TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
59. curhatan hati laki-laki


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah sakit Wisnu masih harus meliburkan diri selama tiga hari. Semua urusan kantor di kendalikan oleh Riyan . Intan atau Riyan akan datang ke rumah jika butuh tanda tangan Wisnu.


Selama Wisnu sakit arin memberikan perhatian penuh. Layaknya seorang ibu yang merawat anaknya yang sedang sakit. Arin akan terjaga jika Wisnu belum juga tidur. Wajah lelah dan kantuk sangat jelas terlihat di wajah ayu arin.


"Tidur lah terlebih dulu! Aku belum kantuk. ", kata Wisnu.


" Tidak! Saya akan menemani bapak. Nanti bapak butuh bantuan saya. ", tolak arin.


" Kenapa kamu keras kepala sekali sih? "


"Tidurlah! Nanti gantian kamu yang sakit jika jam istirahat mu berkurang! ", ucap Wisnu.


Huufft... Arin menghela nafasnya.


" Baiklah saya akan tidur! Tapi saya akan tidur di sofa itu! ", arin menunjuk sofa yang ada di kamar Wisnu.


" Terserah kamu saja! Tapi tidur di sofa itu kurang nyaman." , jelas Wisnu.


Tanpa bicara lagi arin menuju sofa. Ia rebahkan tubuhnya yang terasa letih. Dan benar saja tak butuh waktu lama, suara dengkuran halus terdengar. Wisnu turun dari ranjangnya berjalan mendekati arin yang sudah terlelap.


Wisnu menyelimuti tubuh arin.


"Maafkan aku! Sudah membuat mu repot. "


"Dan maafkan aku jika menyeret mu dalam masalah ku. "


"Aku janji jika masalah ku sudah selesai nanti, aku akan melepaskan mu. Walaupun itu berat buat ku. "


"Karena seiring berjalan nya waktu, aku semakin terbiasa dengan hadirmu di sisi ku. "


"Apakah aku sanggup jika harus melepaskan mu? "


"Entah lah! Biarkan waktu yang memberi jawaban nantinya. "


Cup..


Setelah mengutarakan unek-unek nya,


Wisnu mengecup kening arin cukup lama. Karena hanya saat arin terlelap saja Wisnu baru berani mengecup kening nya.


Arin terbangun saat ponsel nya berdering. Tanpa melihat siapa yang menelponnya arin langsung menggeser tombol hijau.


"Halo! ", sapa arin dengan suara seraknya.


" Keluarlah! Aku tunggu di depan gang. ", suara dari sebrang telfon.


Arin langsung tersadar saat mendengar suara marchel yang menelfon nya.


" Ngapain kamu di sana? ", tanya arin.

__ADS_1


" Aku hanya ingin ketemu dengan mu! Cepat kemari lah! ", jawab marchel.


" Maaf aku gak bisa! Aku lagi... Gak enak badan. ", bohong arin dan langsung memutus sambungan telepon secara sepihak.


" Dasar orang aneh! Ngapain pagi-pagi buta ngajak ketemuan. ", gerutu arin yang di dengar oleh Wisnu.


" Siapa bilang ini pagi-pagi buta? Lihat tuh matahari sudah bersinar cerah! ", kata Wisnu yang bersiap akan ke kantor.


Arin menoleh ke arah jendela, dan benar saja matahari sudah bersinar.


" Haa... Jam berapa ini? Kenapa bapak gak bangunin saya sih! "


"Udah tadi! Tapi kamu masih asik bermimpi. Mimpiin apa sih sampai gak denger aku bangunin? ", goda Wisnu. Padahal Wisnu tak pernah mengusik tidurnya.


" Haa... Masak sih pak?"


"Terus bapak mau kemana ini? ", tanya arin yang memperhatikan penampilan Wisnu yang sudah rapih.


" Aku mau ngantor. Kamu istirahat saja di rumah! ", jawab Wisnu sambil menyemprotkan minyak wangi. .


" Beneran bapak sudah enakan badannya? ", tanya arin yang mendapat anggukan mantap dari Wisnu.


" Baiklah! Pagi ini saya gak ikut ke kantor! Tapi nanti siang saya akan bawakan makan siang untuk bapak! ", kata arin.


" Ya... Memang itu sudah menjadi tugas mu bukan? ", kekeh Wisnu.


