
Riyan melambaikan tangannya saat melihat Wisnu dan juga Arin.
"Sudah lama. Lu disini? " Tanya Wisnu yang ber tos ala laki-laki.
"Baru sepuluh menit yang lalau. " Jawab Riyan.
"Gimana Rin? Anak lu sudah sembuh? " Tanya Riyan yang menjabat tangan Arin.
" Alhamdulillah, sudah kak! " Sahut Arin.
Setelah ber basa - basi , mereka bertiga menuju parkiran di bandara . Iya, hari ini Wisnu dan Arin kembali ke ibu kota. Tentu saja melalui drama yang panjang. Yoga yang baru dekat dengan Wisnu itu harus rela berpisah. Dengan bujuk rayu dari Wisnu, akhirnya Yoga mau di tinggal.
"Gimana? Apa gue bisa urus pernikahan lu sekarang? " Tanya Riyan sambil mengemudi mobil.
"Belum! Harus nunggu masa iddah terlebih dulu. " Jawab Wisnu.
Iddah artinya "waktu menunggu" di dalam agama Islam adalah sebuah masa di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau karena dicerai ketika suaminya hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain.Tujuannya adalah untuk menjaga hubungan darah suaminya. Dikhawatirkan, seorang wanita sedang mengandung saat akan menikah lagi sehingga anaknya menjadi anak pria yang dia nikahi.
"Emang berapa lama masa iddah nya? " Tanya Riyan lagi.
"Seratus hari kak! " Sahut Arin.
Masa iddah untuk perempuan yang masih mengalami siklus haid, masaiddah-nya yakni sebanyak 3 kali siklus haidnya.
"Wah.... Ribet ya? " Celetuk Riyan.
"Gimana kantor? " Tanya Wisnu.
"Aman terkendali bos! " Jawab Riyan.
"Lalu gimana dengan produk parfum kita yang baru? " Tanya Wisnu sambil menyandarkan kepalanya ke belakang.
"Semuanya sudah beres bos! Untuk modelnya juga sudah dapat. Hanya tinggal suting vidio nya saja. " Jelas Riyan.
"Kerja bagus! Wisnu mengacungkan jempolnya , gue gak salah pilih lu untuk menjadi tangan kanan gue. Lu selalu bisa di andalkan dalam segi apapun. Gue akan beri lu dobel bonus bulan ini. " Ucap Wisnu.
"Ckk... Dobel binus! Gue gak kekurangan uang. Jadi gue gak butuh dobel bonus dari lu. " Sahut Riyan.
"Terus lu mau minta apa? Tanya Wisnu, rumah, mobil, atau apa? " Tawar Wisnu.
"Gue gak butuh itu semua! Riyan menjeda ucapannya, Gue cuma mau minta libur di saat cewek gue ulang tahun nanti. " Ujar Riyan.
"Oke, gak masalah kalau itu yang lu mau . " Sahut Wisnu. Sedangkan Arin hanya sebagi pendengar setia mereka berdua.
"Siapa modelnya yang akan menjadi brand Ambassador nya? " Tanya Wisnu yang penasaran.
"Eva! " Singkat Riyan.
"Eva? Apa gak ada model lain selain dia? " Wisnu langsung mengubah posisi duduknya menjadi tegap.
__ADS_1
"Gue gak mau jika dia yang jadi modelnya. "
"Ini akan menguntungkan buat kita! "
"Saat ini karir Eva sedang melambung. "
"Jika kita gunakan dia sebagi model brand Ambassador, pasti produk kita akan laris di pasaran. " Jelas Riyan.
Wisnu membuang nafas kasar nya, "terserah lu dah! " Ucap Wisnu yang pasrah jika dirinya akan terlibat pekerjaan dengan Eva.
Mobil yang mereka tumpangi berhenti di rumah mewah. Di mana lagi kalau bukan di rumah Mariyam.
"Mas, aku langsung ke kamar ya? " Pamit Arin yang terlihat menahan kantuknya.
Wisnu menjawab dengan anggukan kepala.
"Wah... Sudah ada kemajuan ya sekarang? "
"Tiga hari di rumah camer, pangilanya udah ganti! " Ledek Riyan yang tak sengaja mendengar kata "mas" Yang di lontarkan Arin.
"Ia biar enak aja di dengarnya! " Jawab Wisnu yang melenggang masuk kedalam rumah.
