TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
23. kemarahan Wisnu


__ADS_3

Akhirnya Wisnu menyudahi kegiatannya dan menyimpan ponselnya, dan mengambil alih piring yang ada di depan arin.


Enak juga makan di suapin rasanya lebih nikmat, batin Wisnu .


"Kita balik sekarang apa nunggu hujan reda dulu? ", tanya Wisnu setelah menghabiskan makanan yang di pesan.


Memang saat ini di sana sedang turun hujan lumayan deras.


" Kalau nunggu reda kemaleman gak sih pak? Soalnya saya gak ada baju ganti lagi kalau baju yang saya pakai ini basah ", jawab arin.


" Sudah itu bisa di atur nanti! ", Wisnu menarik tangan arin.


Mereka berdua menerobos hujan dengan berpayung kan jaket yang di gunakan Wisnu . Berjalan setengah berlari agar cepat sampai hotel .


" Hehe.. Seru juga hujan-hujanan! ", kekeh arin saat tiba di lobby hotel.


" Ini ganti bajumu! " Wisnu menyerahkan kaosnya kepada arin.


Arin menurut dan segera mengganti bajunya.


Pagi yang indah di Kalimantan Selatan


Arin bangun terlebih dahulu saat alaram di hpnya berdering. Seperti biasa arin akan melakukan kewajibannya sebagai umat muslim, mengambil air Wudhu dan melaksanakan sholat subuh.


Setelah sholat arin melihat jam dan ternyata masih pagi pukul 4.15 , biasanya setelah sholat arin akan beraktifitas di dapur, namun karena saat ini dia menginap di hotel arin memilih untuk merebahkan tubuhnya di kasur.


Wisnu terbangun saat pukul 6.00 pagi, Wisnu bangkit dari tidur nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi karena hari ini dia akan melakukan sidang di kantornya setelah mendapatkan laporan yang ia baca semalam.


"Rinn... Bangun! "


"Aku harus berangkat sekarng "


"Kamu ikut atau mau menunggu di sini? ", Wisnu mengguncang kan tubuh arin.


Arin yang merasa di pangil itu langsung membuka matanya dan mengumpulkan kesadaran nya.


" Hemm bapak sudah bangun! ", arin bertnya dengan suara seraknya .


" Saya akan ke kantor! Mau ikut atau tunggu di sini? ", Wisnu kembali bertanya.


" Ikut!! Tapi... Saya tidak ada baju ganti! ", jawabnya dengan lesu, arin tidak mungkin ikut Wisnu ke kantor dengan baju yang ia pake sekarng ini.


" Nanti kamu bisa nyusul ke kantor biar di antar sopir, kamu tunggu disini dulu nanti akan ada orang mengantar baju ganti untuk mu ! ", kata Wisnu.


Arin menganggukan kepalanya.


Wisnu sudah berada di ruangan rapat sebelum samapai kantor Wisnu sudah menghubungi pak heru untuk mengumpulkan karyawannya.

__ADS_1


Wisnu terlihat sangat marah saat membaca laporan yang pak heru kirim semalam.


" Siapapun yang sudah berani berbuat salah dan mencoba bermain-main dengan ku harus siap dengan konsekuensi nya! ", kata Wisnu dengan tegas dan sorot mata yang tajam.


Membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu tertunduk takut.


" Pak heru bawa dia kesini ! ", perintah Wisnu.


Pak heru melaksanakan intruksi dari atasannya.


Semua mata tertuju pada laki-laki yang berumur sekitar 40 tahun itu.


" Apa tujuan mu melakukan ini semua? Hah!? ", Wisnu melempar berkas ke laki-laki itu.


Laki-laki itu tampak gemetar karena takut bercampur malu karena kecurangannya telah di ketahui semua orang yang ada di rungan itu.


" Ma.. Ma.. Maaf Pak! ", katanya terbata.


" Saya hanya di suruh "


"Siapa yang menyuruh mu melakukan ini semua? ", tanya Wisnu dengan tangan mengepal.


