TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
99. Pesta bakso


__ADS_3

Sebuah pesawat dengan nomor penerbangan xxxx mendarat sempurna di bandara soekarno-hatta jakarta.


Tangan kiri Wisnu menyeret koper dan tangan kanannya menggenggam tangan Arin.


"Mas aku laper! Kita cari makan dulu yuk! " Ucap Arin.


"Mau makan apa? " Tanya Wisnu.


"Makan bakso enak kali mas " Jawab Arin.


"Ya udah kita cari bakso nya " Sahut Wisnu.


Arin pun tersenyum saat mendengar ucapan Wisnu.


"Mang ke bakso ****** yang biasa di buat konten food vlogger ya! " Perintah Wisnu pada sangat supir.


"Baik tuan! " Ucapnya.


"Kamu tau aja mas akau lagi pingin bakso itu! " Ucap Arin.


"Gimana aku gak tau? Kamu kan sering lihat video-video kuliner dan paling yang kamu suka saat mereka mereview bakso " Sahut Wisnu.


"Teryata kamu diam-diam memperhatikan ku ya? " Ucap Arin sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Wisnu.


"Gimana aku tak memperhatikan mu ! Kalau kamu lihatnya paling sering di dekat ku " Ucap Wisnu.


Arin pun terkekeh saat mendengar ucapan Wisnu, "tapi kamu gak terganggu kan? " Tanya Arin.


"Sedikit" Jawab Wisnu.


"Kok sedikit? Iya atau tidak? " Tanya Arin lagi yang belum puas akan jawaban dari Wisnu.


"Iya terganggu" Jawab Wisnu.


Arin pun memanyunkan bibirnya dan membuang pandangannya ke luar jendela.


"Hahah" Wisnu tertawa, " Jangan marah gitu dong! Nanti cantik mu hilang! "Wisnu menoel dagu Arin.


Mobil yang mereka tumpangi telah tiba di bakso ***** langganan para food vlogger itu.


" Wah ini sama persis sama yang ada di vidio si awor-awor emplok itu! "Seru Arin saat pesanannya tiba.


Wisnu tersenyum melihat Arin yang sangat gembira, " Sedikit saja Rin sambalnya! "Cicit Wisnu.


" Makan bakso kalau gak pedas kurang mantap mas " Sahut Arin yang menyendok sambal.


"Nanti perut mu sakit! " Wisnu memperingatkan Arin.


"Hemmm.... Mantap" Seru Arin saat merasakan kuah bakso itu.


"Habiskan! Aku pesan ini semua untuk mu! " Ucap Wisnu sambil menyuapakan potongan bakso ke mulutnya.


"HAH!" Arin tercengang dengan ucapan Wisnu, "mana mungkin habis mas, ini terlalu banyak! Perutku tak mungkin kuat untuk menampungnya " Ucap Arin yang memandangi berbagai macam jenis bakso di hadapan nya .


"Sudah makan dulu saja! Kita pikiran nanti saja ini! " Wisnu menunjuk mangkok-mangkok bakso itu dengan sendok garpu nya.

__ADS_1


"Ah iya! Kenapa kita gak suruh kak Riyan ke sini saja untuk bantu menghabiskan ini semua! " Ucap Arin.


"Riyan masih ada urusan ! Dia masih menemui klayen " Sahut Wisnu.


"Oh.. Gitu ya! " Ucap Arin.


Setelah obrolan itu, mereka pun menyantap bakso mereka.


"Mas, perut ku sudah gak muat lagi!" Arin menyandarkan tubuhnya di bahu kursi.


"Aku juga sudah tak sanggup lagi" Sahut Wisnu.


"Ini masih banyak mas! Gimana kalau kita bungkus untuk bibi di rumah? " Ucap Arin.


"Ide bagus itu! Kalau gitu tambah lagi aja, orang rumah kan banyak! " Sahut Wisnu. Arin pun mengangguk.


"Kamu mau apa lagi? " Tanya Wisnu yang akan masuk ke dalam mobil.


"Sudah mas gak ada lagi! Perutku masih penuh" Jawab Arin.


"Aku baru kali ini makan bakso segitu banyaknya " Ucap Wisnu yang sudah berada di dalam mobil.


"Yang benar mas? "Tanya Arin.


" Serius! Aku jarang banget makan bakso bisa terhitung jari lah " Jawab Wisnu.


Mobil yang membawa mereka pun tiba di rumah Mariyam.


"Bik... " Seru Arin yang berjalan ke arah dapur.


"Ini buat bibi dan yang lain nya " Arin menyerahkan dua kantung kresek berisi bakso ke bi Sumi.