••••


" Kau sudah benar-benar sehat? ", tanya Riyan yang sudah ada di ruangan Wisnu.


" Sudah! Kau bisa lihat sendiri bukan, jika aku sudah kembali fit! ", jawab Wisnu sambil membuka jas.


" Yah... Baguslah jika lu sudah sehat! Jadi gw bisa gantian libur kan! ", ucap Riyan yang sibuk dengan laptop nya.


" Enak saja libur! Enggak bisa! ", jawab Wisnu.


" Masak sih lu gak kasih gw libur! Paling enggak kasih kesempatan lah buat ngejar cinta gw gitu! ", kata Riyan memelas.


" Enggak ya enggak! ", jawab Wisnu.


" Tega banget sih lu ma sahabat sendri! ", umpat Riyan.


" Selesai kan dulu pekerjaan mu baru minta libur! Jangan main libur ninggal banyak kerjaan! ", kata Wisnu.


" Ngalamat jadi perjaka tua nih gw! Kalau kerjaannya saja gak ada habis-habisnya ! ", gerutu Riyan.


" Sudah jangan mengeluh! Lagian hubungan mu dengan pacar mu itu kan baik-baik saja. ", ucap Wisnu.


" Ia baik-baik saja!, tapi kalau gw tetep gak ada waktu buat nemuin dia? Ya bakalan akan jadi tidak baik-baik saja. ", jawab Riyan yang menyadarkan kepalanya di punggung sofa.

__ADS_1


" Makanya cepat di halalin tu anak orang! ", ledek Wisnu.


" Maunya juga gitu! ", ucap Riyan yang memikirkan sesuatu.


" Nanti temani gw cari cincin ya? ", ajak Riyan.


" Buat apa? ", jawab Wisnu yang mulai membuka map di atas meja kerja nya.


" Minggu depan cewek gw ulang tahun! Gw punya rencana akan lamar dia! Gimana menurut lu? ", tanya Riyan dengan antusias.


" Itu sih terserah lu! Lagian lu sama dia sudah cukup lama juga kan pacarnya? . Ya... Walaupun LDR!


"Ya.. Karena dia gak mau aku suruh pindah kuliah di sini. ", sahut Riyan.


Setelah curhatan hati laki-laki itu mereka berdua larut dalam pekerjaannya masing-masing.


Hingga jam istirahat pun tiba. Riyan meregangkan otot-otot nya. Lain halnya dengan Wisnu yang masih fokus dengan layar laptopnya.


Riyan mendekati meja kerja Wisnu.


" Lu gak istirahat dulu? ", tanya Riyan.


" Sebentar lagi! ", jawab Wisnu singkat.


" Ingat lu baru sembuh! Jangan buat arin khawatir lagi! ", kata Riyan.


" Ia gw tau! Gw jadi kasihan telah melibatkan dia dalam masalah gw! ", ucap Wisnu .


" Ya mau gimana lagi? Toh dia juga mau bantuin lu. ", kata Riyan.


" Tapi kalau di lihat-lihat seperti nya dia mulai ada rasa deh sama lu! , pas lu gak sadarkan diri, dia panik banget. ", Riyan menceritakan semua tingkah arin saat Wisnu berada di UGD.


Wisnu hanya mendengarkan dan menanggapi nya dengan senyuman.


" Saran gw sih! Lu lupain saja sifa . "


"Lagian apa sih yang lu harapkan dari sifa mu itu? "


"Lu coba buka hati lu buat arin ! "


"Dia juga cantik, gak akan malu-maluin lu jika lu bawa arin ke acara-acara penting. Orang-orang juga gak akan ada yang tau jika dia seorang janda muda. ", oceh Riyan.


" Gw gak bisa! ", jawab Wisnu.


" Terserah lu dah! ", kata Riyan yang bangkit dari duduknya dan berlalu meninggal kan Wisnu.


Gw gak bisa! Hati gw masih di isi oleh sifa. Dan gw juga tau gimana perasaan gw terhadap arin. Yang jelas gw sudah mulai nyaman saat bersama dia.


Wisnu hanya mampu membatin untuk menyampaikan isi hatinya . Ia malau untuk mengakui jika sebagian kecil hatinya sudah terisi nama arin.

__ADS_1


Layaknya pemain sinetron Wisnu mampu menutup rapat-rapat perasaan nya.


__ADS_2