TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
20. Pergi ke kalimantan


__ADS_3

"Pak sebenarnya kita mau kemana sih? ", tanya arin yang penasaran.


" Mau ke bandara! ", jawabnya singkat dan masih fokus dengan laptop nya.


" Ia.. Tau pak tapi tujuan nya mau kemana? ", tanya arin lagi.


" Kalimantan! ",jawab Wisnu singkat.


" HAH!! "


"Kalimantan? Yang benar saja pak? "


"Kenapa gak bilang dari tadi si? "


"Mana cuma bawa ganti sebiji lagi", protes arin.


" Ada apa sih pak kok dadakan baget perginya? ", tanya arin.


" Ada masalah di pertambangan batubara ku "


"Dan aku harus mengeceknya sendiri ", jelas Wisnu.


" Tapi kenapa bapak ajak saya? Kan bisa tuh ngajak kak Riyan! "


"Saya mana ngerti masalah urusan bapak? ", kata arin.


" Riyan masih berduka dan masih cuti juga"


"Lagian siapa yang akan menyuruhmu membantu pekerjaan ku di sana? "


"Aku mengajak mu itu hanya untuk nemani saya saat di perjalanan biar gak bosan"


"Anggap saja ini liburan garis buat mu", jelas Wisnu


Jarak dari ibukota ke kalimantan di tempuh kurang lebih satu jam . Saat ini mereka sudah berada di bandara tujuan . Disana mereka sudah di jemput oleh supir kantor wisnu .


" Kita langsung ke lokasi tamabang dulu, klayen ku sudah menunggu di sana! ", kata Wisnu sambil memainkan ponselnya.


" Kamu ikut saja asal jangan mengganggu pekerjaan ku! ", tutur Wisnu sambil melirik arin yang duduk di sebelnya.


" Ya... Ilahhh pak! Emangnya saya masih anak-anak apa? "


"Saya gak akan ganggu kerjaan bapak! "


"Nanti saya tungguin di luar saja pak! ", jawab arin


" Engak! Kamu ikut masuk nanti kamu bisa istirahat di ruangan ku!", kata Wisnu.


Arin hanya manggut-manggut tanda setuju.


Lamanya perjalanan dari bandara ke lokasi tambang membuat arin ngantuk sesekali ia mengerjapkan matanya agar tetep terjaga, karena arin tidak ingin melewatkan pemandangan menuju tambang.


"Tidurlah! "


"Ini masih mala kok ", kata Wisnu yang masih fokus dengan ponselnya.


" Heeemmm", sahut arin.


Rasa ngantuk nya sudah tidak bisa di tahan lagi arin lansung menekankan matanya dan menyandarkan kepalanya ke belakang. Karena medan jalan yang sulit sehingga tubuh arin ikut terguncang kekanan, kekiri kadang terhanyuk kedepan. Wisnu yang menyadari itu langsung meraih tubuh arin dan menyandarkan kepalanya di bahunya. Wisnu tersenyum samar saat melihat wajah arin yang begitu dekat. Wisnu ikut memejamkan matanya dengan posisi kepalanya menyandar di kelapa arin karena perjalanan yang di tempuh masih sekitar dua jam lagi.


"Heyy.. Bangun kita sudah sampai! ", Wisnu menepuk pelan pipi arin .


" Hemmm... ", arin mengerjapkan mata dan menguceknya dengan posisi masih bersandar di bahu Wisnu.

__ADS_1


" Buruan bangun! Saya sudah di tunggu untuk rapat! ", tangan Wisnu mengacak rambut arin.


Arin yang menyadiri posisinya itu langsung menegakkan badannya.


" Maaf Pak! Saya ketiduran! Hehe", kata arin yang salah tingkah itu.


Heduhh... Kenapa gak nyadar dari tadi sih kalau aku ketiduran di bahunya pak Wisnu! Pantas saja nyaman banget.. Hihihihi


"Sudah.. Buruan turun atau masih lanjut tidur di mobil saja! ", kata Wisnu sambil membuka pintu mobil dan segera keluar.


" Kamu tunggu saja di sini! "


"Saya akan segera rapat "


"Kalau ada apa-apa kamu telfon saya! ", Wisnu meninggalkan arin di ruangannya.


" Siang Pak Wisnu? "


"Semua sudah berkumpul di ruangan, silahkan! ", kata pak heru , orang yang di percaya Wisnu untuk mengurus pertambangan nya.


" Kenapa bisa kacau begini? ", tanaya Wisnu saat melihat laporan yang ia baca.


" Maaf Pak! "


"Kemungkinan Ada salah satu karyawan kita yang melakukan penggelapan uang", kata pak heru sambil menundukkan kepalanya.


