TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
64. Emosi Marchel


__ADS_3

Sebuah mobil sedang mewah melaju membelah jalanan ibu kota. Sinar mentari yang cerah menerangi bumi. Namun pagi ini hati Marchel tampak mendung. Mendung tanpa hujan.


"Gue akan bersaing dengan abang gue sendri. "


"Gue akan buktikan jika sebelum jnaur kuning melengkung, arin masih bisa di tikung. "


"Mentang - mentang udah mau nikah main sosor aja. "


"Gue hanya di anggap butiran debu yang tak terlihat. "


"Untung gue cepat pergi , kalau tidak..."


"Gue bisa kejang-kejang karena pengen. "


Marchel berbicara sendri sambil fokus menyetir. Mobil Marchel telah tiba di gedung perkantoran yang tinggi. Marchel berada di dalam lift untuk menuju ruangan nya. Marchel memukul dinding lift, saat bayangan Wisnu dan arin muncul secara tiba-tiba di otaknya.


"Maaf bang! Kali ini gue akan merebut arin dari tangan lu. ", ucap Marchel dengan tangan terkepal.


" Selamat pagi tuan muda! ", sapa Tomi .


" Pagi! ", jawabnya datar.


" Apa agenda ku seharian ini? ", tanya Marchel yang terus berjalan menuju ruangan nya.


" Harini tuan ada meeting dengan perusahan Mahardika grup. "


"Membahas tentang projek pembanguan taman wisata di kota malang. ", jelas Tomi.


" Jam berapa? ", tanya Marchel .


" Jam 10 tuan. ", jawab Tomi.


" Baik! Nanti saya sendiri yang akan datang ke meeting itu. Urusan kantor saya serahkan kepada mu. ", ucap Marchel.


" Siap tuan! ", sahut Tomi.


Jarum jam masih menunjukan pukul 9 pagi. Sebelum Marchel pergi ke kantor mahardika grup, ia menyempatkan diri memeriksa beberapa laporan yang di kirim karyawannya. Saat Marchel bergelut dengan tumpukan berkas. Di luar kantor terjadi keributan.


" Maaf nona! Anda tidak bisa masuk. "


"Aku ingin bertemu dengan Marchel! "


"Tapi nona haus buat janji dulu, baru bisa bertemu dengan wakil direktur kami. "


"Hey... Aku ini calon istri dari wakil direktur mu itu. Itu artinya aku calon menantu dari keluarga tuan Aji. ", ucapnya dengan nada sombong.


" Ia.. Nona! Tapi nona harus mempunyai tanda bukti jika anda sudah mempunyai janji dengan tuan Marchel. "


"Atau nona telfon dulu dengan tuan Marchel! "

__ADS_1


Sial... Mana nomor ku di blokir lagi.


"Minggir ! Saya mau ketemu Marchel sekarang juga. "


"Maaf nona tidak bisa. "


Di depan lobi terjadi adegan dorong mendorong.


"Ada apa ini ribut-ribut? ", suara Tomi mampu menghentikan aksi mereka.


" Maaf tuan Tomi! Nona ini memaksa untuk bertemu dengan tuan muda Marchel. ", jelas wanita yang berprofesi sebagai resepsionis.


" Ada tujuan apa anda ingin bertemu dengan tuan muda? ", tanya Tomi yang merasa asing dengan wanita di hadapan nya itu.


" Saya calon istri tuan muda mu itu! Jadi biar kan saya masuk untuk menemuinya. ", ucapnya dengan sombong dan tatapan yang sinis.


Tomi mengerutkan keningnya, dan langsung menghubungi Marchel.


Tomi: " Halo tuan! " Di loby ada wanita yang ingin bertemu dengan anda. "


Marchel: "siapa? "


Tomi tak menyebutkan namanya karena dia sendri lupa menyatakan nama wanita itu. Tomi menyebutkan ciri-ciri dari wanita.


Marchel: " Suruh dia pergi! Saya gak ingin bertemu dengan nya. "


"Maaf nona ! Tuan Marchel tidak menerima tamu siapapun. Jadi nona silakan pergi dari sini! ", Tomi bicara sangat sopan.


" Saya akan menunggu dia di sini ! Sampai dia mau bertemu dengan saya. ", ucap Kanaya dengan emosi.


