
Aku enggak tau harus komentar apa lagi Rin! Yang jelas aku akan selalu membatu mu, jadi kamu jangan sungkan untuk minta bantuan ku! " Ucap Suci dan Arin pun langsung memeluknya.
"Terimakasih Ci! " Ucap Arin yang masih memeluk erat Suci.
"Itu ada taksi! " Ucap Suci dengan cepat ia melambaikan tangannya.
"Tolong simpan rahasia ini ya Ci! Karena keluarga ku maupun keluarga Wisnu tidak ada yang tau maslah ini kecuali orang terdekat Wisnu . " Ucap Arin.
"Siapa? " Tanya Suci.
"Riyan! Orang kepercayaan Wisnu sekaligus sahabat nya! " Jawab Arin sambil menyandarkan kepala nya ke jendela mobil.
"Seperti pernah dengar nama itu! " Gumam Suci.
"Kamu pernah menolongnya saat dia kecelakaan!" Sahut Arin.
"Ohh.. Dia! " Ucap Suci .
"Dia jomblo lo Ci! " Arin melirik Suci yang duduk di sebelahnya.
"Apa hubungannya? " Tanya Suci.
"Kamu kan juga jomblo! Siapa tau jodoh! Nanti aku kenalkan! " Ucap Arin.
"Jangan mikirin jodoh gue! Pikirin aja jodoh lu sendiri! " Kekeh Suci.
"Resek lu! " Arin memukul lengan Suci.
♡´・ᴗ・`♡
"Kok sampai jam segini Arin belum kelar juga? " Gumam Wisnu yang duduk di sofa depan TV.
Wisnu kembali ke kamar Arin dan mengetuk pintu nya.
"Rin... Bangun Rin!" Ucap Wisnu sambil mengetok pintu.
"Rin buka pintunya! "
"Rin...!
Tok.. Tok.. Tok..
" Arin! "
"Riinnnn... "
"Dia tidur apa pingsan sih? Masak gak dengar aku panggil! " Gumam Wisnu.
Karena tetap tak ada jawaban dari penghuni kamar , Wisnu mencoba menelfon ponsel Arin.
"Gak di angkat? " Gumam Wisnu.
"Kamar ini kan ada kunci serepnya! Kenapa gak kepikiran dari tadi sih! " Ucap Wisnu dan langsung mencari kunci serep kamar Arin.
"Dimana sih naruhnya? " Wisnu menggaruk kepalanya. Sudah beberapa laci yang Wisnu buka tapi tak menemukan kunci satu pun .
Namun saat ia duduk di ruang makan , matanya tertuju ke meja kecil yang dekat dengan meja makan.
"Kenapa aku melupakan laci yang ini? " Gumam Wisnu dan langsung membukanya. Benar saja di sana banyak kunci cadangan sehingga Wisnu kesusahan untuk mencari kunci kamar Arin.
__ADS_1
Kunci yang rata-rata hampir sama membuat Wisnu mencoba satu persatu.
"Ini bukan! Ini juga bukan! Huufff... " Wisnu menghembuskan nafas kasar.
Setelah berulang kali gagal akhirnya Wisnu menemukan kunci yang cocok.
"Akhirnya! " Gumam Wisnu dan bernafas lega.
Wisnu mendorong perlahan pitu itu kedalam. Jalan perlahan, mengendap-ngendap seperti pencuri. Wisnu menuju saklar lampu karena kondisi kamar Arin sangat gelap.
Saat lampu menyala Wisnu di buat tercengang karena Arin tak ada di kamar.
"Rin! " Wisnu mencarinya ke kamar mandi. Namun kamar mandi itu kosong.
"Rin... " Wisnu terus memanggil nama Arin dan mencari ke balkon kamar. Sampai di balkon Wisnu juga tak menemukan Arin.
"Kata bibi tadi masih di kamar! Lalu ini apa? "
"Pergi ke mana sampai malam begini belum pulang? " Gumam Wisnu sambil mencoba menelfon Arin.
"Gak di angkat lagi! " Wisnu mengumpat kesal.
♡´・ᴗ・`♡
"Ci, tunggu di sini sebentar ya? Kita nunggu seseorang dulu! " Kata Arin yang sudah turun dari taksi.
"Nunggu siapa? " Tanya Suci yang mengekor langkah Arin.
"Nanti kamu juga tau! Udah kita duduk aja dulu! " Jawab sekaligus ajakan Arin.
