
Setibanya di apartemen, Wisnu melebarkan langkahnya menuju unit milik nya.
BRAK!
Pintu itu di buka dengan kasar oleh Wisnu, sehingga membuat jantung bi Sumi meloncat dari tempatnya.
"Den... "
"Arin mana bi? " Potong Wisnu.
"A-ada di kamar nya den! " Sahut bi Sumi.
Tanpa bicara lagi Wisnu menuju kamar Arin.
Bi Sumi mengelus dada setelah Wisnu melewatinya.
"Pasti akan terjadi perang dunia " Kekeh bi Sumi dan melanjutkan pekerjaannya.
Arin yang baru keluar dari kamar mandi itu pun kaget akan kejadian Wisnu di kamarnya.
"Mas.. "
"Bagus ya! Baru tadi pagi aku mengingatkan mu tapi kau malah mengundang nya ke sini! " Ucap Wisnu yang di selimuti api cemburu.
"Maksudnya... "
"Jangan pura bodoh! " Sela Wisnu.
Arin tau arah bicara Wisnu kemana , ia segera memberi penjelasan ke Wisnu, "aku tak tak sengaja bertemu dengan Marchel! Dia menawarkan tumpangan kepada kami! Lagi pula aku gak sendri, ada bi Sumi yang menemani ku! Kalau tak percaya tanya saja sama beliau! "
"Sudah ku bilang jangan keluar dari apartemen! Kenapa malah keluyuran ikut bi Sumi ke pasar segala? "
__ADS_1
"Mas! Kamu boleh melarang ku untuk tidak bergaul dengan siapapun , termasuk Marchel! Tapi, kamu gak bisa dong kurung aku di dalam apartemen! Aku bisa bosan ! " Protes Arin.
"Jika kamu sudah setuju dengan perjanjian yang aku buat, maka kamu juga harus menuruti perintah ku! "
"Aku memang menyetujui! Tapi tidak begini juga! Aku gak boleh ke mana-mana, sedangkan kamu? Kamu bebas di luar sana bertemu dengan siapapun termasuk kekasih hati mu itu! Sedangkan aku! Aku kau jadikan tawanan mu di sini ! apa itu adil? "
"Kau mulai membantah!? " Ucap Wisnu dengan emosi.
"Kenapa? Aku berhak untuk protes sama kamu! Mana janji mu yang katanya pernikahan ini hanya sementara? Kamu sudah menemukan Sifa pujaan hati mu itu , lalu kenapa kamu masih mengikat ku dengan pernikahan ini mas? Aku juga ingin melanjutkan hidup ku! " Ucap Arin dengan mata yang berkaca-kaca.
"Melanjutkan hidup mu? Maksud mu melanjutkan hidup mu dengan Marchel begitu? " Ucap Wisnu dengan nada yang tinggi.
"Terserah apa kata mu Mas! " Sahut Arin dan meninggalkan Wisnu. Namun, belum juga menjauh Wisnu sudah lebih dulu mencekal tangan Arin.
"Aku belum selesai bicara! " Ucap Wisnu dengan tatapan yang tajam.
"Aku anggap masalah ini sudah selesai dan cepat urus perpisahan kita! " Sahut Arin, tatapan matanya tak kalah tajam dari Wisnu.
"Kamu egois Mas! " Arin mendorong Wisnu dengan tangannya yang masih di pegang erat oleh Wisnu. Sehingga Arin dan Wisnu terjatuh di atas tempat tidur dengan posisi Arin menindih Wisnu. Kedua nya saling pandang, Wisnu yang masih di kuasai oleh amarah itu pun membalikan posisi Arin sehingga, Arin terkungkung di bawah tubuh Wisnu.
"Minggir! " Arin mendorong tubuh Wisnu.
"Aku gak akan melepaskan mu! " Wisnu menyeringai.
"Minggir! Aku mau ganti baju! " Ucap Arin yang terus berusaha mendorong Wisnu.
"Aku kan meminta hak ku sekarang! Jadi layani aku! " Ucap Wisnu yang membuat Arin melototkan matanya.
Arin menggeleng dengan cepat, "aku gak mau Mas! Ini gak ada di perjanjian kita! Kita sudah sepakat jika tidak ada kontak fisik di antara kita. " Arin mencoba mengingatkan Wisnu dengan perjanjian yang di buat oleh Wisnu sendiri.
"Perjanjian itu sudah tak berlaku bagi! Jadi layani aku karana kau istri sah ku! " Ucap Wisnu .
__ADS_1
"Perjanjian itu masih berlak...... "
Ucapan Arin lenyap di saat Wisnu mencium bibirnya. Arin terus memberontak berusaha melepas ciuman Wisnu .
Mendapat penolakan dari Arin membuat Wisnu semakin tak terkendali. Dengan kasar Wisnu mencium bibir Arin. Menyesap lidahnya dengan kuat dan menggigit bibir bawah Arin hingga berdarah.
Tak hanya itu, tangan Wisnu yang nakal juga merambah ke mana-mana, dengan satu tarikan Wisnu berhasil membuka jubah mandi yang Arin pakai .
Arin memejamkan matanya saat merasakan sakit di aset kembar nya.
Wisnu tak melepaskan bibirnya .
Puas menyiksa bibir Arin, kini Wisnu beralih tempat ke aset kembar milik Arin.
Arin terus berusaha menolak, namun tubuhnya berkata lain. Akhirnya Arin mengeluarkan surat laknat nya.
Mendengar sura laknat itu membuat Wisnu mengubah caranya, cara yang dari awal kasar kini di ubahnya dengan kelembutan .
Karena sudah lelah memberontak akhirnya Arin pasrah saja, tentu dengan hati yang kecewa atas tindakan Wisnu yang memaksa nya.
Di awali dari Wisnu yang cemburu melihat foto Arin bersama dengan Marchel dan berlanjut dengan adu mulut dan berakhir di atas ranjang.
Setelah menebar benihnya Wisnu menggulingkan tubuhnya di samping Arin.
Arin menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos, setelah itu Arin mengubah posisinya dengan membelakangi Wisnu.
"Maaf" Ucap Wisnu
bersambung...
**jangan lupa like dan komen ya!
__ADS_1
beri hadiah dan juga vote untuk mendukung cerita ini. 🙏😉**