
Arin yang kecewa karena angan-angannya untuk berselfi di pasar apung itu pupus sudah. Arin mengalihkan rasa kecewanya dengan bermain HP membuka aplikasi sosmednya untuk mengetahui ada updetan apa saja hari ini.
Tangan arin terus saja sibuk dengan ponselnya. Arin juga sibuk berbalas komentar di akun seseorang yang sudah banyak menolong nya , siapa lagi kalau bukan dengan arif.
Tanpa arin sadari Wisnu sudah memperhatikannya dari tadi. Wisnu mencoba mengajak bicara namun arin tidak merespon karena saking asik dengan dunianya.
"Simpan ponsel mu rin! "
"Kita akan segera masuk pesawat ", tutur Wisnu.
" Hemmm... ", arin melihat kearah Wisnu sekilas dan langsung menon aktif kan ponselnya.
Selama di dalam pesawat arin memilih untuk memejamkan matanya, ia hanya berpura-pura tidur saja.
Wisnu nampak memikirkan sesuatu saat melihat arin yang mendiamkannya.
Kurang lebih satu jam penerbangan akhirnya mereka tiba di kota asalnya saat hari menjelang petang.
"Pak kita mampir ke mall sebentar! ", perintah Wisnu pada sang supir.
" Baik Pak! ", jawabnya.
Lagi-lagi arin hanya diam seribu bahasa.
" Kenapa masih diam saja? "
"Aku janji akan mengajakmu kesana lagi saat aku mengunjungi pertambangan ku lagi ", bujuk Wisnu.
" Benar ya? Akan aku tagih janji bapak! ", kata arin.
" Ia. Ia.. Kamu boleh menagihnya jika aku lupa! ", kata Wisnu.
" Sebagai gantinya aku akan ajak kamu ke suatu acara! ", tambah Wisnu .
" Kemana? ", tanya arin.
" Lihat saja nanti ", jawab Wisnu.
" Kamu bantu pilihin kado buat eyang ya? ", pinta Wisnu sambil jalan menuju salah satu toko perhiyasan di mall itu.
" Emang nenek bapak lagi ulang tahun? ", tanya arin yang setia mengekor langkah Wisnu.
Wisnu hanya menganggukkan kepalanya .
" Sini bantu pilih yang paling bagus! ", tangan Wisnu menarik lengan arin supaya mendekat dengannya.
" Ini bagus-bagus semua! ", arin mengamati semua perhiyasan yang ada.
__ADS_1
" Coba lihat yang itu ".arin menunjuk sebuah kalung yang bandul nya terbuat dari berlian yang berbentuk persegi anjang, memang terlihat sederhana tapi juga elegan .
" Gimana menurut bapak? ", arin mencari pendapat Wisnu.
" Itu biasa saja! ", jawabnya singkat.
" Atau cincin itu? "Arin bertanya sambil menunjuk sebuah cincin berlian yang sangat cantik.
" Heemmm.. "Wisnu tampk berpikir.
" Boleh yang itu ", Wisnu menunjuk sebuah cincin.
" Ayo! Aku sudah membayarnya ", ajak Wisnu
Arin kaget saat tangannya di tarik oleh Wisnu,saat melihat barisan anting yang indah berjajar rapi , sehingga tidak memperhatikan Wisnu yang sudah selesai melakukan pembayaran.
" Haaa... Ia sudah ya? ",
" Lihat apa sih? Sampai segitunya? ", tanya Wisnu sambil terus berjalan menuju mobilnya, sebenarnya Wisnu tau apa yang menjadi perhatian arin.
" Aa.. Engak kok pak! ", jawab arin.
" Kamu harus temani aku ke acara eyang! ", kata Wisnu.
" Tapi sa...! "
"Tidak ada penolakan! ", Wisnu langsung memotong ucapan arin.
" Serahkan semua kepada ku! ", kata Wisnu.
" Pak kita ke butik jeny dulu! ", perintah Wisnu kepada sang sopir.
Akhirnya arin keluar dari bilik setelah hampir satu jam arin di make up dengan sang ahlinya .
Wisnu tertegun saat melihat penampilan arin yang benar-benar berubah. Wisnu memandangi arin dengan takjup, dilihatnya dari ujung kaki hingga atas.
