
"Berhenti di depan situ! ", tunjuk arin
" Kamu yakin ini jalan menuju rumah majikan mu? Kamu gak lagi bohong kan? ", tanya marchel memastikan .
" Tidak! Kenapa juga bohong! "
"Udah saya mau turun, terimakasih! ", ucap arin membuka pintu mobil marchel.
" Tapi ini buka jalan yang sama ! Aku ingat betul kamu lewat gang yang sana! ", tunjuk marchel.
Astaga! Kenapa dia masih ingat sih!
"Hemm... Kemarin itu pengen aja lewat sana, kan jalannya juga tembus sama gang yang ini. " Bohong arin.
"Hemmm gitu ya? ", marchel manggut - manggut.
" Ya udah sana! Gw mau mastiin dari sini kalau kamu gak bohong. ", ucap marchel.
" Oke! "
"Saya duluan ya? Terimakasih! ", ucapnya dan berlalau pergi.
Marchel mengamati arin dari jauh. Ia bersandar di mobilnya dengan kedua tangan di lipat di dada. Terukir senyum di bibir marchel.
Arin mempercepat langkahnya , sambil melihat deretan rumah.ia akan memilih salah satu rumah mewah untuk mengelabuhi marchel. Sampai akhirnya arin memilih rumah berlantai tiga dengan gerbang berwarna hitam yang tinggi menjulang.
Arin berpura-pura seakan membuka pintu gerbang itu. Arin melihat ke arah marchel yang masih berdiri mengamati arin. Tangan arin di kibas-kibaskan memberi tanda agar marchel segera pergi dari sana. Tak butuh waktu lama marchel pun segera pergi. Arin memastikan dulu jika marchel bernar-benar sudah pergi, lalu ia pun segera berlari menuju blok perumahan Wisnu. Arin berlari kecil agar cepat sampai.
•••••
Dari kantor Wisnu langsung pulang ke rumah. Saat memasuki kawasan rumah mewah itu Wisnu menajamkan penglihatan nya, saat melihat seorang wanita yang tengah berlari.
"Arin bukan sih? ", gunam Wisnu dan menambah kecepatan mobilnya.
Saat jarak sudah dekat Wisnu merasa yakin jika itu arin. Dia bunyikan klakson mobilnya .
Tiiinnnn... Tin.. Tin... Tiiinnnnn...
Arin yang merasa di lakson malah berlari kencang. Membuat Wisnu heran.
" Kenapa malah kenceng larinya? "
"Atau dia di kejar orang suruhannya om aji lagi! ", gunam Wisnu yang sudah mempercepat laju mobilnya.
Tiiiiiiiinnnnn..
" Hay.... Berhenti! ", kata Wisnu saat mobilnya sudah bersampingan dengan arin.
" Kaya suara pak bos deh! ", gunam arin.
Arin langsung berhenti untuk memastikan jika yang memangil itu bos nya.
" Masuk! Malah diem bae! ",umpat Wisnu dari dalam mobil yang kacanya sudah di turunkan
" Haa.. Iya! ", kata arin dan cepat masuk dalam mobil Wisnu.
" Nih minum dulu! ", kata Wisnu yang menyodorkan botol air mineral yang selalu tersedia di mobilnya.
__ADS_1
Gelekk. Gelekk.. Gelek...
Arin menenggaknya hampir separo botol .
Wisnu hanya menggelengkan kepalanya.
" Haus banget ya? ", tanya Wisnu sambil tersenyum.
" He'em! Banget. ", jawab arin sambil mengangguk.
" Ngapain lari-lari segala? Kamu gak lagi di kejar orang kan?", tanya Wisnu.
" Tadi tuh saya di kejar orang gila pak . Hiiii... " , bohong arin yang pura-pura bergidik ngeri.
"Mana ada di kompleks rumah elit seperti ini ada orang gila? Ngawur kamu ini! ", kekeh Wisnu.
" Kalaupun ada! Belum sampai masuk udah di usir sama satpam yang jaga di ujung sana. " Wisnu menujuk pos satpam.
"Lagian ngapain sih gak minta di jemput ? "Tanya Wisnu lagi.
" Takut ganggu waktu bapak. ", jawab arin .
" Tumben jam segini bapak udah pulang? ", tanya arin.
" Ya pengen pulang cepet aja! ", jawab Wisnu yang melirik arin.
" Loh... Loh.. Kok terus sih pak? Rumahnya udah kelewat pak! ", kata arin yang menyadari saat melewati rumah Wisnu.
