TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
100. Hadiah dari Pak Su


__ADS_3

Tangan Wisnu mengepal, rahangnya mengeras, tampak jelas guratan emosi di wajahnya.


"Buat bagaimana pun caranya agar aku bisa bertemu dengan dia! " Ucap Wisnu yang memberi perintah ke Riyan.


"Lu tenang saja! " Riyan menepuk pundak Wisnu.


"Apa Arin sudah tau tentang kembalinya Sifa? " Tanya Riyan yang mendapat anggukan kepala dari Wisnu.


"Lalu apa kata dia? " Tanya Riyan lagi.


Wisnu menggeleng, "justru Arin menyuruhku pulang bersama mu waktu itu " Ucap Wisnu.


"Apa perlu aku menghubungi pengacara untuk mengurusi perceraian mu dengan Arin? " Tanya Riyan yang sukses mendapatkan tatapan yang mematikan dari Wisnu.


"Sorry! " Riyan mengangkat ke dua tangannya.


Wisnu keluar dari ruang kerjanya di saat semua penghuni rumah itu terlelap. Wisnu menyeret langkahnya menuju kamar. Perlahan Wisnu memutar gagang pintu kamar nya supaya tidak mengusik tidur Arin.


Wisnu mendekat ke tempat tidur dan di lihatlah wajah Arin yang tidur dengan nyenyak. Kedua sudut bibir Wisnu melengkung ke atas mengukir sebuah senyum . Tangan Wisnu terulur merapikan rambut Arin yang menutup sebagian wajahnya, setelah itu Wisnu melabuhkan kecupan singkat ke kening Arin . "Good night" Ucap Wisnu lirih.


Setelah itu Wisnu menuju ke sofa dan menidurkan tubuhnya di sana. Wisnu mengubah-ubah posisi tidurnya, ia mencari posisi ternyaman. Hingga Wisnu mendapatkan posisi yang dirasakan cukup nyaman, dengan posisi badan yang miring dan kaki yang di tekuk Wisnu memejamkan Matanya.


Arin menggeliat saat suara azan subuh yang berkumandang . Setelah mengumpulkan nyawa barulah Arin bangun dari pembaringan, pandangan pertama yang Arin lihat adalah sosok laki-laki yang menyandang setatus sebagai suaminya.


"Mas Wisnu" Gumam Arin.


Arin pun beranjak dari duduknya dan melangkah mendekat ke sofa. Arin berjongkok tepat di bawah kepala Wisnu.


"Maaf ya mas gara-gara aku, kamu jadi tidur di sofa " Ucap Arin lirih.


Tak ingin mengganggu tidur Wisnu, Arin pun beranjak dan menuju kamar mandi.


Arin melakukan aktifitas seperti biasanya, dimana hari-hari sebelum menjadi istri Wisnu Mahardika Putra .


Setelah sholat subuh Arin turun ke lantai bawah, tujuannya ke dapur. Ini buka pertama kalinya buat Arin yang membuatkan sarapan untuk Wisnu.


"Mbak Arin " Sapa bi Retno.


"Pagi bik! " Ucap Arin yang mengambil epron dan memakainya.


"Mbak Arin pagi-pagi kok udah ke dapur sih! Gak kasihan apa sama den Wisnu masak di tinggal sendirian! " Ucap bi Retno yang menggoda majikan barunya.


"Ckk, apaan sih bik! " Sahut Arin sambil membuka pintu kulkas.


"Biasanya kalau pagi-pagi gini nih suka nambah mbak! Apa lagi mbak Arin sama den Wisnu kan pengantin baru " Ucap bi Retno lagi.


"Nambah apa sih bik? " Tanya Arin tanpa menoleh.


"Ya nambah! Nambah yang semalam" Kekeh bi Retno. Arin hanya menggelengkan kepala nya .


"Gimana mbak? Pasti semalam lembur ya ? " Goda bi Retno .


"Bik... Bibik ngomong apaan sih aku gak ngerti" Ucap Arin.

__ADS_1


Bukannya Arin tak tau maksud dari omongan bi Retno, tapi Arin hanya pura-pura tidak mengerti saja.


"Maskapai sih mbak gitu aja gak tau! Mbak kan udah menikah dua kali!" Bi Retno mengangkat dua jarinya,"Masak ia masih gak tau saja! "


Arin menurut bola matanya dan menghembuskan nafas kasarnya, " Bik! Bibik bisa gak ngerjain pekerjaan yang lain? Masalah sarapan biar aku saja yang bikin " Ucap Arin yang menatap bi Retno.


"Rasain lu! Marah kan mbak Arin! " Bisik bi Sumi yang dari tadi hanya menjadi pendengar.


