TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
41. permintaan konyol Wisnu


__ADS_3

Saat ini Wisnu dan arin berada di gedung bagian paling atas . Wisnu sengaja mengajak arin kesana karena merasa tempat itu nyaman di jadikan tempat untuk mereka berbicara.


"Kenapa bapak mengajak saya kesini? ", tanya arin yang bingung.


Wisnu melepaskan tangan arin. Berjalan mencari tepat untuk duduk. Wisnu mendudukkan bokongnya di pelataran tanpa alas. Wisnu menoleh ke belakang dan benar saja arin masih diam mematung di tempatnya .


" Duduk sini! ", kata Wisnu sambil melambaikan tangan nya.


Dengan sedikit ragu arin berjalan ke arah Wisnu .


" Pak... Bapak gak akan macem-macem kan? Gak akan mendorong saya dari atas sini kan? ", karena takut arin malah bertanya dengan Pertayaan bodoh nya.


" Kalau kamu gak mau duduk! Saya pastikan akan benar-benar melempar kamu ke bawah! ", jawab Wisnu dengan sinis.


Tentu saja arin langsung mengambil posisi duduk di sebelah Wisnu, dengan cemberut.


" Dasar tukang mengancam! ", gerutu arin.


" Tadi kamu sudah makan? ", tanya Wisnu yang hanya berbasa-basi.


Karena Wisnu lah yang menyuruh Riyan untuk membelikan makan siang untuk arin. Sebenarnya Riyan tadi juga ikut Wisnu untuk makan siang dengan rekan bisnisnya. Namun saat keluar dari kantor gak sengaja Wisnu melihat arin yang sedang menyebrang jalan. Saat Wisnu memperhatikan arin, Riyan memberi tau jika arin sering jajan gorengan jika ia tak membawa bekal dari rumah. Karena merasa bersalah Wisnu menyuruh Riyan untuk membelikan makan siang.


"Sudah tadi", jawab arin singkat.


" Kamu mau tau tujuan ku bawa kamu kesini? ", tanya Wisnu yang melirik arin.


" Kenapa? ", tanya arin yang memandang lurus ke depan tanpa menoleh ataupun melirik Wisnu.


Hening


Setelah Wisnu terdiam sesaat, Wisnu mulai berbicara lagi .


" Aku minta maaf untuk yang tadi pagi! ", kata Wisnu yang menoleh ke arah arin.


" Aku tau jika perbuatan ku itu salah! "


"Tapi jujur aku tak menyadari jika itu kamu ", kata Wisnu yang kembali menghadap lurus ke depan.


Sesaat arin menoleh Wisnu dan kembali menghadap depan.


" Itu bapak tau jika itu salah! "


"Seharusnya bapak bisa mengendalikan diri! "

__ADS_1


"Apa bapak pikir saya janda jadi bapak bisa berbuat sesuka hati bapak? "


"Jujur pak saya malu dengan nenek bapak"


"Jangan mentang-mentang bapak orang kaya dan saya orang miskin jadi bapak bisa dengan mudahnya menghancurkan harga diri saya! ", kata arin mengeluarkan unek-unek nya yang dari tadi di pendam . Tangan arin mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca.


" Aku minta maaf! ", Wisnu meraih jemari arin. Namun dengan cepat arin menariknya.


"Arin! ", Wisnu memegang kedua bahu arin. Sehingga tatapan mereka saling bertemu.


" Maafkan aku! Aku benar-benar khilaf! "


"Kamu mau kan maafin aku? ", kata Wisnu dengan tatapan memohon.


" Apalah daya ku!"


"Aku hanya orang miskin dan aku hanya pembantu mu "


"Jadi mau tak mau harus memaafkan mu! ", jawab arin lirih.


" Aku tidak pernah membeda - bedakan orang dari setatus nya ", tangan Wisnu terulur membantu arin merapikan rambutan yang berantakan karena hembusan angin.


" Ia.. ", hanya itu yang keluar dari mulut arin. Karena dia tau jika berdebat pasti dia juga kalah.


Wisnu menjeda omongannya sesaat.


Arin menoleh ke arah Wisnu dengan mengerutkan keningnya.arin penasaran dengan omongan Wisnu selanjutnya.


"Aku minta kamu segera urus perceraian mu di kantor pengadilan agama! "


"Karena setelah itu aku akan menikahi mu! ", kata Wisnu.


JEDUUAARRR


Bak tersambar petir di siang bolong saat mendengar ucapan Wisnu.


" Apa bapak gak salah bicara? ", tanya arin yang masih belum mengerti.


" Aku gak salah ngomong dan kamu gak salah dengar! ", kata Wisnu .


" Tapi kamu tenang saja kita hanya nikah kontrak! ", kata Wisnu dengan enteng.


" Nikah kontrak? Kemarin pacar kontrak! Lalu apa lagi yang akan kamu kontrak setelah ini? Apa rahim ku juga akan kamu kontrak untuk melahirkan keturunan dari keluarga mu? ", tanya arin dengan mimik muka yang marah.

__ADS_1


" Aku gak habis pikir dengan jalan pikiran anda ! ", setelah mengucapakan itu arin akan bangkit dari duduknya, namun secepat kilat Wisnu menarik tangannya sehingga arin kembali duduk.


" Dengarkan aku! "


"Ini hanya sementara sampai aku bisa menemukan siva! "


"Akan aku anggap lunas semua hutang mu pada ku! "


"Aku kasih waktu kamu berfikir sampek nanti malam ", kata Wisnu.


" Saya gak mau pak! "


"Bapak pikir pernikahan itu hanya lelucon saja yang bisa di buat main-main? "


"Saya saja yang sudah pernah menikah dengan tulus dan tanpa ada paksakan saja bisa kandas pak! "


"Apa lagi ini hanya pernikahan kontrak yang gak masuk akal . Saya gak mau pak! Jika saya ingin menikah lagi saya mau pernikahan itu menjadi yang terakhir buat saya! "


"Jadi bapak silahkan cari wanita lain yang mau di ajak nikah kontrak dengan anda! ", arin bangkit dari duduk nya melangkah pergi meninggalkan Wisnu yang masih terdiam karena penjelasan arin.


" Akan ku naikkan utang mu tiga kali lipat bahkan bisa lebih! ", seru Wisnu.


Arin memberhentikan langkahnya, dan menoleh ke belakang .


" Terserah anada! Saya tidak peduli jika saya harus terus berkerja dengan anda! ", jawab arin dan langsung pergi.


" Ha...h! , apa susahnya sih tinggal bilang ia aja! ", umapt Wisnu kesal dengan penolakan arin.


Arin tidak menggunakan lift untuk turun dari atas gedung, melainkan mengunakan tangga darurat.


Dengan sedikit berlari arin menuruni anak tangga satu persatu. Arin menitihkan air matanya. Di tengah-tengah jalan arin menghentikan langkahnya. Arin duduk di anak tangga, menyembunyikan wajahnya di sela-sela lututnya. Pundak arin bergetar menahan tangis nya.


"Kenapa ini semua terjadi dengan ku?" "Kenapa takdir tidak berpihak baik pada ku?"


"Apa memang jalan hidup ku seperti ini?"


"Kenapa? "


"Kenapa ini harus terjadi dalam hidup ku Tuhan! "


"Apakah aku tak pantas untuk bahagia?"


Hiks... Hiks... Hiks

__ADS_1


Gunam arin lirih di sela-sela tangisnya.


__ADS_2