" Saya tidak kenal pak! ", katanya dengan takut.


" Apa!!! Kamu tidak kenal? Tidak mungkin! Katakan dengan jujur siapa yang sudah menyuruh mu? ", kata Wisnu dengan keras. Wisnu sudah tidak bisa menahan lagi emosinya. Wisnu meraih krah baju laki-laki itu dan bertanya sekali lagi.


" Benar pak, saya hanya berhubungan dengan orang itu melalui telfon, benar saya belum pernah bertemu dengan orang nya secara langsung ", jelasnya lagi dengan sangat takut.


" Mohon jangan bawa kasus ini ke penjara istri saya sedang hamil", mohon laki-laki itu.


" Pak heru ambil ponselnya dan cari nomer orang itu! ", perintah Wisnu.


" Yang lain bisa keluar dan melanjutkan pekerjaan kalian masing-masing ".perintah Wisnu lagi.


Di hotel arin dengan sabar menunggu seseorang yang akan mengantar baju ganti untuk nya.


Arin beranjak dari duduknya saat pintu kamar nya di ketok


Tok. Tok. Tok. Tok


" Dengan mbak arin? Ini untuk mbak! ".kata wanita itu yang menyerahkan peperbag.


" Ia... Trimakasih"


Setelah menerima peperangan bag itu arin langung mengganti bajunya, karena dia sudah mandi sejak di tinggal Wisnu ke kantor.


"Wahh... Bagus bajunya, pas lagi di badan aku, pintar juga dia milihnya ".gunam arin saat melihat pantulan dirinya di cermin.

__ADS_1


Saat tiba di kantor Wisnu arin menghubungi Wisnu jika dirinya sudah ada di depan kantor. Arin tidak ingin mengganggu kerja Wisnu ia memilih menunggu nya di depan sambil memainkan ponselnya.


Lama menunggu akhirnya Wisnu keluar juga.


" Kenapa gak masuk? ", tanya Wisnu.


" Hah! ", arin mendongakkan kepalanya


" Saya takut ganggu pekerjaan bapak",


"Ayo! Katanya mau lihat pasar apung", ajak Wisnu .


" Serius kita ke sana pak? "!, arin terlihat sangat antusias.


Dalam perjalanan menuju pasar apung arin tidak banyak bicara ia memilih menikmati pemandangan sesekali arin merekam vidio perjalanan nya untuk di unggah di sosmed nya.


Saat ini mereka sudah tiba di tempat tujuannya. Arin senang bisa berkunjung lagi ke pasar apung itu.


"Pak ayo kita berkeliling dengan prahu itu! " Arin menunjuk prahu yang kosong.


Saat Wisnu berjalan mendekati arin ponselnya berdering dan itu membuat langkahnya terhenti.


"Iya...! ", jawab Wisnu saat menerima telfon.


" Kamu dimana? Apa kamu lupa kalau hari ini ada perayaan ulang tahun ku? ", kata penelfon itu.


" Tidak mungkin aku lupa! ", bohong Wisnu.


" Aku pasti akan datang , mau kado apa? "


"Cukup datang saja aku sudah senang ", kata penelfon itu.


" Baiklah, aku tutup dulu telfonya! ", jawab Wisnu.


" Kita harus pulang sekarang rin! ".wisnu menghampiri arin yang menunggu di dekat perhu.


" Kenapa? "


"Ada apa? ", tanya arin yang bingung.


" Aku harus pulang sekarang ada acara ! ", kata Wisnu dan menarik lengan arin yang tak mau beranjak dari tempat nya.


" Aku janji akan mengajakmu kesini lagi lain waktu ", kata Wisnu saat melihat arin yang kecewa.


" Janji? ", kata arin dengan cemberut.


" Ia aku janji! ", jawab Wisnu.

__ADS_1


Arin akan menuruti perkataan atau perintah Wisnu karena dia sadar diri dengan posisinya yang hanya sebagai art walaupun tugasnya hanya menyiapkan makanan khusus untuk Wisnu.


__ADS_2