TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
65. Hantu Drakula


__ADS_3

"Aku akan meeting. "


"Kamu bisa bantu-bantu intan. Sekalian kamu belajar dari intan gimana ngatur jadwal ku. ", ucap Wisnu yang berada di dalam lift.


" Tapi saya mana bisa pak? "


"Saya hanya lulusan SMK, saya tidak tau apa pun tentang masalah perkantoran. ", sahut Arin.


" Makanya kamu harus banyak belajar dari Intan ! Setelah menikah nanti kamu yang akan atur jadwal ku! ", ucap Wisnu tanpa menoleh arin.


" Nanti kalau ada salahnya jangan di marahi ya ? ", Arin menekan nekan lengan Wisnu dengan jari telunjuknya.


" Dimana mana kalau pekerjaannya salah ya di marahi atau kena hukuman. ", dengan cepat Wisnu meraih jari arin dan menggegamnya. Serta menampilkan seringai nya. Seketika Arin langsung menarik tangannya.


" I.. Iya... Nanti saya akan belajar sungguh-sungguh. ", ucap Arin takut.


Melihat Arin yang takut, Wisnu semakin gencar untuk menggodanya . Wisnu melangkah pelan maju kedua tangganya menyandar di dinding lift. Arin mencoba mendorong tubuh Wisnu. Karena belum sempat sarapan sehingga Arin tak mempunyai tenaga yang cukup.


Arin menelan saliva nya dengan susah saat wajah Wisnu semakin dekat.


"Ba... Bapak ma.. Mau apa? ", tanya Arin gugup.


" Bapak jangan macam-macam ! Ini masih di kantor. ", lanjut Arin , karena Wisnu hanya diam dan memandangi wajah Arin dari jarak yang dekat.


" Memangnya kenapa kalau ini di kantor? ", ucap Wisnu yang susah payah menahan senyum.


" Pak...! ", Arin memejamkan matanya saat kepala Wisnu menggeleng ke samping. Dan saat itu juga pintu lift terbuka.


Ting...


Wisnu memundurkan wajah nya, namun Arin masih tetap memejamkan matanya. Wisnu tak tahan lagi melihat tingkah Arin.


Katanya sudah pernah berumah tangga? Kenapa dia bertingkah seolah masih gadis atau di sebenarnya gadis tapi mengaku janda . Batin Wisnu.


"Kamu mau di situ sampai kapan? ", ucap Wisnu yang sudah di depan pintu lift. Arin membuka matanya, sadar jika di kerjain Wisnu. Arin langsung lari keluar dari lift dan mendahului Wisnu.


" Rin..! ", sapa Riyan yang mampu menghentikan laju Arin.


" Ini kantor bukan lapangan! Kenapa pakai lari-lari sih? ", tanya Riyan.


" Emmm... ", Arin menggaruk tengkuknya.


" Ada hantu kak! Iya ada hantu tadi di dalam lift. ", bohong Arin.


" Mana ada Rin hantu muncul di pagi hari? ", sahut Riyan.


" Ada kak! ", Arin mengangkat kedua jarinya yang berbentuk V.


" Mana serem lagi. ", Arin berpura-pura bergidik ngeri.


Hemmm... Ini to hantunya? Pantes saja serem . Hantu drakula ternyata. Batin Riyan yang melihat Wisnu dengan bibir yang masih bengkak.


" Kenapa bibir lu? ", tanya Riyan yang sebenarnya sudah tau jawabannya.


Arin mendapat lirikan dari Riyan memalingkan wajahnya, serta tangannya memainkan tali tas selempang nya.

__ADS_1


" Ini kejedot pintu tadi. "Jawa Wisnu.


" Serius? kejedot pintu? ", Riyan memastikan lagi.


" Iya pintu! Udah ayok kita harus menyiapkan diri untuk meeting kan. ", Wisnu memiting leher Riyan dan menggiring nya masuk ke ruangan nya.


" Bilang aja kalau kejedot pitu hati janda muda. ", ucap Riyan.


" Apaan sih lu! Gak ada hati-hatian. ", sahut Wisnu yang langsung melepas lengannya dari leher Riyan.


" Ia hati-hatian gak ada! Adanya hati beneran. "


"Beneran kan lu udah mulai suka sama Arin . ", goda Riyan.


" Enggak ! ", Jawab Wisnu cepat.


" Ckk... Masih gak mau ngaku. ", umpat Riyan.


" Memang iya enggak suka! ", sahut Wisnu.


