TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
52. Gibah


__ADS_3

Eva yang masih di kuasi oleh amarah itu, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Kenapa sih Wisnu lebih milih wanita itu! Apa sih lebihnya wanita itu dari pada gw?", eva memukul setir mobilnya.


" Gw gak Terima! "


"Gimana pun caranya gw harus bisa dapetin Wisnu lagi! ".


" Jika gw gak bisa dapatin Wisnu! Maka wanita manapun juga gak bisa dapetin Wisnu! Terutama wanita sialan itu! " , umpat eva.


Obsesinya terhadap Wisnu terlalu besar, sehingga eva akan menghalalkan segala cara.


•••••


"Mi... Mami! ", teriak marchel yang baru datang.


" Mi...! Kemana sih mami? ", gunam marcel .


Kebiasaan marchel kalau pulang ke rumah selalu teriak manggil orang rumah. Entah itu maminya atau papinya bahkan para art nya pun tak luput dari teriakan marchel.


" Ada apa chel? Kenapa kamu selalu teriak-teriak saat baru pulang! ", kata sofi yang menuruni anak tangga.


" Hehehe!! ", kekeh marchel.


" Udah terbiasa mi! Kan dari kecil marchel selau begitu! ", ucap marchel sambil mencium kedua pipi maminya.


" Ada apa ? Kelihatan nya kamu senang sekali? " , tanya sofi.


"Iya mi... Aku udah nemuin dia lagi mi! ", ucap marchel yang kembali menciumi pipi maminya.


" Dia siapa chel? "Tanya sofi yang tak mengerti maksud anaknya itu.


" Hehehe... Lupa! Kan aku belum cerita sama mami! ", ucap marchel sambil menggaruk tengkuknya.


" Kamu baru ketemu naya? ", tanya sofi.


" Bukan naya mi! Ini lain lagi. ", ucap marchel yang menggiring maminya ke sofa ruang tamu.


" Mi...! Apa mami kan marah jika marchel mempunyai kekasih yang tidak sepadan dengan kita? ", tanya marchel.


" Maksudnya kamu lagi deket dengan wanita dari kalangan menengah ke bawah gitu? ", tanya sofi.


" Belum deket sih mi! Masih rencana mau deketin dia mi. Marchel juga baru kemaren ketemu, pas pertama kali marchel berada kota ini. "


"Boleh ya mi! ", mohon marchel.


" Kalau mami sih terserah kamu! Tapi mami tak bisa jamin dengan papi mu. Pasti papi mu gak akan setuju chel! ", ucap sofi.


" Makanya mami bantu buat bujuk papi ya? "


"Marchel tau papi orang nya kaya gimana! Cuma mami yang bisa bujuk papi! Ya mi.. Bantu marchel ya? ", rengek marchel.


" Ya di lihat saja nanti! Lagian kan kamu juga baru kenal. Siapa tau dia sudah berkeluarga ! ", ucap sofi.


" Mami kok gitu sih? ", protes marchel.


" Ya... Makanya chel! Jangan terburu buru . Selidiki dulu dia masih singgel atau sudah berkeluarga. Baru kamu bertidak. "


"Jangan bertidak dulu baru tau jika dia sudah punya pasangan!", tutur sofi.


" Ia sih mi! Mami ada bener nya juga! ", lirih marchel.


" Ya udah kamu mandi dulu sana! Bau asem! ", ucap sofi sambil menutup hidungnya.


" Enak aja! Masih wangi gini di bilang asem! ", umpat marchel yang menuju kamarnya.

__ADS_1


••••


Wisnu kembali ke mobilnya dengan satu porsi nasi goreng.


" Kok cuma satu?", tanya arin heran.


"Ia satu aja cukup kan? "


"Nanti kalu pesan dua porsi takutnya gak akan habis. "Jawab Wisnu.


" Nih makan! "Tatih Wisnu.


" Kamu gak makan lagi? ", tanya arin .


" Suapin! ", ucap Wisnu.


Mereka menghabiskan sepiring nasi goreng berdua. Tapi kali ini Wisnu minta untuk di suapi. Berpisah dengan arin selama tiga hari membuat Wisnu menjadi manja kepada arin.


Gw mulai nyaman sama arin. Besok-besok gak akan gw kasih libur lama-lama. Biar gw gak ngenes lagi.


Setelah selesai menghabiskan nasi goreng, mereka langsung pulang karena sudah malam.


"Gimana urusan mu di kantor PA? ", tanya Wisnu yang fokus menyetir.


" Tunggu kabar selanjutnya. Dua minggu lagi baru ada kabar dari pengacara yang aku sewa. ", jawab arin.