"Mbak Arin jangan marah dong! Bibi kan cuma bercanda doang! " Ucap bi Retno.


"Aku gak marah bik! Hanya saja aku jadi tidak bisa konsen masak kalau bibi terus mengajak ku bicara" Jelas Arin.


"Jangan marah ya mbak! "Ucap bi Retno.


" Iya bik! Sudah sana bibi kerjaan yang lain saja! "Ucap Arin sambil memotong bawang.


♥*♡∞:。.。  。.。:∞♡*♥


Di kantor


Setelah libur tiga hari kini Wisnu sudah kembali ke kantor lagi. Orang kantor tidak ada yang tau tentang pernikahannya dengan Arin, kecuali Riyan dan Intan orang kepercayaan nya.


" Intan! Kamu sudah belikan yang aku minta kemarin? " Tanya Wisnu sebelum masuk ke ruangannya.


"Sudah bos! Sudah saya taruh di meja kerja bos juga " Jawab Intan.


"Terimakasih ya! " Ucap Wisnu dan berlalu pergi.


"Cie yang baru nikah! " Goda Intan.


"Apaan sih! Bisa diam gak! Kalau sampai ada yang tau jabatan mu yang jadi taruhannya" Arin mengingatkan Intan.


"Hehe, sorry!" Ucap Intan sambil nyengir.


"Ada yang perlu aku bantu gak nih? " Tanya Arin.


"Kayaknya belum deh mbak! Ini bisa aku hendel sendri kok" Jawab Intan.


"Kalau gitu aku tinggal masuk ke ruangan pak Bos ya! " Ucap Arin yang mendapat anggukan kepala dari Intan.


"Sini deh Rin! " Ucap Wisnu saat melihat Arin yang baru datang.


"Ada apa mas? " Arin melangkah mendekat ke meja kerja Wisnu.


"Ini buat mu " Wisnu menyodorkan kotak berbungkus kertas kado.


"Apa ini mas? Aku kan gak lagi ultah! " Ucap Arin.


"Bukalah! Itu hadiah buat kamu! " Ucap Wisnu.


Perlahan Arin membuka kertas yang membungkus kotak itu. Arin di buat kaget dengan isi dari kotak itu, " Mas ini.. "


"Iya, itu untuk mu! Kamu bisa menyimpan foto, video atau apapun itu karena ponsel itu mampu menyimpan banyak data , karena memori ponsel itu sangat besar " Ucap Wisnu.

__ADS_1


"Pasti ini sangat mahal kan mas! " Ucap Arin yang membolak-balikkan ponsel yang mendapat julukan si boba.


"Apa kamu lupa siapa aku? Harga ponsel itu tak seberapa " Ucap wit dengan sombong.


"Mulai deh sombongnya! " Kata Arin lirih.


"Aku dengar Rin! " Ucap Wisnu.


"Kamu suka gak? " Tanya Wisnu.


"Suka mas! Makasih ya! " Ucap Arin.


"Wiiisss.... Yang dapat kado dari pak Su! " Goda Riyan yang baru datang.


"Kak Iyan! " Ucap Arin.


"Pak Su! Pak Su apaan?gak jelas lu! " Gerutu Wisnu.


"Pak Su itu ada terussannya! " Ucap Riyan yang sudah berdiri di samping meja Wisnu.


"Emang apa? " Tanya Wisnu.


"Pak Su itu pak Suami! " Jawab Riyan.


"Kirain apa! " Ucap Wisnu.


"Lu bawa berita apa pagi-pagi sudah ke sini? " Tanya Wisnu.


Riyan membisikan sesuatu di telinga Wisnu.


"Serius lu? " Tanya Wisnu.


"Ngapain juga bohong! " Jawab Riyan.


"Rin, tolong mintakan jadwal ku hari ini ke Intan! " Wisnu memberi perintah ke Arin.


"Baik bos! " Sahut arin dan langsung bangun dari duduknya.


Setelah Arin keluar dari ruangan Wisnu, Riyan pun menunjukan bukti yang ada di ponselnya.


Kedua tangan Wisnu mengepal, guratan amarah di wajahnya begitu jelas.


"Aku gak bisa menunggu terlalu lama lagi! " Ucap Wisnu yang bangkit dari duduknya.


bersambung.....


jangan **lupa tinggalkan jejak kalian dengan nerima like dan komen.


tekan tombol love 💙 untuk favorit kan karya ini 😉👌


beri juga sedikit hadiah dan juga vote🙏😉.


aku ucapan terimakasih yang sudah membaca novel pertama ku ini 🙏😉**

__ADS_1


__ADS_2