TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
84


__ADS_3

Setelah pulang dari pulau Bali ,kini Wisnu kembali di sibukkan dengan pekerjaan . Pagi hatinya di awali dengan sarapan.


"Mas aku berangkat nanti aja ya! " Ucap Arin sambil mengambilkan sarapan untuk Wisnu.


"Kalau gitu nanti minta mang Dadang untuk ngantar ke kantor. " Sahut Wisnu yang matanya fokus ke layar ponsel.


"Di makan dulu mas! " Ucap Arin.


"Bentar ini penting! " Wisnu menoleh sekilas ke Arin.


Arin melahap nasi uduknya terlebih dulu , Di sela-sela makannya Arin melihat ke jam dinding , kemudian Arin meraih piring yang ada di depan Wisnu.


"Makan dulu mas! " Arin menyuapkan makanan itu ke mulut Wisnu.


Wisnu tersenyum dan langsung melahap nasi Uduk itu.


Mariyam yang baru datang ke meja makan itu, di buat geleng kepala saat melihat Arin menyuapi Wisnu.


"Kamu gak bisa makan sendri Nu? " Tanya Mariyam yang mengambil posisi duduk.


"Eyang ! " Ucap Wisnu dan Arin.


"Eyang mau sarapan pakai apa ? Biar saya ambilkan! " Arin bangkit dari duduknya namun, di cegah oleh Mariyam.


"Tak usah, Eyang bisa sendri ! Urusi saja itu bayi tua mu! " Ucap Mariyam.


"Aku bukan bayi tua Eyang! " Protes Wisnu.


"Lalu apa? Kalau bukan bayi tua? Makan saja minta di suapain "


"Kenapa Eyang iri ya? " Ledek Wisnu.


"Cihh... Siapa juga yang iri " Cibir Mariyam.


Setelah selesai sarapan Wisnu berangkat ke kantor seorang diri.


"Kamu gak ikut ke kantor Rin? " Tanya Mariyam.


"Nanti Eyang, agak siangan baru ke kantor " Jawab Arin.


"Bagus deh kalau begitu, kamu bisa ikut Eyang " Sahut Mariyam.


"Kemana Eyang? "


"Ikut saja, jangan banyak tanya " Ucap Mariyam.


Di sini lah mereka sekarang, di sebuah klinik kecantikan yang sering di kunjungi Mariyam.


"Nyonya apa kabar? " Sapa dokter wanita.


"Baik, Seperti yang dokter lihat! " Jawab Mariyam.


"Kenapa nyonya tidak memberi kabar kami terlebih dulu, jika akan kesini? Lalau siapa yang nyonya bawa ini?" Tanya sang dokter.


"Dia calon menantu ku, saya mau dokter melakukan perawatan yang terbaik untuk nya! " Ucap Mariyam.

__ADS_1


"Pasti nyonya! Serahkan semua dengan team kami "


"Kalau perlu buat dia kembali perawan lagi " Ucap Mariyam yang berbisik di telinga sang dokter.


"Ha-ha-ha, nyonya kau ini ada-ada saja" Ucap sang dokter.


"Saya serius dok, calon menantu ku itu janda. Jadi buat dia kembali perawan lagi, berapapun biayanya akan saya tanggung " Ucap Mariyam dengan sombong.


"Jangan khawatir nyonya, nanti akan saya beri obat supaya lebih rapet dan menggigit " Ujar dokter sambil terkekeh.


Tentu saja Arin tidak mendengar semua itu, karena mereka berbicara dengan berbisik.


"Mereka ngomongin apa sih, kok bisik-bisik segala? " Gunam Arin.


"Mari nona ikut saya! " Ucap asisten dokter.


"Silahkan di pilih dulu, nona mau masker yang apa? " Ucap asisten dokter.


"Dokter pilihkan saja, mana yang cocok untuk kulit saya " Ucap Arin yang tak tau harus memilih jenis masker yang seperti apa.


Setelah empat jam lamanya perawatan, kini Arin terlihat lebih fresh dan glowing.


Mariyan menyerahkan kartu berwana hitamnya, untuk membayar semua biaya perawatan Arin.


