TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
115. Pengakuan Wisnu dan Arin


__ADS_3

Semua yang mendengar pengakuan Wisnu bermonolog sendri - sendiri.


"Mungkin ini akan sangat menyakitkan buat keluarga saya. Tapi ini harus saya lakukan, saya sudah tidak sanggup lagi menyimpan rahasia ini! " Lanjut Wisnu.


Wisnu berjalan ke arah operator dan memberikan flashdisk ke operator itu.


Arin tak sanggup lagi untuk mendengar pengakuan Wisnu. Dengan kedua tangan menutup telinga, Arin melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat itu. Saat di ambang pintu keluar Arin berhenti tepat dengan munculnya video di layar proyektor.


Semua tamu undangan tercengang melihat video itu. Arin menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Sedangkan marchel yang juga hadir di acara peresmian hotel itu terlihat menahan amarah.


Bang*at ! Berani-beraninya dia membongkar rahasia ku di muka umum seperti ini! Batin Aji.


Sial! Ternyata dia menjebak ku! Dari mana dia mendapatkan itu semua?! Batin Sifa.


Apa-apaan ini? Memalukan! Batin Mariyam.


Sedangkan Sofi tak bisa berkomentar apa pun setelah melihat video tentang suaminya yang terlihat mesra itu.


PLAK


Tamparan keras mendarat di pipi Aji. Siapa lagi pelakunya jika buka Sofi.


"Ternyata selama ini kamu telah bermain Api di belakang ku ! Tega kamu pi! " Dan... PLAK.. PLAK..


Sofi tak segan-segan menampar Aji di hadapan para tamu. Bahkan banyak juga rekan bisnis Aji yang ikut hadir di sana.


"Mi.. Ini tidak seperti yang kamu kira mi! Keponakan mu itu hanya ingin melihat kita bertengkar! Hanya ingin membuat rumah tangga kita hancur! Jangan percaya dengan video itu Mi! Itu semua hoax, tidak benar! " Ucap Aji.


"Hoax kamu bilang?! Bahkan wanita yang ada di video itu juga hadir di sini! " Sofi menunjuk Sifa yang berdiri di dekat Mariyam.


Mariyam uang ada di sampingnya itu pun menoleh ke Sifa.


"Ohh.. Jadi kamu wanita murahan itu?! " Ucap Mariyam dengan sinis.


"Hey... Nenek tua! Jaga bicara anda ya! Saya bukan wanita murahan! Memang di video itu saya dan saya adalah istri sirinya mas Aji! " Ucap Sifa dengan percaya diri.


"Beraninya kamu menyebut ibuku nenek tua?! " PLAK, Sofi menampar Sifa.


Aji yang melihat itu pun mendorong kasar tubuh Sofi hingga hampir terjatuh. Untung saja ada Marchel di belakangnya.


"Jangan sekali-sekali menyentuh dia! Dia sedang mengandung anak ku! " Ucap Aji dengan lantang.


Ucapan Aji bagaikan petir yang menyambar Sofi.


"Tadi kamu gak mengakui! Sekarang kamu bilang dia hamil anak kamu? " Sofi bertepuk tangan , " Hebat kamu ya!? Detik ini juga aku mau pisah sama kamu. Kita CERAI! " Ucap Sofi dengan tegas. Setelah mengucapkan itu Sofi pun pergi.


"Tak semudah itu kamu bisa lepas dari ku! " Aji menahan langkah Sofi dengan cara mencekal tangan Sofi.


"Lepas! " Bentak Sofi.

__ADS_1


"Tidak akan! " Sahut Aji.


Melihat sang Maminya yang telah di khianati Marchel tidak tinggal diam.


BUGH


"Dasar B*jingan! Beraninya menyakiti Mami! " Ucap Marchel dengan penuh amarah.


BUGH... BUGH... BUGH..


Marchel berulang kali menghajar Papinya. Serangan mendadak dari Marchel itu membuat Aji kesulitan untuk membalas .


Beberapa tamu yang melihatnya itu langsung melerai nya.


"Dasar anak durhaka! " Umpat Aji sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


"Ayo Mi kita pergi dari sini! Tinggalkan laki-laki bejat ini! " Ucap Marchel yang merengkuh tubuh sang Mami.


"Kau! " Mariyam menunjuk wajah Aji dan bergantian menunjuk wajah Sifa, " Akan menerima balasannya! Ingat itu! " Setelah memberi ucapan itu Mariyam pun menyusul Sofi yang terlah keluar terlebih dulu.


Lihat saja kamu Wisnu! Aku pasti akan membalas mu! Batin Aji sambil melihat Wisnu yang tersenyum di depan sana.


Malu! Tentu saja saat ini Aji sangat-sangat malu. Di tampar , di hajar anak dan di ceraikan oleh sang istri di depan umum pula.


"Ayo sayang kita pergi dari sini! " Ucap Aji kepada Sifa.


