TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
51. Amarah eva


__ADS_3

Saat Wisnu dan arin memasuki restoran ada wanita yang memperhatikan. Dengan emosi yang menguasai dirinya eva menghampiri arin yang sedang sendirian.


Eva mengambil paksa jus dari meja sebelah arin. Padahal jus itu masih ada pemiliknya.


"Mbak iyu punya saya! ", protesnya.


" Nanti saya ganti! ", jawab arin ketus.


Tanpa basa basi eva menyiram arin dengan segelas jus dari tangannya.


BIUUURRRR...


arin yang kaget langsung berdiri .


" Kamu! ", kata arin saat melihat eva di hadapannya.


" Iya! Kenapa? Kaget ya? ", jawab eva sinis.


" Apa salah ku? Aku tidak pernah mengusik mu! ", kata arin.


"Jelas-jelas kamu salah masih saja mengelak! "


"Aku benar-benar tak pernah membuat masalah dengan mu! "


"Ckkk... Kamu mau tau salah mu? "


"Kamu sudah merebut Wisnu dari ku! Itu salah mu! "


"Aku tak pernah merebut Wisnu dari siapa pun! "


"Dasar pelakor! Udah salah tetep saja tak mau mengaku. "


"Aku bukan pelakor ya! "


"Ckk... "


"Hey... Asal kalian tau ya! Wanita yang ada di hadapan saya ini seorang pelakor! Jadi kalian harus berhati -hati jaga pasangan kalian agar tidak di rebut sama pelakor ini! ", eva mengeraskan suaranya memberi pengumuman kepada pengunjung restoran.


Para pengunjung restoran pun terpancing dengan omongan eva. Mereka semua menghujat arin.


Wahh... Ternyata dia pelakor .


Cantik sih! Tapi pelakor.


Iya... Ia dia ternyata pelakor.


Dasar pelakor! Huuuuu....


Tatapan sinis pengunjung restoran itu tertuja pada arin.


"Tidak! "


"Jangan dengarkan dia! "


"Saya bukan pelakor ! Saya tidak merebut siapa pun dari dia! ", arin membela diri.


" Hey... Kalu jadi pelakor ya akui saja! "


"Cantik tapi murahan! ", kata dari salah satu pengunjung restoran itu.


Arin menggeleng kan kepalanya, dengan mata berkaca-kaca. Berharap Wisnu segera datang dan menolongnya.


" Hey... Kamu Wanita l*jang! "

__ADS_1


"Jauhi Wisnu atau kau akan menyesal! ", ancam eva dengan menarik rambut arin.


" Auw.. Lepas! ", pekik arin sambil menahan tangan eva .


" Tak akan aku lepaskan! Aku akan menarik rambut indah mu ini sampe rontok tak tersisa. Biar kamu tak bisa menggoda laki-laki mana pun! ", ucap eva dengan tangannya yang menarik rambut arin dengan sekuat tenaga.


" Auw... Sakit! Lepas! Aku mohon! ", arin meringis menahan sakit di kepalanya.


Para pengunjung restoran pun hanya menjadi penonton . Bahkan ada juga yang merekam adegan kekerasan itu.


Tak puas eva menarik rambut arin. Tangan kanannya ia lepas dari rambut arin dan...


PLAKK


Eva menampar pipi mulus arin.


"Itu untuk mu yang berani mengusik hubungan ku dengan Wisnu! ", kata eva.


Arin terisak kesakitan.


" HENTIKAN! ", teriak Wisnu dari arah toilet.


" Apa yang sudah kamu lakukan? ", Wisnu mendorong eva dengan kasar. Membuat eva mundur beberapa langkah dan menabrak meja.


Wisnu meraih tubuh arin dan membawa kedepannya. Namun dengan cepat arin mendorong Wisnu.


Arin meraih tasnya dan berlalu pergi dari restoran. Arin malau dan juga sakit hati atas penghinaan yang tidak ia lakukan.


" Tunggu rin! ", kata Wisnu. Tapi arin tak menghiraukan ucapan Wisnu. Ia terus keluar dari restoran , arin menyeka air matanya dengan kasar.


" Aku gak akan pernah memafkan mu lagi! ", kata Wisnu mendekati eva.


" Kenapa sih kamu belain dia? ", tanya eva.


Eva hanya terbengong mendengar ucapan Wisnu. Berharap dirinya salah mendengar saja.


Sebelum menyusul arin, Wisnu menghampiri orang - orang yang tadi merekam semua kejadian. Wisnu meminta orang-orang itu untuk menghapus nya. Jika tidak Wisnu akan melaporkan ke pihak yang berwajib.


Setelah Wisnu membereskan semua, ia bergegas untuk menyusul arin.