Malam pun telah tiba, semua orang sudah berkumpul di ruang makan, tanpa terkecuali. Semuanya menikmati santap makan malam itu dengan hening. Hanya dentingan sendok dan garpu.
"Gimana Rin, apa sudah beres urusan mu di kantor pengadilan agama? " Tanya mariyam memecah kesunyian.
"Sudah eyang! " Sahut Arin yang menghentikan gerakan tangannya.
"Ia bagus lah, kalau begitu eyang akan menyiapkan semuanya mulai dari sekarang. " Ucap Mariyam yang sumringah.
"Enggak usah eyang! Aku dan Arin yang akan mengurusnya nanti. Jawab Wisnu, iya kan sayang? " Tanya Wisnu yang menoleh Arin.
Cihhh... Sayang... Sayang. Batin Marcel.
"Iya eyang! Betul apa kata mas Wisnu. " Sahut Arin.
Sedangkan Marchel hanya menjadi pendengar, dan sesekali mencuri pandang ke pada Arin.
"Bang! " Sapa marchel.
"Gue mau bicara sama abang! "
"Mau bicara tentang apa? " Wisnu menutup majalah yang ia baca.
"Jangan di sini bang." Ucap Marchel.
"Ya udah kita ke taman belakang! Sambil cari angin. " Wisnu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju taman, yang di ikuti oleh Marchel.
"Katakan, ada apa? " Wisnu duduk di bangku taman .
__ADS_1
"Abang jangan pernah mempermainkan pernikahan! " Ucap Marchel langsung pada intinya.
"Maksud kamu? " Tanya Wisnu.
"Abang jangan pura-pura tak tau dengan apa yang aku bicarakan ! " Sahut Marchel.
"Kamu tau dari mana? " Tanya Wisnu yang memandang adik sepupunya itu.
"Maaf bang, gue gak sengaja waktu itu denger obrolan lu dan Riyan. "
"Kenapa harus Arin bang? Abang bisa cari wanita lain , yang bisa abang bayar dengan uang abang yang tak ada habisnya itu. " Oceh Marchel.
"Apa lu kenal dengan Arin? " Wisnu menelisik Marchel.
"Iya, gue kenal! Tapi gue gak tau jika Arin adalah boneka abang. "
"Gue tau saat dia panik saat mendapat kabar jika anaknya sakit. Saat itu gue ingin tanya langsung sama abang, dan saat itulah gue tau semuanya. " Jelas Marchel.
"Bang gue suka sama Arin, dari pertama gue ketemu dengannya. "
"Jadi gue mohon lepaskan Arin dari permainan abang! " Marchel berterus terang akan perasannya terhadap Arin.
"Maaf bang Chel, abang gak bisa mengabulkan permintaan mu itu! " Sahut Wisnu.
"Kenapa bang? "
"Nanti abang juga akan menceraikan dia kan? setelah abang menemukan sifa mu itu ! "
"Sekarang atau nanti sama saja bang, abang akan mencampakkan dia. "
"Jadi lepaskan dia bang! Aku mohon! " Ucap Marchel .
"Ini sudah menjadi kesepakatan kita berdua Chel. " Sahut Wisnu.
"Aku berharap kamu tidak lagi mencampuri urusan abang! " Wisnu menepuk pundak Marchel , kemudian melangkah meninggalkan Marchel yang masih duduk.
Karena tidak puas dengan jawaban yang di lontarkan oleh Wisnu, akhirnya Marchel berlari mengejar Wisnu dan ...
Bugh...
Sebuah tonjokan mendarat sempurna di wajah Wisnu.
Wisnu hampir tersungkur karena mendapat serangan secara mendadak. Wisnu mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Walaupun gue lepasin Arin, gue yakin jika Arin tidak akan pernah mau menerima cinta lu. " Ucap Wisnu dengan senyum menyamping.
"Maksud lu apa bang? " Marchel mencekal kerah baju Wisnu.
"Tanya saja sendi dengan orang nya! " Wisnu menepis tangan Marchel . Setelah itu Wisnu masuk ke dalam rumah, meninggalkan Marchel yang di kuasai oleh emosi.
__ADS_1
...Sial itu bocah! Main tonjok aja. Untung lu sepupu gue, kalau bukan udah gue bikin lu babak belur. Mana bekas gigitan Arin aja belum sembuh, udah di tambah lagi. Batin Wisnu sambil mengompres sudut bibirnya. ...