Keluar ruangan dengan penuh amarah, rencana yang telah di susun dengan rapih gagal begitu saja.


Wisnu mendapatkan semua video-video itu dari orang-orang yang telah di bayar oleh Riyan.


"Saya mohon maaf atas ketidak nyamanan anda semua! " Ucap Wisnu dan semua tamu mengalihkan pandangannya ke depan.


"Para hadirin semua! Masih ada satu lagi yang harus saya sampaikan di sini! " Lanjut Wisnu.


Tampak para tamu yang ada di sana kembali berbisik-bisik.


Ya Tuhan! Aku benar-benar tak sanggup untuk mendengarkannya! Batin Arin yang masih mematung di dekat pintu keluar.


Arin ingin pergi dari tempat itu, tapi kakinya terasa berat untuk diajak melangkah. Akhirnya Arin menutup kedua telinganya dengan tangan dan memejamkan mata nya.


"Aku ucapkan terimakasih kepada seseorang yang sudah hadir di dalam hidup ku akhir-akhir ini! " Wisnu berucap sambil berjalan ke arah Arin.


Please! Stop! Jangan diteruskan lagi! Batin Arin.


"Terimakasih untuk segalanya! " Lanjut Wisnu yang terus berjalan ke arah Arin.


"Terimakasih ISTRIKU! " Wisnu merengkuh tubuh Arin yang mematung.


Arin perlahan membuka matanya dengan ke dua tangan yang masih menempel di telinga.


Wisnu tersenyum manis sambil melepaskan tangan Arin dari telinganya.

__ADS_1


"Dia lah wanita yang selama ini hadir di hidup ku! Perkenalkan namanya ARIANI DEWI! Dan dia ISTRI sah saya! " Ucap Wisnu dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Wisnu menoleh ke samping di mana Arin masih terbengong dengan pengakuan Wisnu yang tak terduga itu. Wisnu mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Arin.


"Ma-maksud ka-kamu mu? " Tanya Arin dengan terbata.


"Ini kan yang kamu mau? Aku sudah mengabulkan keinginan mu! Mengakhiri semua sandiwara kita, dan sekarang kamu bukan istri di atas kertas lagi! Melainkan menjadi istri yang sesungguhnya. " Wisnu menjeda ucapannya. Diraih lah kedua tangan Arin " Aku mencintai mu dan aku tak ingin kita berpisah " Lanjut Wisnu.


Arin mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut Wisnu. Cairan bening pun luluh dari mata indah nya.


"A-aku... Juga mencintai mu " Ucap Arin dengan menunduk .


"Apa? Aku tidak memiliki dengarnya ! Coba ulang sekali lagi? " Ucap Wisnu yang mencondongkan tubuhnya ke depan.


"Aku mencintaimu" Ucap Arin.


"Kuang keras! Masih gak dengar! " Goda Wisnu.


"Aku mencintaimu WISNU PUTRA MAHARDIKA" Ucap Arin lantang dan memberanikan diri menatap bola mata Wisnu .


Wisnu tersenyum dengan pengakuan Arin itu.


"I love you " Ucap Wisnu.


"Love you to " Sahut Arin.


Suara gemuruh tepuk tangan dari para tamu itu menggema di ruangan.


Wisnu menghujani arin dengan kecupan. Kecupan di kening, di kedua pipinya, mata dan hidung. Wisnu mengecup seluruh wajah Arin tanpa ada yang terlewatkan . Hingga kecupan itu berhenti di bibir Arin. Wisnu ******* dengan lembut bibir Arin.


"Tutup mata mu! " Ucap Riyan sambil menutup mata Suci dengan kedua tangannya, " Kau masih kecil jadi tak boleh melihat mereka! "Lanjut Riyan.


" Bilang saja kalau kamu iri sama mereka! Kenapa harus bawa-bawa aku! Aku bukan anak kecil lagi ya! Bahkan umurku sudah dua puluh tahun! "Protes Suci dan membiarkan tangan Riyan tetap menempel di matanya.


" Dua puluh tahun tapi masih sendri! " Ledek Riyan.


"Ya... Dan kita sama-sama jomblo nya! " Tawa Suci.


Riyan melepaskan tangannya,


"Hah... Kau ini kalau ngomong suka benar ! " Ucapnya sambil terkekeh, dan mereka pun saling tertawa.


Sedangkan Wisnu dan Arin kini sudah sama-sama leganya. Tak ada hati yang tersakiti lagi.


Kini mereka memulai rumah tangga dari nol dan tanpa ada embel-embel surat perjanjian.


T A M A T


Aku ucapkan terimakasih kepada kalian yang sudah setia mengikuti cerita Arin dan Wisnu.


Karena cerita ini sudah tamat! Yuk baca novel yang satunya 2R Rafi & Reva.


__ADS_1


__ADS_2