Wisnu memacu mobilnya dengan cepat untuk menyusul arin. Sebelumnya Wisnu sudah bertanya ke security restoran, kearah mana arin pergi. Jadi dengan cepat ia bisa menemukan arin yang sedang duduk di taman seorang diri.


"Maaf ya! ", kata Wisnu dan kedua tangannya memegang kedua pundak arin.


Arin mendongak,


dengan mata yang masih merah karena menangis . Arin melihat Wisnu yang sudah ada di hadapannya. Setelah itu arin memalingkan wajahnya.


" Maaf ya! ", Lagi-lagi Wisnu mengucapkan kata maaf.


" Kamu gak perlu minta maaf! Ini bukan salah kamu! ", ucap arin tanpa menoleh Wisnu sedikitpun.


" Gara-gara akunya lama di toilet kamu jadi kena amukan eva! ", kata Wisnu yang ikut duduk di samping arin.


Arin diam tak ingin meladeni ucapan Wisnu. Ia masih merasakan pusing di kepalanya dan panas di pipinya.


Wisnu tak lagi bicara, ia melihat arin dari samping. Karena arin tetap memalingkan wajahnya. Terbesit rasa bersalah di hati Wisnu saat melihat arin yang masih mengeluarkan air matanya, walaupun tak ada isak tangisnya.


Wisnu memutar tubuh arin agar menghadap dirinya. Jari Wisnu mengusap air mata arin yang membasahi pipinya dengan lembut.


"Maafkan aku! ", ucap Wisnu kemudian ia membawa arin dalam pelukan nya.


Hiks.. Hiks.. Hiks..

__ADS_1


" Aku mau pulang! ", ucap arin di sela-sela isak tangisnya yang kembali pecah saat Wisnu memeluknya.


" Ia kita akan pulang! Tapi jangan menangis lagi ya? ", kata Wisnu sambil mengelus rambut arin.


Arin mengangguk dalam pelukan Wisnu.


Cukup lama mereka berada di taman. Hampir dua jam waktu yang mereka habiskan hanya untuk berduduk riya.


" Aku ingin pulang sekarang! Aku lelah! ", kata arin memecah keheningan.


Wisnu yang dari tadi sibuk dengan ponselnya, segera menyimpan ponselnya ke dalam saku.


" Ayo! ", Wisnu berdiri dan mengulurkan tangannya.


Arin bangkit dari duduknya dan membiarkan tangan Wisnu menggantung di udara.


Wisnu menggaruk tengkuknya saat arin tak merespon uluran tangannya.


" Yakin mau langsung pulang? "Tanya Wisnu saat sudah berada di dalam mobil.


" Ia... Aku capek! ", jawab arin yang memejamkan matanya.


" Kita makan dulu ya? Tadi kan kita gak jadi makan! ", ucap Wisnu.


" Makan aja di rumah! Aku gak laper! ", kata arin.


" Tapi aku ingin makan di luar! Sebentar saja ya? ", bujuk Wisnu.


" Heemmm... Makan saja sendiri! ", ucap arin yang masih dengan menutup rapat matanya.


Wisnu hanya tersenyum melihat arin yang ogah membuka matanya.


Mobil Wisnu berhenti di salah satu warung pinggir jalan. Banyak warung yang menjajankan aneka masakan. Tapi Wisnu memilih warung nasi goreng, makanan sejuta umat itu mengingatkan Wisnu pada saat pertama kali arin membuatkan untuknya.


"Yakin gak mau makan? ", tanya Wisnu sebelum turun dari mobil.


Arin hanya menggeleng tanda menolak.


Wisnu kembali ke mobil dengan sepiring nasi goreng dengan telur ceplok , di tangan satunya memegang satu botol minuman dingin.


Wisnu membuka cap atas mobilnya dengan sekali pencet. Wisnu memilih makan di mobil karena di warung itu sudah tidak ada bangku kosong.


" Hemmm ... Harum! "


"Pasti mantap ini mah! ", ucap Wisnu mengiming-imingi arin.


" Hemmm... Bener gw gak salah pilih ini mah mantul! ", ucap Wisnu dengan mulut yang penuh dengan nasi goreng.


Arin yang mendengan Wisnu memuji makanan nya itu , langsung menoleh dan memperhatikan Wisnu makan .


Arin menelan saliva nya saat melihat Wisnu menikmati nasi gorengnya.


" Aku mau! ", arin merebut sendok yang Wisnu pegang.


" Itu punya ku! Aku masih lapar! ", protes Wisnu dengan tersenyum.


Akhirnya nasi goreng itu di habiskan berdua. Ia bisa di bilang sepiring berdua, dan tentu juga berbagi sendok.


" Mau nambah lagi? ", tawar Wisnu.


" Boleh! ", jawab arin.


Wisnu kembali untuk memesan satu porsi nasi goreng lagi.

__ADS_1


__ADS_2