"Kata pengacara kamu gimana ? "


"Katanya aku gak harus repot-repot untuk pulang. "


"Bagus lah kalau gitu! "


"Pagi ku kacau kamu tinggal libur! "


"Kan kamu sendiri yang nyuruh aku libur! "


"Gak ikhlas nih ceritanya? Ngasih aku libur? "


"Ikhlas! Toh sudah terjadi juga. "


"Sekacau apa sih memang nya? "


"Kacau banget! "


Wisnu menceritakan semua kekacauan di pagi hari.


Arin yang menjadi pendengar itu hanya bisa tertawa.


Ha-ha-ha


"Memang siapa dulu yang nyiapin semua kebutuhan bapak ? "


"Bibi sih! , tapi karena sekarang ada kamu! Jadi aku nya udah terbiasa jika kamu yang nyiapin semua. "


Ha-ha-ha


Arin kembali menertawakan Wisnu.


Membayangkan Wisnu selama tiga hari selalu uring- uringan para art di rumahnya.


Mobil Wisnu memasuki halaman rumah nya.


Rumahnya nampak sepi, padahal baru juga jam tujuh malam.


"Sepi! Kemana eyang pak? ", tanya arin .

__ADS_1


" Mungkin eyang belum pulang. ", jawab Wisnu.


" Buat kopinya nanti ya pak? Setelah saya mandi! Udah lengket ini badan! ", ucap arin yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Wisnu.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, arin segera menuju dapur membuatkan kopi untuk Wisnu.


" Mba arin kapan datang? ", tanya bi tetno yang mengagetkan arin.


" Astaga bi! Bikin kaget saja! ", kata arin sambil mengusap dadanya.


" Baru saja bi! Bibi apa kabar? Bi sumi mana?", imbuh atin.


" Baik mbak! , bi sumi ada di kamar."


"Untung mbak arin cepat datang! "


"Kalau gak! Pasti tiap pagi den Wisnu bikin geger . "


"Apa-apa serba gak bener mbak. ", kata bi Retno .


" Kenapa bisa gitu bi? ", tanya arin yang ingin mendengarkan cerita versi art keluarga Wisnu.


" Ya bayangin aja mbak! Minta baju warna biru, di ambilkan yang biru salah!. Yang konon gak cocok lah sama celananya."


"Masalah kaus kaki yang sepele saja bisa panjang urusannya! ", kekeh bi tetno.


"Sampai-sampai ya mbak den Wisnu kesiangan ke kantornya. "


"Padahal ya! Dulu itu den Wisnu gak seribet itu mbak. "


"Mungkin sekarang ada mbak arin yang selalu nyiapin ke perlunya. Jadi den Wisnu terbiasa dengan semua itu. ", kata bi retno .


" Hahaha... Ia tadi dia juga cerita bi kalau selama tiga hari ini, pagi nya selalu kacau. ", kekeh arin.


Arin dan bi retno asik ngobrol, membahas tentang Wisnu. Sesekali mereka tertawa saat merasa obrolannya lucu.


Tanpa mereka sadari wisnu menyaksikan dua orang itu , yang tidak menyadari kehadiran nya.


" Bagus ya! "


"Berani-berani nya ya! Kalian gibahin saya! " , ucap Wisnu dengan tangan di lipat di dada.


"Bibi kapan terakhir pulang kampung? ", tanya Wisnu dengan mimik wajah yang di buat seakan akan marah.


" Maaf den! "


"Jangan pulangkan saya! Saya masih betah di sini! "


"Saya permisi! ", pamit bi retno.


Kini tinggal arin dan Wisnu. Wisnu berjalan mendekati arin.


" Katanya mau bikin kopi tapi malah gibah di sini! "


"Emang benar ya? kalau perempuan itu suka gibah! "


"Nih kopinya! Sudah jadi dari tadi. ", arin menyodorkan secangkir kopi buatannya.


" Gak mau! Itu sudah dingin! ", Wisnu membuang wajahnya ke samping.


" Astaga pak! Ini masih panas. "


"Coba dulu deh! ", arin menyodorkan secangkir kopi itu ke mulut Wisnu.


Wisnu tak bisa menghindar karena arin terlebih dulu menahan tangannya.

__ADS_1


Kedua mata mereka saling bertemu. Ada getaran yang aneh dalam hati Wisnu , saat menatap arin dengan jarak yang dekat. Padahal ini bukan pertama kalinya mereka saling pandang . Tapi entah mengapa ada rasa yang berbeda .


__ADS_2