TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
101.Pertemuan Wisnu dengan Sifa


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu usia pernikahan Wisnu dan Arin memasuki minggu ke empat. Mereka juga sudah pindah ke apartemen, jadi tak perlu lagi buat Wisnu untuk berbagi kamar dengan Arin.


Setelah pindah ke apartemen sikap


Wisnu juga banyak berubah terhadap Arin.


Arin tak ambil pusing, toh sebentar lagi dirinya akan berpisah juga dengan Wisnu.


Seperti hari pagi ini, Wisnu langsung berangkat ke kantor tanpa menyentuh sarapan yang di buat oleh Arin.


Sebenarnya Wisnu tak terbiasa jika tidak sarapan pagi. Tapi dirinya harus terlatih agar tidak kaget nantinya saat pisah dengan Arin.


"Rin, nanti minta supir untuk mengantarkan mu ke kantor ya! Aku ada urusan dan harus segera peri! " Ucap Wisnu yang sambil berjalan keluar unit.


"Iya mas " Sahut Arin.


Maaf ya Rin! Perubahan sikap ku ini pasti membuat sakit hati mu. Batin Wisnu.


♡´・ᴗ・`♡


Dari pagi hingga siang Wisnu tak nampak di kantornya. Hanya Riyan yang terlihat itu pun cuma sebentar saja, untuk menggantikan Wisnu di acara rapat.


"Intan kita ke kantin yuk! Udah laper nih! " Ucap Arin yang merapikan kertas-kertas di atas meja.


"Tumben mbak makan di kantin? Biasanya mbak selalu bawa bekal dari rumah! " Sahut Intan.


"Iya, lagi males bawa saja " Sahut Arin.


Buat apa bawa bekal kalau dia saja sudah tak mau makan masakan ku lagi. Batin Arin


Akhir-akhir ini Arin tak pernah membawa bekal, karena Wisnu tak pernah lagi menyantap masakan Arin.


Saat Arin dan intan menikmati makan siang tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Rin, kamu di sini? "


Arin mendongak, melihat siapa yang bicara, "Marchel! " Ucap Arin.


"Boleh duduk? " Tanya Marchel.


"Boleh, silahkan! " Jawab Arin .


"Aku tadi ke ruangan bang Wisnu tapi udah kosong. Terus ada yang bilang jika kamu ada di kantin, jadi saya kesini" Ucap Marchel.


"Oh.. Iya! Ada perlu apa kamu sama pak Bos? " Tanya Arin.


"Pak bos? " Kening Marchel mengkerut.


"Ini di kantor Chel! " Ucap Arin.


"Sorry gue lupa " Sahut Marchel.


"Abang mu dari tadi pagi gak ada di kantor! Aku juga gak tau dia ke mana, mungkin dia lagi... " Ucapan Arin menggantung karena di sela oleh Marchel.


"Intan, gue pinjam Arin sebentar ya? " Ucap Marchel yang sudah berdiri di samping Arin.


"HA! Iya pak" Sahut Intan.


"Ikut gue sebentar! " Bisikan Marchel. Arin pun mengangguk dan mengikuti langkah Marchel.

__ADS_1


"Ada apa kamu membawa ku sini? " Tanya Arin setelah sampai di bagian atas gedung.


Marchel menatap Arin sesaat setelah itu ia berjalan ke arah pembatas atap gedung itu.


"Maaf kemarin aku tak sempat datang di pernikahan mu dan bang Wisnu " Ucap Marchel.


"Iya gak papa " Sahut Arin.


"Apa rencana mu berikutnya? " Tanya Marchel.


"Aku juga belum tau! " Sahut Arin.


"Jika kamu butuh bantuan jangan sungkan untuk menghubungi ku. Aku pasti akan membantu mu " Ucap Marchel yang memegang Kedua pundak Arin.


"Terimakasih chel " Ucap Arin.


"Maaf juga atas sikapku terhadap mu waktu itu " Lanjut Arin.


"Iya, aku sudah memaafkan mu jauh sebelum kamu minta maaf" Ucap Marchel.


"Kemarin aku juga sempat menghubungi pengacara mas Wisnu"


"Lalu apa kata nya? "


Arin menggeleng, "harus menunggu keputusan dari mas Wisnu " Ucap Arin.


"Apa setelah kamu pisah dengan Wisnu kamu akan kembali ke kampung halaman mu? " Tanya Marchel.


"Aku gak tau Chel! Mungkin untuk sementara aku akan tinggal dulu di kota ini" Jawab Arin dengan tatapan mata yang kosong.


"Aku akan selalu mendukung semua keputusan mu" Ucap Marchel.


♥*♡∞:。.。  。.。:∞♡*♥


"Ada kabar apa? " Tanya Wisnu ke pada Riyan.


"Pengacara baru memberi kabar jika Arin menghubunginya " Jawab Riyan.


"Apa katanya? " Tanya Wisnu yang pandangannya fokus ke layar laptop.


"Arin ingin segera mengurus surat perceraian kalian " Jawab Riyan.


Wisnu mengalihkan pandangannya dari layar laptop .


"Beritahu pengacara itu agar tidak menuruti kemauannya Arin! " Ucap Wisnu.


"Kenapa? Bukanya lu sudah ketemu dengan Sifa mu itu? " Sahut Riyan.


