
Wisnu keluar dari raung rapat bersama dengan para kalayen. Wisnu menyalami semua satu persatu sebelum mereka meninggalkan kantor Wisnu. Setelah para kalayen masuk ke dalam lift Wisnu pun menuju ruangannya.
"Ternyata mereka jeli juga ya? ", ucap Riyan yang berjalan di sebelah Wisnu.
" Maksud mu? ", tanya Wisnu yang memberhentikan langkahnya.
" Iya tadi orang itu nanya luka di bibir lu!" "Gimana malu enggak? Malu lah masak enggak! ", ledek Riyan.
" Sialan lu ya! ", Wisnu memukul kepala Riyan dengan map yang ia bawa . Setelah itu Wisnu lanjut menuju ruangan nya.
" Pak bos! ", sapa Intan saat Wisnu melewati meja kerjanya.
" Iya! Ada apa? ", jawab Wisnu.
" Tadi mbak Arin minta izin pulang terlebih dulu bos! ", ucap Intan.
" Oww.. Ia! ", sahut Wisnu yang langsung pergi .
" Tapi mbak Arin pulang kampung bos! " Ucap Intan . Wisnu langsung menoleh ke arah Intan.
"Maksud kamu! ", tanya Wisnu.
" Iya tadi mbak Arin dapat telfon dari ibu nya. Dan katanya anaknya lagi sakit gitu bos! "
"Setelah mendapat telfon itu mbak Arin sangat panik. Tadi mbak Arin ingin menunggu bos selesai meeting untuk minta izin. "
"Karena pak bos lama jadi mbak Arin gak sabar. "Jelas Intan.
" Kamu serius? Kamu gak salah dengar? ", tanya Wisnu lagi.
" Enggak bos! Tadi katanya mau izin lewat pesan. Coba pak bos cek ponsel Anda! ", ucap Intan.
Saat itu juga Wisnu membuka aplikasi chat, dan benar saja sudah ada pesan masuk dari.
[Rinrin : pak maaf! Saya minta izin untuk pulang kampung. Yoga sedang sakit pak! ]
[Rinrin: nanti bapak bisa potong gaji saya! Tapi saya harus pulang hari ini juga ]
"Ck... Masih juga mikirin potong gaji! ", umapt Wisnu.
"Ada apa? ", tanya Riyan.
"Arin minta izin pulang katanya anaknya sakit! ", jawab Wisnu.
" Ow..! ", sahut Riyan yang ber O riya.
" Tolong lu cari tiket penerbangan sekang! ", ucap Wisnu sambil berjalan meninggalkan meja Intan.
" Tiket ke mana? ", tanya Riyan yang mengekor Wisnu.
" Gue akan nyusul Arin! Gue takut jika anaknya sakit itu di sebabkan oleh mantan suami Arin. "Jelas Wisnu yang tiba-tiba teringat cerita Arin jika mantan suaminya akan merebut hak asuh Yoga.
" Gue gak percaya kalau lu cuma khawatir dengan anak nya saja! ", ucap Riyan sambil memesan tiket secara online lewat aplikasi di ponsel nya.
" Terserah lu mau bilang apa! Gue kasihan sama anaknya Arin. "
__ADS_1
"Dia belum pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah. ", sahut Wisnu.
" Terus lu akan muncul dan mengaku sebagai ayahnya? Begitu? ", tanya Riyan.
" Kalau itu bisa membuat bocah itu senang, kenapa tidak! ", Jawa Wisnu dengan entengnya.
" Ingat! Pernikahan lu sama Arin hanya sementara. "
"Setelah lu menemukan sifa, lu akan mencarikan Arin. "
"Lu masih ingat kan surat perjanjian yang lu buat sendri? "
"Jadi saran gue lu jangan kasih harapan lebih pada bocah kecil itu. "
"Dia pasti akan sedih lagi saat lu menceraikan ibunya nanti. ", oceh Riyan yang mengingatkan Wisnu.
" Iya.. Gue ingat kok! "
"Gue juga perlu mengenal keluarga Arin juga kan? "
"Walau hanya menikah kontrak."
"Dan aku berencana akan mengangkat Yoga sebagi anak angkat ku. "
"Jadi setelah aku dan Arin pisah nanti, aku masih bisa membiayai kehidupan Yoga. "
"Dan itu nanti akan menjadi tugas mu! ", ucap Wisnu yang pada akhirnya memberi mandat kepada Riyan.
" Haaa.... Kenapa jadi gue yang selalu lu repotin sih ? ", protes Riyan.
"Kalau bukan lu yang gue andalkan, lalu siapa lagi? "
"Lagian ini juga ide dari mu kan! Supaya aku menikahi Arin secara kontrak! ", ucap Wisnu.
