TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
34.Rencana aji


__ADS_3

Setelah apa yang dilakukan Wisnu pada arin, mungkin ucapan terimakasih saja tidak cukup. Bayangkan saja Wisnu menolong arin tidak Setengah - setengah.


Wisnu memfasilitasi arin tempat tinggal di apartemen nya yang mewah, juga menyediakan supir jika arin ingin berpergian.


Setelah menandatangi surat kontrak arin meninggal kan kantor Wisnu.


Arin memilih berjalan kaki untuk pulang ke apartemen nya.


Arin memikirkan cara agar bisa mendapatkan uang tambahan, jika setiap bulannya arin hanya menerima bonus saja itu tidak akan cukup.


"Gini banget sih nasip ku! ", batin arin.


Arin meneteskan air matanya.


Sedangkan di tempat lain.


Aji mencoba menghasut mariyam agar tidak memberi restu untuk hubungan Wisnu dan arin.


" Ma... Ayo lah ! Wisnu kita jodohkan dengan anak dari rekan bisnis ku! ", rengek aji.


" Mama gak bisa ji! Mama sudah pernah bicara masalah ini dengan Wisnu "


"Dan mama juga tidak mau mengulangi kesalahan mama di masa kalau "


"Cukup darman saja yang menderita! "


"Mama gak ingin Wisnu merasakan penderitaan papanya pada waktu itu! ", jelas mariyam.


" Tapi perempuan itu tidak sepadan dengan kita! "


"Apa kata orang-orang nanti ma? "


"Kita paksa saja Wisnu! Jika tidak mau kita ancam saja jika dia akan di coret dari ahli waris! ", kata aji.


" Kamu pikir mama tidak memberi ancaman sama Wisnu! "


"Bahkan ancaman mama tidak mempan"


"Wisnu tetap pada pendirian nya, tetap pada pilihan nya "


"Lalu mama bisa apa? "


"Selain mengikuti kemauan dia! "

__ADS_1


"Kamu tau! Bahkan Wisnu tidak tertarik dengan harta warisan mama ataupun dari papanya! "


"Kamu juga tau kan ! Sebelum Wisnu masuk dan meneruskan usaha papanya dia juga sudah merintis usaha nya sendiri! "


"Jadi mama tidak bisa melarang Wisnu berhubungan dengan arin! ", jelas mariyam panjang lebar.


" Serahkan semua pada aji ma! "


"Aji akan melakukan berbagai cara agar Wisnu mau menikah dengan anak dari rekan bisnis ku! ", kata aji yang masih kekeh ingin menjodohkan Wisnu dengan rekan bisnis nya.


" Kenapa tidak kamu jodohkan saja dengan marchel? "


"Kenapa kamu ngotot banget ingin menjodohkan Wisnu? ", tanya mariyam.


Aji gelagapan saat di tanya mama mertuanya.


" Emmm... Ya.. Aku gak mau ma keluarga kita dapat menantu yang gak sepadan dengan kita! "


"Asal mama tau ya! Pacar Wisnu itu janda ma JANDA! Apa nanti kata orang-orang ma? ", kata aji yang menekankan kata janda. Berharap mama mertuanya bisa mendukung rencananya.


" Sudah lah ji! Biarkan Wisnu yang memutuskan! Jangan ikut campur! "


"Mama juga sudah tau kalau di janda Wisnu sudah cerita semua ", jelas mariyam,


" Ma.... Tunggu ma! Mama mau kemana? ", tanya aji yang mengekor langkah mariyam.


" Mama ada janji dengan teman bisnis mama! ", jawab mariyam yang terus berjalan meninggalkan aji sendiri.


" Dasar wanita tua itu susah sekali di bujuk! "


"Bagaimanapun caranya perusahan itu harus jatuh di tangan ku lagi! "


"Lihat saja aku akan menghancurkan mu Wisnu! ", tangan aji terkepal menahan amarah karena tidak berhasil membujuk sang mertua.


Di gedung apartemen


Arin mengemasi baju-bajunya yang hanya berapa potong itu . Saat sibuk berkemas ponsel arin berdering.


Arin buru-buru meng ngangkat telfon dari arif.


Arin: "halo! "


Arif:"ia.. Halo! Lagi sibuk gak? "

__ADS_1


Arin: "lagi ngasi baju nih! Kamu gak sibuk? "


Arif:"lagi ngaso ! , emang mau kemana kok di kemasi bajunya? "


Arin:" Sekarang aku akan tinggal di rumah bos ku , dan mungkin aku akan jarang bisa ngasih kabar ke kamu mas! "


Arif: ia gak papa! Kerja yang bener , ingat demi masa depan yoga! "


Arin:"hemm... Ia "


Arif:"akhir tahun aku cuti, nanti kita ketemu ya? "


Arin:"serius? "


Arif:"dua rius malah "


Arin:"ia... Nanti aku usahain bisa libur saat kamu cuti mas! "


Arif:"harus itu! Ya udah kamu lanjutkan pekerjaan mu! Aku mau mandi gerah! , oh ... Ya kirimi nomer rekening kamu nanti aku transfer ! "


Arin:"gak usah mas! Aku masih ada uang kok suwer"


Arif:"udah kirim aja atau aku marah! "


Arin:"ia... Ia nanti aku kirim nomor nya tapi jangan marah! "


Arif:"ya udah aku tutup dulu telfon nya! "


Arin :"ia! "


Arin merasa bersyukur masih di pertemukan dengan orang-orang baik. Kedekatannya dengan arif membuat dirinya tidak merasa sendiri, karena arif selalu ada saat arin berkeluh kesah. walaupun mereka belum pernah bertemu namun keduanya sering melakukan panggilan vidio di kala waktu luang.


Arin tak tau harus bagaimana saat menerima bantuan materi dari arif. Arin teringat akan kata-kata dari Wisnu , dan itu membuat arin berpikir bagaimana caranya menolak pemmberian arif.


Jam sudah menunjukan pukul lima sore. Seperti kata Wisnu tadi dia akan menjemput arin . Saat ini Wisnu sedang berada di jalan menuju apartemen arin. Karena jam pulang kerja, sehingga kondisi jalan me jadi padat merayap.


Arin menyiapkan sesuatu yang ia buat dari tadi. Arin berniat menyogok Wisnu agar tidak pindah di rumah utama.


"Bagaimanapun caranya aku harus bisa membujuk pak bos! "


"Biar aku bisa tetap tinggal di sini "


"Pasti pak bos akan suka ! ", gunam arin sambil menata piring berisi donat dengan toping yang lumer dan satu gelas cappucino.

__ADS_1


" Beres! Tinggal nunggu orangnya datang! , di foto dulu ah... ", arin mengeluarkan Henpone dari saku celana nya. Arin langsung memfoto hidangan yang ada di atas meja.


__ADS_2