"Terimakasih mbak! " Ucap bi Sumi.


Setelah menyerahkan bakso Arin langsung menuju ke lantai atas . Saat Arin akan membuka pintu kamarnya tiba-tiba di kejutkan dengan suara Wisnu.


"Kamar mu sekarang di sini! " Ucap Wisnu.


"Tapi mas... "


"Kamu mau jika eyang tau yang sebenarnya? " Ucap Wisnu lirih.


"Iya... Iya, aku pindahin dulu barang-barang ku " Ucap Arin pasrah .


"Semua barang mu sudah berpindah tempat ke kamar ku " Ucap Wisnu.


"HAH! Kok bisa? " Sahut Arin.


"Bisa lah, aku menyuruh bi Sumi kemarin! Jadi sekarang kita akan tidur satu kamar " Ucap Wisnu sambil menarik tangan Arin.


"Satu kamar saja kan tidak harus satu ranjang juga kan? " Ucap Arin.


"Iya tidak lah! Kamu tenang saja secepatnya kita akan pindah dari rumah eyang jadi kita bisa tidur di kamar kita masing-masing" Ucap Wisnu.


Arin pun mengangguk pelan, "aku lelah, aku ingin tidur sebentar " Ucap Arin yang langsung membaringkan tubuhnya di sofa.

__ADS_1


"Tidur lah di tempat tidur ku! Aku akan menemui Riyan dulu" Ucap Wisnu.


"Hemm... Iya " Sahut Arin lirih dan sedetik kemudian Arin bangun dan berpindah ke tempat tidur, " Sebelum menemui kak Riyan mandi lah dulu! Badan mu bau keringat " Seru Arin dan langsung memejamkan matanya. Dan Wisnu pun menjual kamar mandi .


Di lantai bawah


"Wah baru kali ini kita dapat bakso dari den Wisnu!" Ucap bi Retno.


"Iya, kita kalau ingin bakso harus jajan sendri " Sahut bi Sumi.


"Ternyata den Wisnu doyan juga sama bakso " Kekeh bi Retno.


"Aku sampai heran tadi! Kan biasanya den Wisnu kalau bawain kita makanan itu yang dari restoran" Ucap bi Sumi.


"Iya" Sahut bi Retno, "aku panggil yang lain dulu ya bi sum biar kita bisa makan bareng-bareng" Lanjut bi Retno.


"Iya buruan! " Ucap bi Sumi yang menyiapkan mangkuk.


Saat semua orang yang bekerja di rumah itu sedang berkumpul dan menikmati bakso, tiba-tiba Riyan datang.


"Wah... Wah ada acara apa bi, kok pesta bakso segala? " Tanya Riyan dan tangan jahilnya itu menyomot kerupuk pangsit tanpa izin.


"Eh... Mas Riyan! Iya mas ini tadi den Wisnu yang belikan " Ucap bi Sumi.


"Tumben-tumbenan yuh anak beli bakso" Lirih Riyan.


"Mas Riyan mau? Ini masih banyak lo" Ucap bi Retno.


"Eemm... Boleh bik! Tapi Wisnu masih di atas kan? " Tanya Riyan yang mengambil posisi duduk di sebelah bi Sumi.


"Iya mas! " Jawab bi Sumi, "Retno kamu ambilkan mangkok buat mas Riyan! " Ttaih bi Sumi. Bi Retno pun menurut.


Dan, mereka pun berpesta bakso.


Wisnu keluar dari kamarnya dan menuju lantai bawah. Saat sampai d lantai bawah ia di suguhkan dengan pemandangan para pekerja rumah itu beserta sahabat nya sedang bercakap santai sembari menikmati bakso.


"Enak bakso nya? " Ucap Wisnu yang berjalan ke arah mereka.


"Lanjutkan saja makan kalian! Aku hanya menginginkan Riyan. Buruan ikut gue! " Ucap Wisnu.


"Lihat isi mangkuk ku saja belum habis" Sahut Riyan.


"Kau bawa saja itu! Aku sudah tak sabar mendengar laporan dari mu " Ucap Wisnu.


"Kau ini!seru Riyan yang kesal. Namun dirinya juga mengikuti perintah Wisnu.


Bersambung......



penampakan isi mangkuk Riyan yang merah merona 🥵🥵🥵


Jangan lupa like, komen


Berikan vote juga hadiah buat aku ya 😉

__ADS_1


Tekan juga tanda 💙love agar kamu tidak ketinggalan bab selanjutnya. Terimakasih🙏


__ADS_2