
Riyan kembali ke apartemen Wisnu, ia berhasil membawa es balok, Ya... Walaupun cuma sedikit .
"Cukup lah ya kalau cuma di campurin ke dalam bak! " Gumam Riyan yang menuju unit Wisnu.
"Rin! " Riyan memanggil nama Arin saat berhasil membuka pintu apartemen Wisnu.
"Kemana tuh anak? " Gumam Riyan.
Tak memperdulikan keberadaan Arin lagi, Riyan langsung menuju kamar Wisnu.
Tok. Tok. Tok
Riyan mengetuk pintu kamar mandi, dan Wisnu pun menyahut nya dari dalam.
"Masuk! " Ucap Wisnu yang masih berendam.
"Nih! Gue cuma dapat ini! " Riyan menyodorkan kantung kresek berukuran sedang.
Wisnu meraihnya dan menuangkan semua isinya ke dalam bak.
"Aagggrhh! " Pekik Wisnu saat miliknya terkena bongkahan es.
Riyan yang mendengar nya pun bergidik ngeri dan langsung keluar dari kamar mandi.
"Gue punya tugas buat lu! " Ucap Wisnu sebelum Riyan benar-benar keluar dari kamar nya.
"Apa? " Riyan pun berbalik badan.
"Cepat selesaikan pembanguan Hotel itu, aku mau hotel itu selesai dalam waktu satu bulan! dan buat acara peresmian yang mewah. Libatkan Arin untuk mengurusi acara peresmiannya" Ucap Wisnu.
"Kita tidak butuh waktu satu bulan! Karena hotel itu sudah memasuki kata sempurna" Sahut Riyan.
"Bagus kalau begitu! Lebih cepat lebih baik! " Ucap Wisnu .
"Gue harus kembali ke kantor! Selamat menikmati penderitaan lu! " Kekeh Riyan dan langsung keluar dari kamar Wisnu.
"Sialan lu! " Maki Wisnu.
♡´・ᴗ・`♡
__ADS_1
Sedangkan Arin memilih mengurung diri di kamar nya .
"Apa tujuan Sifa melakukan itu ke mas Wisnu? Aku jadi penasaran dengan Sifa! " Gumam Arin yang berbaring di atas kasur empuk nya.
Arin mengubah posisi nya menjadi duduk dan di raihlah ponsel yang ada di atas nakas itu . Tangan dengan cepat mengetik pesan dan mengirimkan ke Riyan.
Arin bernafas lega setelah membaca balasan dari Riyan. Setelah itu Arin kembali merebahkan tubuhnya dan membungkusnya dengan selimut yang tebal.
"Maaf ya Mas! " Gumam Arin sebelum memejamkan matanya.
♡´・ᴗ・`♡
Jarum jam menunjuk ke angka dua belas lewat lima belas menit saat Wisnu keluar dari kamar mandi.
"Tunggu saja pembalasanku! " Gumam Wisnu sambil mengunakan kos.
Baru saja membaringkan tubuhnya di atas kasur, Wisnu sudah duduk lagi karena perutnya lapar dan di tambah dirinya yang terus bersendawa.
"Kalau lagi sendawa terus kaya gini paling enak minum wedang jahe buatan Arin! " Gumam Wisnu yang teringat jika Arin sering membuatkan wedang jahe di saat tubuhnya kurang fit.
Wisnu melihat jam yang menempel di dinding kamarnya, " Sudah malam banget! Pasti dia sudah tidur! " Gumam Wisnu , ia langsung bangkit dan keluar dari kamar.
"Mana yang namanya jahe? " Gumam Wisnu dengan kedua tangan memegang lengkuas dan kencur, " Kok aku bisa lupa ya? Mana yang jahe dan yang bukan! "
"Ckk... Andai saja ada Arin pasti masalah seperti ini bisa segera teratasi " Omel Wisnu yang kesal karena tidak mengenali yang namanya si jahe.
Saat Wisnu sibuk menciumi satu persatu jenis empon - empon di dapur, ia di kagetkan dengan suara Arin.
"Mas sedang cari apa? " Ucap Arin yang berdiri di dekat almari pendingin.
"Kamu! " Wisnu pun menoleh, "ini aku lagi pengin buat wedang jahe! Ini jahe bukan? " Wisnu menunjukan kencur yang ia pedang.
Arin menghembuskan nafas kasarnya sebelum menjawab, "itu namanya kencur mas! " Ucap Arin yang melangkah mendekat ke Wisnu.
"Ini baru yang namanya jahe! " Arin menyodorkan potongan jahe itu ke hidung Wisnu supaya Wisnu mencium aromanya.
"Hehe, ia benar ini baru berasa aroma jahe nya! " Kekeh Wisnu sambil menggaruk keningnya.
"Mas Wisnu duduk aja! Biar aku bukan! " Ucap Arin yang langsung menyalakan kompor untuk merebus air.
__ADS_1
Wisnu pun menurut, ia duduk dan menunggu di meja makan.
"Apa aku terlalu berisik sehingga kamu terbangun dari tidur mu? " Tanya Wisnu yang memperhatikan Arin dari meja makan.
"Enggak kok! Aku tadi mau ambil air minum! " Jawab Arin yang jujur , Arin terpaksa keluar dari kamarnya karena merasa haus dan persediaan air minum di kamar nya habis.
Tak butuh waktu yang lama untuk Arin membuat wedang jahe," Ini mas! "Ucap Arin yang meletakan gelas berisi wedang jahe panas.
" Makasih ya Rin! " Ucap Wisnu .
"Mas Wisnu mau makan juga? Biar aku angetin dulu sayur nya! " Ucap Arin yang masih berdiri di hadapan Wisnu.
"Boleh! " Sahut Wisnu.
Arin seakan lupa dengan tujuan pertama nya datang ke dapur tadi untuk apa. Ada rasa bahagia tersendiri yang Arin rasakan saat Wisnu bersedia untuk makan masakannya lagi.
"Mas ini sayur nya! Aku ambilin ya! " Ucap Arin yang sudah memegang piring kosong dan siap untuk di isi nasi. Namun, dengan cepat Wisnu merebut piring itu dari tangan Arin.
"Enggak usah, aku bisa sendri! " Ucap Wisnu, "kamu bisa kembali ke kamar mu! " Lanjut Wisnu yang mengisi piringnya dengan nasi.
Arin tak kaget sama sekali dengan penolakan dan perubahan sikap Wisnu terhadap nya . Karena setelah kembalinya Sifa dan memutuskan untuk tinggal di apartemen, sikap Wisnu terhadap Arin memang banyak berubah. Wisnu akan bicara dengan Arin jika di rasa penting dan selebihnya Wisnu akan diam dan menjaga jarak dari Arin.
"Kalau gitu aku tinggal dulu mas! " Ucap Arin, sebelum kembali ke kamarnya ia mengisi botol minum yang ia bawa dari kamar nya tadi.
Setelah mengisi boto minumnya, Arin langsung menuju kamar nya. Ia melewati Wisnu begitu saja tanpa sepatah kata pun.
Wisnu hanya melirik kemana kaki Arin melangkah.
Aku merindukan masakan ini! Maafkan aku Arin! Batin Wisnu.
Wisnu menyantap habis masakan yang di hidangkan oleh Arin tanpa tersisa.
Diam-diam Arin mengintip nya dari balik pintu kamar nya. Arin menyunggingkan senyum saat melihat Wisnu yang makan dengan lahap nya.
Bersambung.....
**jangan lupa like dan komen...
bagi yang belum favorit harap tekan tanda love 💙
__ADS_1
berikan hadiah dan juga vote untuk mendukung karya ini! 🙏**