Wah, beruntungnya Arin di traktir perawatan oleh camer. 🤭


Mimpi apa aku semalam? Baru kali ini masuk di klinik kecantikan, mana mendapatkan perawatan secara gratis lagi! Hihihi, royal banget sih nenek tua itu! Makasih ya Eyang, Eyang paling terkenal The best. batin Arin, ia berdiri di samping Mariyam yang sedang melakukan pembayaran.


"Nona, ini obatnya di minum secara rutin ya! " Jelas sang dokter setelah melakukan perawatan.


"Itu obat untuk perawatan kulit dari dalam " Jawab Mariyam.


"Oh.. Gitu ya Eyang! " Arin mengangguk.


"Eyang saya langsung ke kantor mas Wisnu ya?" Pamit Arin.


"Tapi Eyang tidak bisa mengantar mu ke sana, kamu naik taksi saja ya! " Ucap Mariyam.


"Iya Eyang! "


"Makasih ya Eyang, udah traktir aku ke sini " Ucap Arin.


"Hemm, iya" Sahut Mariyam yang fokus dengan ponselnya.


Mariyam dan Arin berpisah, Arin menuju kantor Wisnu. Sedangkan Mariyam pergi ke tempat arisan para sosialita.


Arin berlari kecil karena sedang gerimis. Arin segera masuk lift, saat pitu lift akan tertutup tiba-tiba ada tangan yang menahan sehingga pitu lift kembali terbuka.


"Marchel" Batin Arin.


Marchel langsung masuk tanpa menyapa Arin. Penolakan Arin waktu itu masih terasa sakit.


Dalam hati , Arin ingin menyapa Marchel. Namun laki-laki yang berdiri di depannya itu terlihat sibuk dengan ponselnya.


Sebenarnya Marchel hanya pura-pura sibuk saja.

__ADS_1


Saat pintu lift terbuka, Arin keluar mendahului Marchel.


Marchel sengaja menunggu Arin yang keluar terlebih dulu dari lift.


I miss you Rin! Marchel hanya mampu mengungkapkan rasa rindunya dalam hati.


"Mas! " Sapa Arin setelah membuka pintu .


"Lama banget " Ucap Wisnu.


"Iya, tadi di ajak Eyang ke klinik kecantikan " Jelas Arin.


Mendengar klinik kecantikan Wisnu melirikkan matanya, "pantas saja ada yang beda " Ucap Wisnu.


"Apa yang beda? Masih tetap sama kok! " Sahut Arin.


"Jadi lebih glowing " Cicit Wisnu.


"Masa! " Ucap Arin malu-malu.


"Serius " Wisnu mengedipkan sebelah mata.


Kenapa Eyang harus bawa Arin ke klinik kecantikan sih! Bisa-bisa gue jatuh cita beneran sama Arin. Tanpa di permak aja udah cantik, apa lagi setelah di permak! Bisa klepek-klepek gue.


"Mas jagan lihatin aku kaya gitu dong! " Ucap Arin.


"Kenapa? Habisnya kamu cantik banget sih! " Sahut Wisnu.


"Dasar tukang gombal" Cicit Arin.


"Aku gak bohong lo! Serius kamu cantik banget hari ini " Puji Wisnu.


"Ah.. Aku jadi malu! " Arin memalingkan wajahnya.


"Eh... Lihat di rambut mu ada apa? " Wisnu bangkit dari duduknya, Wisnu setengah membungkuk karena terhalang meja kerja. Lalu tangannya terukur ke rambut Arin yang ada kotorannya seperti kapas.


"Apa mas? " Arin reflek menoleh.


DEG


Pandangan mereka bertemu tak ada jarak sedikit pun. Bahkan hidung Arin menyentuh hidung mancung Wisnu, Keduanya enggan untuk berkedip.


CUP


Wisnu mengecup bibir Arin, tentu saja Wisnu tak hanya mengecup bibir Arin.Tangannya saja sudah menahan tengkuk Arin. Naasnya, saat akan m*elumat bibir Arin, ada seseorang yang datang ke ruangannya.


Nah loh, Kira-kira siapa yang datang menganggu saja 🤭


Jangan lupa like , komen


Favoritkan juga agar kalian tidak ketinggalan bab selanjutnya. Thanks for reading, see you in the next chapter😉


Kunjungi juga karya author yang baru ya! "2R Rafi&Reva "


__ADS_1


Berikan dukungan kalian juga ya untuk Rafi&Reva 😉🙏


__ADS_2