" Udah diem! Duduk yang manis jangan banyak protes dan banyak tanya! ", ucap Wisnu.
" Bapak ihhh.... ", umpat arin yang langsung membuang mukanya ke samping jendela mobil.
" Kamu selama tiga hari ngapain aja? Sampai gak kasih kabar? ", tanya Wisnu.
" Katanya saya di suruh ngurus surat cerai? Ya saya urus lah ! "
"Setelah itu saya habiskan waktu saya bersama yoga dan saya jarang pegang HP. "Jelas arin.
" Heemmm", hanya itu yang keluar dari mulut Wisnu.
Hening Kedua nya saling diam . Arin yang merasa lelah itu menyandarkan kepalanya di punggung tempat duduknya. Arin menahan ngantuknya berkali-kali mengucek matanya yang mulai sepet itu.
Wisnu yang melihat gelagat arin yang mengantuk, langsung menyalakan musik . Karena Wisnu tau jika arin suka mendengarkan musik, bahkan tidurpun harus di temani musik yang di play dari ponselnya.
Dan benar saja arin langsung menoleh ke Wisnu saat mendengar lagu yang di putar.
Awalnya arin hanya diam menikmati musiknya , kemudian ia ikut bersenandung lirih.
"Suka lagunya? ", tanya Wisnu yang ikut bersenandung.
" Banget! Saya ngefens banget sama grup band ini. ", kata arin dengan antusias.
Kau terindah, 'kan selalu terindah
Aku bisa apa 'tuk memilikimu?
"Kok bisa sih suka sama band ini? ", tanya Wisnu.
__ADS_1
"Ya.. Suka aja! Lagu-lagu nya bagus , nyentuh di hati. ", jelas arin dan kemudian kembali mengikuti lagu
Mungkin lewat mipi'ku
bisa 'tuk memberi
Kuingin bahagia tapi tak bahagia
Kuingin dicinta tapi tak dicinta
O-o-oh ...
Kau terindah, 'kan selalu terindah
Aku bisa apa 'tuk memilikimu?
Kau terindah, 'kan selalu terindah
Harus bagaimana 'ku mengungkapkannya?
Kau pemilik hatiku
Mereka berdua kompak menirukan lagu yang Wisnu putar. Bahakan tak jarang mereka saling tukar pandang saat bersenandung riya.
"Yahh.... Kok iklan sih? ", ucap arin saat lagu itu berhenti dan berganti dengan iklan.
" Ya namanya juga radio ! ", kata Wisnu.
" Kita cari makan yuk? Laper nih! ", ucap Wisnu.
" Mau makan di mana? ", tanya arin
" Kita ke restoran Korea mau gak? ", tawar Wisnu.
" Lidah ku bisa gak ya makan, makanan Korea? Jujur sih aku belum pernah.", kata arin.
"Ya udah makanya di coba dulu! , oke? ", kata Wisnu kedua sudut bibirnya tertarik ke atas.
" Ia deh! ", kata arin.
Wisnu menambah kecepatan mobilnya. Wisnu fokus menyetir mobilnya , sedangkan arin asik mengikuti lagu yang di putar oleh operator radio.
Saat ini mobil Wisnu sudah sampai di sebuah restoran yang bernuansa Korea. Tentu saja semua menunya adalah makanan khas orang Korea.
"Mau pesan apa? ", tanya Wisnu saat sudah berada di dalam restoran.
" Hemm... Bingung! ", kata arin sambil membolak balikan buku menu nya.
" Kamu saja yang pilihin asal cocok di lidah ku! ", ucap arin pasrah.
Akhirnya Wisnu memesan Bulgogi, Kimchi Bokkeumbap (Nasi Goreng Kimchi), Jajangmyeon (Mie Pasta Kedelai Hitam), Kimchi . Untuk miumannya Wisnu memilih jus mangga dan jus Setrobery.
Setelah memesan Wisnu berpamitan untuk ke toilet sebentar.
"Gw tinggal bentar ya? Mau ke toilet! ", kata Wisnu yang sudah bangkit dari duduknya.
" Heemm... Jangan lama-lama ya? ", ucap arin.
__ADS_1
Saat arin sedang menunggu pesanannya datang,ia asik dengan ponselnya sehingga dia tidak tau jika ada seseorang yang menghampiri nya dengan kedua tanduk di kepalanya. Dan....
BIYUUUURRRRRR....