Kanaya atau Naya adalah manatan kekasih dari Marchel. Mereka menjalin hubungan sejak SMP. Putusnya mereka karena Marchel harus melanjutkan kuliah di Belanda. Karena jauh dari Marchel Naya berselingkuh dengan teman kuliahnya. Marchel sangat marah saat itu, Marchel melihat dengan matanya sendiri ,Naya sedang bercumbu dengan laki-laki lain.


"Nona saya sudah bicara baik-baik ya? Jangan salahkan saya jika saya berbuat kasar terhadap anda! ", ucap Tomi dengan sorot mata yang tajam.


" Silahkan kalau berani! ", tantang Naya.


" Satpam..! " , teriak Tomi.


"Bawa orang ini pergi dari sini ! ", perintah Tomi kepada satpam yang sudah mendekat.


" Lepas! Saya bisa jalan sendri! ", Naya memberontak dari cekalan satpam.


" Ngapain sih dia masih ngotot buat ketemu gue? ", gunam Marchel yang bersiap akan menghadiri meeting di kantor Wisnu.


Saat Marchel sampai loby matanya menangkap seorang wanita yang di paksa keluar dari kantornya. Marchel memutar matanya malas . Jika Marchel terus menghindar, Naya juga tak akan pernah menyerah. Dengan malas akhirnya Marchel menghampiri Naya.


"Lepas kan dia pak! ", seru Marchel.


Seketika wajah Naya berseri karena Marchel masih mau menemuinya. Naya menampilkan senyum termanisnya, lain lagi dengan Marchel yang memasang wajah datar.

__ADS_1


" Marchel aku... "


"Ikut aku! " , belum selesai Naya mengutarakan maksud dan tujuannya. Marchel sudah lebih dulu menarik paksa tangan Naya dengan kasar.


"Awu! ", pekik Naya saat Marchel menghempaskan tangannya.


" Sudah berapa kali aku bilang! Jangan pernah temui aku lagi ! "


"Apa kau tuli Kanaya? ", ucap Marchel dengan mata elangnya.


" Aku... Aku hanya ... "


"Hanya apa? ", bentak Marchel.


" Aku ing... Ingin minta maaf! ", ucap Naya yang takut.


" Ciihh... Minta maaf! "


"Apa kekasih mu itu sudah tidak bisa memberimu kehangatan? "


"Sehingga dengan tak tau malu nya kamu datang dan mengemis maaf dari ku! "


"kalau kau kesini hanya ingin minta maaf. "


"Aku sudah lama memaafkan mu! jadi pergi dari sini sekarang juga."


" Aku juga bersyukur Allah telah menunjukan sifat asli mu itu. "


" Janan pernah lagi muncul ke dalam hidup gue! ", emosi Marchel hari ini benar-benar sedang di uji.


Gimana tidak di uji? pagi-pagi sudah melihat adegan 18+ oleh abangnya sendri.


Setelah mengatakan itu Marchel meninggalkan Naya yang masih mematung di tempatnya.


Sungguh Marchel telah berubah. Dulu ia sangat sayang dan memanjakan Naya. Apapun yang Naya ucapkan pasti Marchel akan mengabulkan. Begitu pula dengan Naya, Naya akan menuruti kemauan Marchel. Iya mereka dulu saling bucin, gaya pacaran mereka sangat romantis. Bahkan semua teman di sekolah nya di buat baper oleh nya. Namun itu semua tinggallah kenangan.


Setelah tau jika Naya bermain api di belakangnya, saat itu juga Marchel mengubah perasaan nya yang pernah ada menjadi benci. Saking bencinya Marchel tak ingin bertemu ataupun mengenalnya. Akhirnya Marchel memilih tinggal di Belanda setelah masa kuliah nya selesai.


Dengan menahan malu Naya masuk ke dalam mobilnya.


BRAKK...


Naya membanting pintu mobilnya sebagai pelampiasan.


"Aku gak akan menyerah! "


"Aku juga gak takut dengan segala ancaman dari mu! ", ucap Naya sabil memukul setirnya.


" Gue gak akan nyerah dan mundur walaupun satu langkah. ", tangan Naya mencengkeram setir mobil dengan kuat.

__ADS_1


__ADS_2