riyan memastikan .
__ADS_1
" Yakin!", jawab Wisnu sambil menghubungi nomor arin.