"Cantik"!!!,gunam Wisnu lirih.
seakan Wisnu telah tersihir dengan perubahan arin. Arin memang pernah di ajak neneknya Wisnu di tempat yang sama dan melakukan hal yang serupa tapi saat itu Wisnu tidak tau dan setelah itu arin tetap berpenampilan seperti biasanya hanya saja melakukan perawatan wajah dengan segala cream yang di belikan oleh nenek Wisnu.
Arin yang di pandangi oleh Wisnu menjadi salah tingkah dengan ragu arin membuka suaranya.
"Heemmm... Ada yang salah ya pak? " Tanya arin.
"Tidak.tidak ! Aku pikir buka kamu soalnya beda.. Hehe!! ", jawab Wisnu sambil cengengesan.
Wisnu memilih mengemudikan mobilnya sendiri.
__ADS_1
" Pak saya jadi takut gini! ", kata arin.
" Takut kenapa? ", tanya Wisnu yang tetap fokus menyetir.
" Takut kalau nenek bapak mengetahui jika kita hanya pura-pura pacaran! ", jawab arin.
" Eyang gak akan tau jika kamu gak ngomong yang sebenarnya ", kata Wisnu sambil melirik arin.
" Tapi nanti bapak jangan kemana-mana ya? "
"Jangan jauh-jauh dari saya! Saya benar-benar takut pak", mohon arin.
" Ia... Kamu tenang aja, nanti juga ada Riyan kok ", kata Wisnu.
" Yang bener pak? Kak Riyan juga datang? ", tanya arin.
" He'em", jawab Wisnu.
"Eyang slamat ulang tahun ", Wisnu mencium kedua pipi neneknya.
" Aku ada kado buat eyang ", Wisnu memberikan kotak kecil yang ia beli tadi.
" Trimakasih sayang! ", mariyam membalas ciuman Wisnu.
" Kau datang sendiri? ", tanya mariyam.
" Aku kesini sama arin eyang ", Wisnu menarik lengan arin agar lebih dekat.
Arin tersenyum kemudian meraih tangan nenek Wisnu dan mencium tangannya.
" Selamat ulang tahun ya ne... Eyang "
"Maaf tidak bawa hadiah buat eyang, saya hanya bisa memberikan doa terbaik untuk eyang ", kata arin dengan tertunduk karena tak enak hati datang dan tidak membawa kado.
" Ia gak papa... "Jawab mariyam belum selesai ada suara yang menyelanya.
" Ohh... Jadi Gara-gara wanita ini to mas kamu menolak di jodohkan dengan aku? ", wanita itu menelisik penampilan arin dari atas hingga bawah dengan tatapan tidak suka.
" Ini tidak ada sangkut pautnya dengan dia! ", jawab Wisnu yang langsung mendekati arin.
" Eyang lihatlah! Apa ruang setuju jika Wisnu dengan perempuan itu? "
"Aku tidak mau tau eyang pokoknya perjodohan ini harus di lanjutkan! ", protes eva dengan amarhnya.
" Maafin eyang eva! "
"Tapi eyang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, eyang hanya ingin melihat cucu eyang bahagia dengan pilihannya. Kalau perjodohan ini tetep berlanjut juga akan menyakiti dirimu sendiri eva, Wisnu tidak menaruh hati dengan mu walaupun segala macam upaya sudah eyang lakukan agar kalian bisa lebih dekat lagi , kamu juga bisa lihat sendiri kan jika Wisnu tetep menutup rapat hatinya untuk mu. Jadi biarkan Wisnu bahagia dengan pilihan nya sendiri. Eyang minta maaf ! Wisnu sudah menolak di jodohkan dengan kamu itu artinya eyang juga membatalkan perjodohan nya. Sekali lagi maafkan eyang eva", mariyam bicara panjang lebar memberi pengertian utuk eva.setalahbitu mariyam pergi untuk menemui para tamu yang lainya.
__ADS_1
Sebenarnya mariyam juga berat hati menyetujui hubungan arin dan Wisnu . Karena tidak mau masa lalunya terulang lagi dengan terpaksa mariyam menyetujui nya.
"Jadi selama ini dia disembunyikan oleh Wisnu?" , gunam seorang pria yang dari tadi memperhatikan kedatangan Wisnu dan arin.