"Jadi kamu tinggal di sini? " Tanya Suci sambil duduk di sebelah Arin.
"Emang boleh ma suami lu? "
"Dia gak akan tau juga kalau kamu mainnya pas dia ada di kantor! "
Suci menganggukkan kepalanya, serta matanya mengamati gedung apartemen itu.
"Itu dia orang nya sudah datang! " Kata Arin.
Saat dalam perjalanan pulang Arin telah mengirim pesan ke Riyan agar datang ke apartemen nya.
"Ada apa Rin nyuruh aku ke sini? " Tanya Riyan.
"Ini kak! Tolong antarin Suci ya pulang ke kostan! Malam-malam gak baik kalau anak gadis pulang sendri! Mau ya kak? " Ucap Arin.
"Enggak usah Rin! Aku bisa pulang sendri! " Ucap Suci yang merasa tak enak hati.
"Kirain ada masalah penting apa? " Ucap Riyan.
"Mau ya kak? "
"Iya! " Jawab Riyan singkat.
"Oh... Jadi di sini? Dari mana saja kalian? " Tanya Wisnu yang tiba-tiba ada di belakang mereka. Wisnu menatap tajam ke mereka bertiga dengan raut wajah yang tak bersahabat. Siapapun yang melihat pasti tau jika saat ini Wisnu sedang marah.
"Kenapa kamu gak bilang kalau Arin ada bersama mu? " Wisnu menatap tajam Riyan.
Riyan mengernyitkan dahinya, " Aku baru datang! Aku gak tau apa-apa bro! " Sahut Riyan yang bingung.
__ADS_1
Tatapan Wisnu beralih ke Arin. Sedangkan Arin malah memalingkan muka nya, dan itu sukses membuat darah Wisnu semakin naik.
Tanpa kata Wisnu menarik tangan Arin dan menyeretnya masuk ke apartemen.
"Lepas! Aku bisa jalan sendri! " Ucap Arin yang berusaha melepas tangan Wisnu.
"Rin... " Ucapan Suci tertahan bersama dengan langkahnya yang di tahan oleh Riyan.
Dengan cepat Riyan menarik tangan Suci saat Suci akan mengejar Arin.
"Biarkan saja mereka! " Ucap Riyan.
"Aku takut kalau suami nya berbuat kasar sama Arin! " Sahut Suci.
"Itu gak akan terjadi! Aku jamin itu! Sudah ayo aku antar pulang! " Riyan memegang kedua pundak Suci dan menggiring nya masuk ke mobil.
"Kalian dari mana sih? Kok sampai larut malam gini pulang nya? " Tanya Riyan yang fokus mengemudi.
"Aku dan Arin enggak pergi ke mana-mana! Justru aku mengantar Arin pulang! "
"Maksudnya? " Mata Riyan melirik ke penumpang di sebelah nya.
"Dari sore Arin ada di kostan ku! Dia mau nginap . Tapi aku menolaknya karena dia sudah berumah tangga! Awalnya Arin kekeh gak mau pulang, tapi aku terus memaksanya. Dan... Ya akhirnya dia mau pulang! " Jelas Suci.
"Pasti mereka lagi berantem! " Gumam Riyan yang masih bisa di dengar oleh Suci.
"Teman mu itu kalau marah seram juga ya? Aku saja sampai takut tadi! " Ucap Suci.
"Itu belum seberapa! " Sahut Riyan.
"Belum seberapa? " Ulang Suci. Riyan pun mengangguk .
"Gimana nasib mu Rin?! " Gumam Suci.
"Semarah - marahnya Wisnu dia gak akan nyakitin teman mu kok! Jadi kamu jangan khawatir kan Arin. " Ucap Riyan.
"Kamu serius? " Tanya Suci seraya menoleh Riyan.
"Dua rius malah! Paling juga di hajar di atas ranjang! " Kekeh Riyan.
"Ckk.. " Suci berdecak saat mendengar ucapan Riyan.
♡´・ᴗ・`♡
"Lepas! " Ucap Arin.
Wisnu semakin Arin meronta semakin erat pula Wisnu mencengkram tangan Arin.
Wisnu membuka pintu unitnya dengan kasar.
BRAK
Dan menutupnya dengan kasar pula.
BRAK
Dihempaskan lah Arin ke sofa yang ada di ruang tamu.
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like dan komen ... cerita ini akan segera tamat jadi beri dukungannya ya! terimakasih🙏 😘🤗