TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
26.penculikan


__ADS_3

Wisnu terus mencoba menghubungi nomor arin. Walnya terhubung setelah itu nomor nya tidak aktif.


"Gimana nyambung gak? ", tanya Riyan yang fokus menyetir mobil.


" Tadi bisa terus sekarang gak aktif! ", jawab Wisnu.


" Fix!!! Ini penculikan", kata riyan dan menambah laju kecepatan mobilnya.


"Tapi siapa? Apa tujuannya? ", tanya Wisnu.


" Apa lu lupa kita nemuin arin di kejar-kejar oarang? ", Riyan tanya balik.


" Jangan-jangan itu orang yang mau nge jual arin?", jawab Wisnu yang teringat kejadian beberapa bulan lalu.


"Bisa jadi! ", kata Riyan


" Ikuti terus jangan sampe kehilangan jejak! ", perintah Wisnu.


" Aku akan menghubungi orang-orang ku untuk menyusul kita! ", kata Wisnu dan langsung menghubungi seseorang.


Hampir satu jam perjalanan Riyan dan Wisnu mengikuti mobil yang membawa arin. Di ditik terakhir Riyan kehilangan jejak.


" Kemana hilangnya? Tadi benar kan lewat sini? ", Riyan mengamati jalan sekitar yang terlihat sepi dan banyak gang.


" Hah... Kalau arin tidak bisa kita temukan gimana dengan nasip gw? , gw harus menerima dijodohkan lagi", Wisnu mengacak rambutnya sendiri.


"Hemmm... Dasar lu ya? Gw kira lu panik arin ilang karena lu udah ada rasa? Ee... Ternyata gw salah menfsirkan ", kata Riyan


" Menurut lu? "


"Gw harus nemunin sifa dulu "


"Paling tidak gw tau apa alasan dia pergi gitu aja", kata Wisnu.


" Semenjak lu di tinggal sifa lu jadi manusia bodoh ya? "


"Ya.. Gw manusia bodoh! Bodoh karena sudah menunggu dia yang tak tau entah kemana perginya dan dengan siapa dia sekarng ", kata Wisnu dengan wajah murung.


" Terserah lu dah!"


"Pesan gw hati-hati lu jatuh cinta ma arin! "


"Kalau lu nih ya? Suatu saat nanti jatuh cinta ma arin lu udah dapet satu paket , hehe", kata Riyan dengan cengengesan.


" Emang apaan satu paket? ", Wisnu mencincingkan sebelah alisnya.


" Masak gitu aja gak tau sih? "


"Arin kan janda anak satu jadi kalau lu mau ma ibunya , ya lu harus mau ma anaknya . Jadi itu namanya satu paket ibu plus anak"

__ADS_1


"Gimana? "


"Jadi saran gw kalau maen sandiwara cinta ma arin usahain jangan pake hati! "


"Kalau lu gak mau terjebak cinta janda "


"Tapi itu semua kembali ma diri lu sendiri, gw cuman ingetin aja", jelas Riyan.


" Ia.. Ia gw tau! ", kata Wisnu.


" Tapi kita cari kemana lagi ini? ", tanya Wisnu.


" Jalan satu-satunya ya kita harus mengitari komplek ini! ", jawab Riyan.


Riyan dan Wisnu masih mencari keberadaan arin. Dengan mengelilingi komplek perumahan namun belum menemukan titik terang.


" Kita udah muter-muter dari tadi tapi gak ketemu juga ", kata Wisnu.


" Kita belum melewati gang yang ada di ujung sana! ", tangan Riyan menunjuk kearah gang.


" Coba kita kesana dulu! Nanti kalau tetep gak ketemu kita lapor polisi gw sudah catat plat nomor mobil yang tadi ", Riyan menunjukan ponselnya ke Wisnu.


" Oke,! ", jawab Wisnu.


" Dari banyaknya rumah disini hanya rumah ini yang banyak penjaga nya! ", gunam Riyan.


" Ia... Betul! Pasti gak beres dengan rumah ini "


" Bener itu mobilnya ", kata Riyan yang mencocokkan plat nomor yang ia catat.


" Lihat ada yang datang! ", kata Riyan saat melihat dari kaca spion.


Agar tidak ketahuan mereka bersembunyi dengan menundukkan kepalanya .


" Untung gak ketahuan! ", gunam Riyan.


" Udah nyampek mana orang-orang mu itu? ", tanya Riyan.


" Udah ada di depan pintu masuk perumahan ini ", jawab Wisnu.


" Bagus! Suruh mendekat kesini, kita gak mungkin lama-lama mengintai disini ", kata Riyan.


Saat Wisnu akan menghubungi seseorang Wisnu dibuat kaget tak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Om aji? ", gunam Wisnu dengan kedua alisnya menyatu.


Riyan yang mendengar langsung mengikuti arah pandangan Wisnu.


" Bukannya itu... "

__ADS_1


"Ia... Itu om aji! Apa mungkin om aji dalang dari semua ini? "


"Kalau ia ... Pantas saja arin tadi sangat takut gw kenalin ke om aji ", kata Wisnu.


" Wah. Wah. Wah bener-bener gak beres ya om lu itu!, kelihatannya aja baik tapi usahanya memperjual belikan manusia "


"Ini mah sudah tindakan kriminal "


"Mana berkedok sebagai PT. Tenaga kerja keluar negeri lagi ", kata Riyan.


" Gw akan masuk sekarang, ini gak bisa di biarkan! "


"Kalau eyang dan tante sofi tau ini semua bisa marah besar ", kata Wisnu yang sudah siap membuka pintu mobil.


" Tunggu gw ikut lu! ", kata Riyan.


" Engak! Lu stay di sini! Tunggu intruksi dari gw! ", kata Wisnu.


" Oke!!, kalau gitu lu bawa ini! ", Riyan menyerahkan senjata api yang selalu ia bawa di dalam mobilnya.


Wisnu awalnya ragu untuk menerima namun akhirnya Wisnu menggambil pistol itu dari tangan Riyan .


Wisnu mengendap-ngendap untuk masuk bangunan itu.


Penjaga yang ada di depan berhasil Wisnu lumpuhkan.


Brakkk...


Suara pintu terbuka dengan keras dan itu membuat semua orang yang ada di dalam kaget.


Terutama aji yang kaget melihat seseorang di ambang pintu.


"Wisnu? Kenapa dia bisa sampai disini? ", batin aji.


" DIMANA ARIN? ", tanya Wisnu yang berjalan masuk ke dalam.


" Arin? Kenapa kamu tanya sama om? Om tidak tau, bukanya tadi sama kamu?", dalih aji .


"Om jangan bohong! Dimana om sembunyikan arin? ", tanya Wisnu dengan emosi.


" Aku tau om orang pemilik dari PT ini! Dan om juga yang akan menjual arin ke luar negeri kan? ", kata Wisnu


" Kamu ini ngomong apa? "


"Mana mungkin saya memperdagangkan manusia? ", bohong aji.


" Katakan sekarang atau aku telfon tante sofi!"ancam Wisnu yang mengeluarkan ponselnya dari saku celana nya.


"Oke! Akan aku beri tau tapi ada syaratnya? ", kata aji.

__ADS_1


" Katakan apa syaratnya? ", tanya Wisnu.


__ADS_2