" Apa kamu bilang? Dengan jumlah sebesar ini kamu bilang masih kemungkinan? ", wisnu melempar map yang ia bawa ke hadapan pak heru.


" Maaf Pak! Akan segera saya cari tau siapa pelakunya", kata pak heru .


"Cepat slidiki masalah ini! Saya beri waktu paling lambat besok pagi! ", perintah Wisnu.


Menunggu adalah hal yang paling membosankan.seperti saat ini arin menunggu Wisnu yang masih sibuk dengan pekerjaan nya itu memilih memainkan ponselnya berbalas chat dengan seseorang.


"Mana aku laper banget ", arin mengusap-ngusap perut ratanya.


" Ada kantinnya gak sih disini? ", gunam arin yang keluar dari ruangan Wisnu.


" Permisi mbak di sini ada kantinya? ", tanya arin kepada salah satu pegawai wanita itu.


" Ada kok, kakak jalan lurus saja nanti sudah sampai kok ", kata pegawai itu.


" Trimakasih mbak! ", ucap arin dan langsung meninggal kan tempat.


Saat arin memasuki kantin hingga memesan makanan ada seorang priya muda yang memerhatikannya tentunya tanpa arin sadari.


"Mbak arin! ", sapa pemuda itu saat meyakini jika yang dia lihat arin yang dia kenal.


Karena merasa namanya di panggil arin menoleh ke sumber suara. Betapa kagetnya arin saat dia melihat siapa yang berdiri di hadapan nya.


" KAMU!!! ",arin kaget tak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Mbak... Mbak apa kabar? "


"Terus ngapain mbak ada di sini? ", pemuda itu mengulurkan tangannya.


" Kamu yang ngapain disini? ", kata arin yang tidak menjawab pertanyaan-nya dan menghiraukan uluran tangan dari pemuda itu.


" Mbak lupa ya? Aku kan kerja di sini? ", kata pemuda itu.


" Ohhh !!! ", kata arin dengan tatapan sinis nya.


" Mbak ngapain disini? "

__ADS_1


"Gimana kabar yoga? "


"Terus yoga sama siapa? ", tangan pemuda itu ingin meraih tangan arin, namun di tepis dengan cepat oleh arin.


" Jangan pegang-pegang! ", arin menatap pemuda itu dengan tajam.


" Apa pedulimu dengan yoga? "


"Dan juga bukan urusan mu kenapa aku ada di sini! ", tambah arin.


" Mbak!!"


"Aku minta maaf atas nama keluarga besar ku, terutama kakak ku! ", pemuda itu menarik tangan arin yang akan pergi dari kantin.


" Apa kamu bilang? "


"Maaf!! "


"Kamu minta maaf atas kesalahan yang di lakukan oleh kakak mu itu? "


"Wah ...wah ...wah, bener-bener ajaib ya keluarga mu itu? ", arin berbicara sambil bertepuk tangan .


" Yang bersangkutan saja tidak berani menunjukan batang hidungnya! ", kata arin dengan kesal.


" Aku tau kakak ku memang salah mbak! Tapi aku mohon maaf kan keluarga kami! "


"Mbak boleh tidak marah sama kakak ku, tapi jangan bawa-bawa bapak sama ibu mbak! "


"Beri mereka kesempatan untuk bertemu dengan cucunya ! ", kata pemuda itu penuh dengan permohonan.


" Ciihhh... "


"Bagiku kalian itu sama saja ! , kata arin.


" Enggak kak! ", jawab pemuda itu.


" Apa kamu tau rasa sakit yang di berikan kakakmu itu? "


"Lalu di mana orang tua kalian ? "


"Seharusnya sebagai orang tua bisa menyadarkan anaknya jika yang dia lakukan itu salah, tidak diam saja"


"Sekarang giliran ingin ketemu dengan cucu nya aku yang di salahin begitu? "


"Ohhh... Tidak bisa! "


"Semua kesalahan itu ada di keluarga mu, terutama kakak mu itu", kata arin dan langsung pergi.


" Mbak. Tunggu! ", pemuda itu mengejar arin.


" Mbak tunggu dulu! Mbak harus dengar penjelasan dari kakak ku dulu! "


"Aku akan telfon dia! ", pemuda itu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


" Aku tidak butuh penjelasan apa pun itu dari kakak mu! "


"Aku sudah sering menanyakan itu tapi kakakmu tidak menjawab "


"Jadi buat apa lagi aku harus mendengar kan penjelasan darinya lagi?"


"Dan kamu jangan ikut campur, urusi saja urusan mu sendiri! ", kata arin yang tersulut emosinya.


Percakapan antara arin dan pemuda itu membuat para pengunjung kantin itu memperhatikan ada juga yang mengabadikan lewat vidio.

__ADS_1


" Ada apa ini ribut-ribut disini? ".


__ADS_2