" Iya sih! ", Riyan menggaruk tengkuknya karena sudah kalah letak.
" Iya sudah! Cepat pesan tiketnya! ", tatih Wisnu.
" Udah gue kirim ke ponsel lu! ", ucap Riyan yang menunjukan ponselnya ke hadapan Wisnu.
" Good! "
"Lu paling bisa gue andalkan. Gue gak sia-sia punya sahabat kaya lu. ", ucap Wisnu yang menepuk pundak Riyan.
" Iya lu yang seneng! Gue yang ngenes! ", umpat Riyan .
Wisnu hanya tersenyum mendengar umpatan yang keluar dari mulut Riyan. Walaupun ngedumel Riyan tetap mengerjakan apa yang di perintah Wisnu. Tapi tidak jika Wisnu menyuruhnya terjun ke jurang.
Tanpa mereka sadari ada sepasang telinga yang mendengar obrolan mereka. Sehingga rahasia Wisnu kini berada di tangan orang itu.
Pukul tiga sore Wisnu menuju bandara. Ia akan menyusul Arin dan memastikan keadaan Yoga. Selama Wisnu keluar kota kantor akan di kendalikan oleh Riyan. Dari ibu kota ke Surabaya hanya butuh waktu satu jam sepuluh menit. Setelah samali surabaya Wisnu langsung menempuh jalur darat untuk sampai ke kampung Arin. Lama perjalanan yang Wisnu butuhkan sekitar empat hingga lima jam.
Wisnu mengeluarkan ponselnya saat berada di dalam mobilnya. Iya Wisnu menggunakan sopir kantor yang bercabang di surabaya. Wisnu mencari nomor Arin dan langsung menekan tombol telfon.
Wisnu: halo!
__ADS_1
Arin: halo pak! Maaf saya tadi izin lewat pesan singkat. Habisnya bapak...
Wisnu: kirim lokasi kamu sekarang juga!
Arin: buat apa pak?
Wisnu: sudah kirim saja sekarang!
Tut...
Kebiasaan Wisnu selalu memutuskan telfon secara sepihak.
Tak lama ponsel Wisnu berbunyi, sebuah notifikasi masuk. Dengan cepat Wisnu membuka lokasi yang Arin kirim.
"Pak kita ke rumah sakit X!", tatih Wisnu.
" Baik tuan! ", sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena jalanan sangat ramai .
Perjalanan yang lama membuat Wisnu jenuh. Dan memilih untuk memejamkan matanya. Tepat pukul sembilan malam Wisnu tiba di rumah sakit X.
" Pak! Tunggu sebentar ya! "
"Ini buat bapak beli kopi! ", Wisnu menyodorkan dua lembar uang kertas berwana merah.
" Terimakasih tuan! ", ucapannya dengan menebar senyum. Wisnu hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam rumah sakit.
" Permisi Sus! ", sapa Wisnu saat berada di dalam rumah sakit.
"Iya ada yang bisa saya bantu? ", tanya salah satu suster yang berjaga.
"Apa ada pasien anak kecil yang bernama Yoga? ", tanya Wisnu.
"Maaf Pak! Kalau boleh tau nama lengkapnya Yoga siapa? ", tanya suster karena nama Yoga tidak hanya satu.
Aduh! Yoga siapa ya? Batin Wisnu yang memang tidak tau nama lengkap dari Yoga.
"Heemmm.... Orang tuanya bernama Arin! , maksud saya orang tua Yoga bernama Ariani Dewi! ", jelas Wisnu.
"Oh.. Iya Pak ada! "
"Adek Yoga di rawat di rungan dahlia . ", kata suster.
"Sus! Bisa minta tolong antarkan saya. Saya baru pertama kali berkunjung ke rumah sakit ini. Takutnya nanti saya nyasar. ", jelas Wisnu.
"Baik! Silahkan pak! ", kata suster.
Sekarang suster mengantar Wisnu menuju ruangan dahlia.
"Silahkan pak! Ini kamarnya adek Yoga! ", ucap suster.
"Kamar ini Sus? ", tanya Wisnu.
" Iya Pak benar! ", sahut suster.
"Terimakasih Sus! ", ucap Wisnu.
__ADS_1
Setelah suster itu pergi, Wisnu tak langsung masuk ke kamar Yoga. Wisnu melihat dengan jelas Arin yang sedang menggendong Yoga yang masih terjaga. Wisnu melihat ke dalam kamar itu ada empat pasien yang di rawat di ruangan itu. Iya karena Arin hanya menyewa kamar yang kelas tiga.