Riyan menyebikkan bibirnya. " Lu inget ya? "


"Jika suatu saat lu benar-benar jatuh cinta sama Arin, lu harus kabulin permintaan gue!"


"Gimana? ", Riyan menarik turunkan alisnya.


" Ckk... Oke! ", jawab Wisnu dengan mantap.


" Ini bahan yang buat kita meeting! ", Riyan menyerahkan map biru.


" Hemm... Gue lihat dulu. ", Wisnu membuka lembar demi lembar kertas yang ada di map biru itu.


" Kenapa? Ini suma luka kecil tidak akan berpengaruh. ", ucap Wisnu yang tetap fokus pada isi map yang ia pegang.


" Makanya jangan ganas-ganas, Slow ! ", ledek Riyan.


Wisnu menutup map dan menatap Riyan yang sedang tersenyum puas. Karena pagi-pagi sudah bisa meledek atasannya.


" Lu bisa diam gak? ", ucap Wisnu .


" Santai bro! ", Riyan mengangkat kedua tangannya ke atas.


Marchel tiba di kantor Wisnu lebih awal dari pada yang lain. Marchel berada di lift ,berbaur dengan karyawan Wisnu . Sebenarnya ada lift khusus untuk orang-orang penting di kantor Wisnu. Tapi Marchel memilih menggunakan lift untuk umum.


Gaya Marchel yang cool, membuat pegawai wanita di kantor Wisnu terpesona.


Wah... Ganteng banget!


Ini mah asli ganteng bukan kaleng-kaleng!


Ini baru pemandangan yang menyehatkan mata kita.


Pak bos pintar ya cari klayen? Rata-rata semua bening -bening!


Begitulah suara para karyawan wanita di kantor Wisnu. Meskipun di antara mereka ada yang sudah berumur sekitar empat puluhan. Namanya juga emak-emak kalau lihat yang bening sedikit saja pasti sudah heboh.

__ADS_1


Marchel menghentikan langkahnya saat melewati meja kerja intan .


"Rin..! ", sapa Marchel


Arin mendongak , " Ngapain kamu kesini? ", tanya Arin .


" Aku salah satu klayen yang ikut meeting pagi ini. ", jawab Marchel.


" Oo.., silahkan ! Ruang meeting nya ada di sana ! ", Arin menunjuk ruangan paling ujung.


" Meeting nya masih nanti. Aku mau bicara sama kamu boleh? "


"Mau ngomongin apa? ", sahut Arin .


" Kita keluar sebentar! ", ajak Marchel.


" Bicara di sini saja! Mau bicara apa? ",ucap Arin dengan santai.


"Kamu jangan marah ya ? ", ucap Marchel.


" Kalaupun aku marah, kamu juga akan tetep ganggu aku. ", sahut Arin.


" Itu kamu tau ! ", Marchel mencubit pipi Arin dengan gemas.


" Sakit! ", Arin menatap tajam Marchel.


" Mana-mana yang sakit? Biar aku lihat! ", tangan Marchel menangkup kedua pipi Arin.


" Lepas ihh..! ", Arin melepas tangan Marchel dengan paksa.


" Buruan katanya mau bicara. Mau ngomong apa? Tanya apa? ", ucap Arin.


" Maaf sebelumnya ! ", ucap Marchel


"Iya ! ", sahut Arin.


" Apa kamu benar-benar mencintai Wisnu? ", akhirnya Marchel memberanikan diri untuk bertanya soal perasan Arin .


Arin tak bersuara, ia harus menjawab apa. Arin sendiri juga tidak tau dengan perasaan nya. Jika Arin jawab mencintai Wisnu, tapi kenyataan nya ini hanya sekenario yang di setting oleh Wisnu. Jika Arin menjawab tidak, itu artinya Arin sudah siap kehilangan pekerjaan.


Arin benar-benar di buat bingung dengan pertanyaan sederhana dari Marchel.


"Diam mu itu aku artikan jika kamu tidak mencintai Wisnu. ", ucap Marchel.


" Hah!"


"Siapa bilang aku tidak mencintai mas Wisnu? "


"Aku sangat mencintai dia! ", bohong Arin yang gelagapan dengan ucapan Marchel.


" Jangan membohongi perasan mu! "


"Mulut berkata iya, tapi mata dan hati mu mengatakan yang sebaliknya. ", ucap Marchel.


" Sok tau kamu! "

__ADS_1


"Udah sono pergi jangan ganggu aku ! ", usir Arin.


Tak ingin membuat mod Arin buruk, Marchel memilih untuk pergi. Entah mengapa Marchel seolah-olah tau tentang isi hati Arin.


__ADS_2