"Jangan banyak tanya! Lakukan saja apa yang aku suruh! " Ucap Wisnu dan kembali fokus ke laptop.


Riyan pun menghubungi pengacara dan meminta sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Wisnu.


"Lu mau ke mana? " Tanya Riyan saat melihat Wisnu yang hendak pergi.


"Gue mau ketemu sama Sifa! Usahakan ponsel mu selalu aktif! " Setelah mengucapkan itu Wisnu bergegas keluar dari unit apartemen Riyan.


Setelah mendengar kabar jika sifa sudah kembali, Wisnu memilih apartemen Riyan untuk menghabiskan waktu nya. Itu ia lakukan untuk menjaga jarak dari Arin dan juga menjaga perasaanya. Wisnu akan pulang ke apartemen nya sendiri jika waktu sudah tengah malam.


Wisnu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang. Tujuan Wisnu adalah restoran di mana Sifa sudah menunggunya.

__ADS_1


Wisnu tak merasa aneh dan bingung saat sifa pagi-pagi menelponnya ,karena nomor ponsel Wisnu tak pernah ganti. Sifa memohon ke pada Wisnu untuk menemuinya di restoran. Tanpa pikir panjang Wisnu mengiyakan ajakan Sifa. Hingga akhirnya Wisnu memutuskan untuk tidak pergi ke kantor, melainkan ke apartemen Riyan.


"Aku harap masalah ini cepat selesai " Gumam Wisnu yang fokus menyetir.


Hanya butuh waktu 15menit , Wisnu pun sudah tiba di restoran yang di ucapkan Sifa sewaktu di telfon.


Sebelum turun dari mobilnya Wisnu menghubungi Riyan terlebih dulu.


"Halo, Yan! " Ucap Wisnu saat telfonnya terangkat, "lu datang ke sini sekarang juga! Alamatnya sudah gue kirim ke lu! " Lanjut Wisnu dan langsung mematikan telfonnya tanpa mendengar jawaban dari Riyan.


Entah mengapa Wisnu mempunyai filing yang kurang bagus dari pagi, dari setelah ia mendapatkan telfon dari Sifa.


"Semoga Riyan cepat ke sini " Gumam Wisnu sambil turun dari mobilnya.


Wisnu memasuki restoran itu dan mencari keberadaan Sifa.


"Maaf lama menunggu! " Ucap Wisnu mengagetkan Sifa yang asik dengan ponselnya.


"Hay beb! Kamu sudah datang " Ucap Sisil yang langsung menyimpan ponselnya ke tas, "apa kabar beb? Aku sangat merindukanmu! " Ucap Sifa dengan gaya centilnya.


"Kabar ku baik! " Jawab Wisnu datar tidak ada ekspresi apa pun di wajahnya.


"Kamu tidak menanyakan gimana kabar ku beb? Apa kamu tidak kangen dengan ku? " Tanya Sifa.


"Gimana kabar mu? " Tanya Wisnu yang seadanya.


"Ah.. Kamu ini beb! Kenapa jadi kaku gini sih? " Celetuk Sifa yang tak puas akan pertanyaan yang keluar dari mulut Wisnu.


"Dari dulu aku juga seperti ini " Sahut Wisnu.


"Permisi kak ini pesanannya! " Ucap pelayanan restoran itu.


Obrolan mereka sesaat terputus.


"Makan dulu beb! Aku sudah memesankan makanan kesukaan mu! " Ucap Sifa . Dan, Wisnu hanya menatap Sifa dengan penuh pertanyaan di otak nya.


"Ayo beb di makan! Apa kamu sudah tidak suka dengan semua makanan ini? " Tanya Sifa dengan mulutnya yang mengunyah makanan.


"Selama ini kau pergi dan menghilangkan di mana? " Tanya Wisnu sambil menyuapkan daging steak ke mulutnya.


"Maaf beb karena selama ini aku tak pernah memberi mu kabar. Aku selama ini hidup di pulau terpencil, aku di kirim ke sana oleh papa agar orang-orang itu tidak bisa menangkap ku " Ucap Sifa.


"Orang-orang siapa yang kamu maksud? " Tanya Wisnu.


"Papa ku terlibat kasus penggelapan uang di kantornya, dan papa harus menganti semua kerugian di kantor itu. Karena papa tak sanggup membayarnya sehingga bos papa minta aku untuk menjadi istri ke dua nya. Tentu papa ku menolaknya, papa memilih masuk penjara dan mengirim ku ke pulau yang terpencil" Jelas Sifa yang palsu.


Bukan papanya yang menginginkan dirinya ke pulau terpencil. Melainkan Sifa sendirilah yang memilih untuk menjadi istri muda dari bos papanya.


"Kenapa waktu itu kamu tidak mencari ku? " Ucap Wisnu dengan sedikit menggebrak meja.


"Maaf! Aku tidak ada waktu untuk memberitahu mu beb! Maafkan aku, aku salah! " Sifa meraih tangan Wisnu.


"Apa kamu tidak pernah menganggap serius hubungan kita? Hah! " Ucap Wisnu dan menarik tangannya dari genggaman Sifa.


"Maafkan aku beb! " Ucap Sifa sambil menangis.


bersambung......


jangan lupa like dan komen ya 😉

__ADS_1


__ADS_2